Gaya Hidup 05 Mar 2026 6 views

Wisata Religi di Tangerang, Melihat dari Dekat Masjid Pintu Seribu

Judul: Wisata Religi di Tangerang, Melihat dari Dekat Masjid Pintu Seribu Jakarta, Di sudut Tangerang, berdiri sebuah rumah ibadah yang bentuk bangunannya tak biasa. Masjid Pintu...

Wisata Religi di Tangerang, Melihat dari Dekat Masjid Pintu Seribu
Judul: Wisata Religi di Tangerang, Melihat dari Dekat Masjid Pintu Seribu

Jakarta, Di sudut Tangerang, berdiri sebuah rumah ibadah yang bentuk bangunannya tak biasa. Masjid Pintu Seribu atau Masjid Sewu, itu julukannya. Selain bentuknya yang unik, banyak pula cerita menarik di balik kehadiran masjid ini.Kalau Semarang memiliki Lawang Sewu, di Tangerang punya Masjid Sewu. Sama-sama unik dari segi bangunan dan sama-sama memiliki cerita hingga mitos yang diyakini oleh penduduk setempat.Bernama asli Masjid Agung Nurul Yakin, lokasinya ada di Kampung Bayur, Priuk Jaya, Kota Tangerang, Banten. Untuk sampai ke masjid ini bisa menggunakan motor, jaraknya sekitar 12 kilometer dari pusat kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arsitektur masjid ini tidak seperti masjid pada umumnya yang areanya terbuka di tengah. Di dalam Masjid Pintu Seribu terdapat banyak pintu dan ruangan, dengan bentuk yang berbeda-beda. Terlihat aneh, bahkan di masa lalu masjid ini sampai dituduh sebagai tempat penyebaran aliran sesat.Meskipun demikian, sebenarnya masjid ini memiliki makna yang indah. Nama "Masjid Seribu Pintu" tersebut bahkan terinspirasi dari Asmaul Husna, 99 nama indah milik Allah SWT. Hal ini disampaikan oleh pengurus Masjid Agung Nurul Yakin, Mahpudin. Pilihan RedaksiMasjid Kuno Bondan, Jejak 600 Tahun dan Legenda Sapu AnginMasjid Tjia Khang Hoo, Toleransi di Balik Corak Tionghoa dan Betawi"Asal nama seribu pintu dari dari Asmaul Husna, nama-nama Allah. Bisa dilihat di tiang-tiang masjid terdapat angka 999, kemudian dilengkapi seribu dengan pintu. Kenapa bisa seribu, karena tidak bisa dihitung pintu yang berada di masjid ini karena saking banyaknya," tutur Mahpudi, seperti dikutip Detik.Bentuk masjid yang terlihat tidak berkonsep ini, bisa jadi karena selama pembangunannya Masjid Pintu Seribu tidak memiliki rancangan gambar sebagai acuan.Dibangun secara bertahap, pelan-pelan menambah bangunan baru lagi dan lagi, hingga akhirnya seperti itu bentuk yang terlihat hari ini.Masjid Sewu ini didirikan oleh Syekh Ami Al Faqir, yang merupakan salah satu ulama di Banten. Di bangun di atas tanah pribadi dengan lahan yang cukup luas.Dulunya, hamparan tanah ini hanyalah sawah dan tanah kosong yang tergenang air. Kemudian dibangun Masjid Agung Nurul Yakin, lalu mulai bermunculan rumah warga di sekitarnya.Masjid Agung Nurul Yakin dibangun menggunakan dana sumbangan dari para peziarah, sedekah dari masyarakat, serta kucuran dana pribadi dari Syekh Ami Al Faqir. Hingga hari ini, sebenarnya bangunan masjid masih belum utuh, sehingga membutuhkan pembangunan lanjutan lagi hingga dinyatakan rampung.Berdirinya Masjid Agung Nurul Yakin tak lepas dari tantangan. Dana dan wilayah pembangunan masjid terbilang tantangan yang sulit saat itu. Namun ada yang lebih sulit lagi, yaitu menyebarkan syiar Islam di kalangan masyarakat.Waktu itu, karena melihat bentuk masjid yang tak lumrah, masyarakat menuduh bahwa masjid ini adalah tempat menyebarkan aliran sesat. "Karena bentuk masjidnya yang enggak biasa, beda dari masjid pada umumnya," ungkap Mahpudin.Baca halaman selanjutnya...
Saat ini, makam Syekh Ami Al Faqir juga terletak di area masjid yang ia bangun tersebut. Banyak jamaah yang datang untuk berziarah ke sana. Ada sebuah cerita yang beredar, katanya dulu ketika Syekh Ami masih hidup, beberapa pengunjung sudah ada yang datang untuk berziarah.Mereka tidak tahu bahwa syekh masih hidup, bahkan menyambut secara langsung para pengunjung di luar. Pria tua itu, adalah sosok yang sama yang ingin mereka ziarahi.Syekh Ami Al Faqir meninggal dunia pada tahun 2016, tepatnya di bulan suci Ramadan. Makamnya berada di dekat area ruang salat laki-laki, masih di dalam komplek Masjid Agung Nurul Yakin.Kali ini, pengunjung baru benar-benar bisa berziarah ke makamnya. Selain makam Syekh Ami Al Faqir, di area luar masjid juga ada Makam Tasbih yang penuh dengan mitos.Konon katanya, di dalam ruangan makam ini terdapat 99 tasbih yang ukurannya sebesar kepala manusia. Tasbih tersebut bertuliskan Asmaul Husna.Makam ini tidak bisa dimasuki dan dilihat sesuka hati, di hari-hari biasa pengunjung hanya bisa melihat pintu ruangannya saja dari luar. Syekh memandatkan bahwa Makam Tasbih hanya dibuka ketika Isra Miraj.Masjid ini, seperti yang disebutkan di awal, memiliki banyak sekali ruangan yang memenuhinya. Ada ruang salat perempuan yang berdekatan dengan ruang musafir berukuran 4x4 meter.Ruangan ini bisa digunakan oleh para musafir yang ingin beriktikaf, mereka bisa menginap di sana. Bahkan disediakan pula kamar mandi dan dapur dengan perlengkapan masak yang bisa digunakan oleh para musafir.Di atas Makam Tasbih, terdapat sebuah aula yang cukup besar. Di kegiatan keagamaan atau perayaan hari besar Islam, biasanya akan ada perkumpulan santri dari berbagai daerah yang akan menghidupkan aula masjid tersebut.Ketika mengunjungi Masjid Agung Nurul Yakin, di depan pintu masuk sudah terpampang aturan dan tata tertib yang wajib dipatuhi oleh pengunjung. Khususnya terkait aturan pengambilan gambar di beberapa titik yang membutuhkan izin dari petugas.Pengunjung akan mengisi buku tamu di meja pendaftaran, kemudian akan diminta juga sumbangan uang yang dimasukkan ke kotak amal. Baru setelah itu pengunjung baru diizinkan masuk untuk melihat-lihat, berziarah, dan beribadah.
Ada Makam Syekh Ami Al Faqir di Masjid Agung Nurul Yakin

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260303083133-269-1333669/wisata-religi-di-tangerang-melihat-dari-dekat-masjid-pintu-seribu
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.