Memuji Allah SWT Lebih Utama daripada Meminta, Ini Alasannya
Judul: Memuji Allah SWT Lebih Utama daripada Meminta, Ini Alasannya Jakarta, Orang yang keinginannya di dunia hanya memuji Allah SWT dan berharap lebih dekat dengan-Nya, akan mend...
Jakarta, Orang yang keinginannya di dunia hanya memuji Allah SWT dan berharap lebih dekat dengan-Nya, akan mendapat lebih banyak berkah ketimbang orang yang berdoa untuk meminta sesuatu untuk dirinya."Jadi kalau orang [yang] meminta, Allah akan kasih sekian. Orang yang enggak minta, tetapi dia memuji Allah, itu pahalanya atau pemberiannya akan lebih besar," ujar ulama sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan 2026 , Sabtu (1/3).Lihat Juga :7 Cara Menjalani Puasa Ramadhan bagi Penderita Asam Lambung
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Ma'ruf menjelaskan perbedaan antara orang arif dan orang zahid. Orang arif hanya memiliki satu cita-cita atau keinginan dalam hidupnya, yakni memuji Allah dengan keindahan sifatnya. Tak ada hal lain yang ia inginkan, selain dekat dengan Allah."Maha suci allah, Subhanallah. Segala puji bagi allah, Alhamdulillah. Allahu Akbar, allah maha besar," ucap Ma'ruf mencontohkan beberapa bentuk pujian bagi Allah. Di sisi lain ada pula orang zahid. Orang yang zahid cenderung berpaling atau menghindar dari hal berlebihan. Ia mengambil hal sekadarnya di dunia ini sesuai dengan yang dibutuhkannya saja.Pilihan RedaksiJangan Cuma Duniawi, Risaukan Juga Kehidupan di Akhirat KelakJangan Remehkan, Dosa Kecil Bisa Mendapat Murka Allah SWTKembali ke Fitrah dengan Bertobat, Niscaya Dosa Besar TerhapusNamun ada perbedaan mendasar antara orang arif dan zahid dalam membangun hubungannya dengan Allah. Keinginan orang arif hanya memuji Allah, sedangkan orang zahid masih meminta sesuatu kepada Allah.Orang arif tidak mengharapkan pahala ataupun surga. Ia mengharapkan keridaan dan kecintaan dari Allah, termasuk diangkatnya tabir agar tidak ada penyekat antara dirinya dengan Allah. Di sisi lain, orang zahid masih meminta pahala dan surga, alias meminta manfaat untuk dirinya sendiri."Jadi kalau ada orang yang berdoa bahwa 'Saya tidak minta surga-Mu, tidak takut pada neraka-Mu, tapi minta keridaan-Mu,' nah itulah orang arif itu," tutur Ma'ruf.Perihal orang arif, kata Ma'ruf, tertera di dalam hadis qudsi, yakni wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad tanpa perantara malaikat. Bunyi hadis tersebut kira-kira, "Siapa yang dia sibuk memuji Saya, dibanding dengan meminta kepada Saya, Saya akan beri dia lebih daripada permintaan orang yang meminta."Inilah mengapa orang arif bisa mendapatkan derajat lebih tinggi di mata Allah SWT. Ma'ruf pun mencontohkan sifat arif melalui kisah Nabi Ibrahim AS.Ketika Nabi Ibrahim AS hendak dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud dan kaumnya karena menghancurkan berhala, Malaikat Jibril datang dan memberikannya pertanyaan, "Apakah engkau butuh pada saya?"Nabi Ibrahim menjawab, ia tak membutuhkan malaikat jibril, tetapi Allah. Namun Nabi Ibrahim juga tidak mengajukan permintaan kepada Allah, karena dengan Allah mengetahui bagaimana kondisinya, ia tak merasa perlu untuk meminta lagi.Akhirnya, tanpa harus diminta, Allah memerintahkan api menjadi dingin dan Nabi Ibrahim terselamatkan oleh perintah-Nya."Itulah orang yang sudah arif, tidak mau meminta. Dia hanya menyerahkan sesuatu kepada Allah, hanya memuji dan memuji," ucap Ma'ruf menutup sesi kultum. (rti)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260302142038-284-1333398/memuji-allah-swt-lebih-utama-daripada-meminta-ini-alasannya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Pesona Wisata Kali Jodoh di Balik Mitos Wisatawan Jadi Enteng Jodoh
07 Apr 2026
Oatmeal vs Yogurt, Mana Menu Sarapan yang Lebih Sehat?
07 Apr 2026
Siap-siap, Maskapai Akan Naikkan Harga Tiket Pesawat hingga 13 Persen
07 Apr 2026
BPOM Setujui Penerapan 'Nutri-Level', Cegah Konsumsi Gula Berlebih
07 Apr 2026
Kapan Waktu Terbaik Minum Air Hangat untuk Pencernaan?
07 Apr 2026
Singapura Larang Penumpang Bawa 2 Power Bank Saat Naik Pesawat