Kenapa Habis Makan Ngantuk? Ini Penjelasannya
Judul: Kenapa Habis Makan Ngantuk? Ini Penjelasannya Daftar Isi 1. Jenis makanan yang dikonsumsi 2. Porsi makan terlalu besar 3. Waktu makan 4. Faktor lain yang memengaruhi 5. Lon...
Daftar Isi
1. Jenis makanan yang dikonsumsi
2. Porsi makan terlalu besar
3. Waktu makan
4. Faktor lain yang memengaruhi
5. Lonjakan gula darah
6. Kualitas tidur
7. Kombinasi karbohidrat dan protein
Jakarta, Rasa kantuk setelah makan kerap dialami banyak orang. Mulut mulai menguap, mata terasa berat, dan keinginan untuk rebahan pun sulit ditahan. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal ada sejumlah faktor biologis yang memengaruhinya.Lantas, kenapa habis makan ngantuk?Secara medis, rasa kantuk setelah makan dikenal sebagai somnolensi postprandial. Mengutip laporan dari Medical News Today, kondisi ini terjadi ketika tubuh mengalami penurunan energi usai makan, terutama setelah mengonsumsi makanan dalam porsi besar atau tinggi kalori.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :Benarkah Garam Kalium Klorida Aman untuk Hipertensi? Ini PenjelasannyaBerikut sejumlah penyebab mengapa rasa kantuk muncul setelah makan:1. Jenis makanan yang dikonsumsiUlasan ilmiah tahun 2023 menyebutkan bahwa komponen makanan tertentu dapat memengaruhi rasa lelah dan kantuk secara langsung. Salah satu contohnya adalah triptofan, sejenis asam amino yang berperan dalam produksi serotonin. Serotonin merupakan zat kimia otak yang membantu mengatur suasana hati dan siklus tidur. Ketika kadar serotonin meningkat, rasa rileks dan kantuk pun lebih mudah muncul.Triptofan banyak ditemukan dalam makanan seperti salmon, tuna, kepiting, udang, kacang-kacangan, ayam, dan daging merah.Pilihan RedaksiMuncul Luka Ruam Merah di Leher Trump, Sakit Apa?Urine Berwarna Pekat Saat Puasa, Tanda Penyakit Ginjal?Tak Sekadar Meow, Ini 9 Suara Kucing dan Artinya2. Porsi makan terlalu besarPenelitian tahun 2018 menunjukkan bahwa makan dalam jumlah besar atau tinggi kalori dapat memicu rasa kantuk. Meski demikian, mekanisme pasti mengapa hal ini terjadi masih terus diteliti.Diduga, tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk mencerna makanan dalam jumlah banyak, sehingga energi yang tersedia untuk aktivitas lain berkurang dan memicu rasa lelah.3. Waktu makanStudi tahun 2017 yang melibatkan 13 pria dewasa di Australia meneliti pengaruh waktu makan terhadap kewaspadaan pekerja shift malam.Peserta yang makan pada pukul 01.30 dini hari dilaporkan memiliki tingkat kewaspadaan lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak makan sepanjang malam. Namun, kelompok yang tidak makan justru mengalami peningkatan rasa lapar dan gangguan lambung.Menariknya, kedua kelompok sama-sama melaporkan peningkatan kelelahan pada pukul 04.00 pagi. Temuan ini menunjukkan bahwa waktu makan kemungkinan berpengaruh terhadap rasa kantuk, meski penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar masih dibutuhkan.4. Faktor lain yang memengaruhiSelain makanan dan waktu makan, ada sejumlah faktor lain yang dapat memperparah rasa kantuk setelah makan, antara lain:• Gangguan tidur seperti insomnia• Kurang aktivitas fisik• Stres• Depresi atau kondisi kesehatan mental lainnya• Perubahan hormonal• Efek samping pengobatan tertentu, seperti kemoterapi
5. Lonjakan gula darahMenurut Cleveland Clinic, makan akan meningkatkan kadar gula darah. Setelah itu, hormon insulin bekerja membantu memasukkan gula dari aliran darah ke dalam sel untuk diubah menjadi energi.Ahli gizi Julia Zumpano menjelaskan bahwa proses ini bisa memengaruhi tingkat energi tubuh."Setelah Anda makan, gula darah meningkat dan insulin masuk ke aliran darah untuk membantu memindahkan gula ke dalam sel sebagai energi," ujarnya.Perubahan kadar gula darah yang cepat dapat membuat sebagian orang merasa lemas atau mengantuk.Lihat Juga :Coba 10 Menu Sahur Ini, Engga Bikin Haus Seharian Puasa Lancar6. Kualitas tidurKualitas dan durasi tidur juga sangat menentukan. Orang dewasa umumnya disarankan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.Kurang tidur atau jam tidur yang tidak teratur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Akibatnya, tubuh terasa tidak seimbang sepanjang hari, termasuk lebih mudah mengantuk setelah makan."Setiap orang membutuhkan jumlah istirahat yang berbeda. Penting untuk memahami kebutuhan tidur tubuh Anda," kata Zumpano.
7. Kombinasi karbohidrat dan proteinMakanan tinggi karbohidrat dan protein cenderung membuat rasa kenyang dan rileks lebih cepat muncul. Proses pencernaan sendiri memerlukan waktu dan energi.Semakin berat dan besar porsi makanan, semakin lama sistem pencernaan bekerja. Kondisi ini dapat membuat tubuh terasa lebih lambat dan memicu kantuk.Pada dasarnya, mengantuk setelah makan adalah hal yang wajar. Namun, jika rasa kantuk muncul secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk memastikan tidak ada kondisi kesehatan tertentu yang mendasarinya. (glo/tis)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260303164154-255-1333929/kenapa-habis-makan-ngantuk-ini-penjelasannya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Pisah Ranjang Bisa Bikin Sehat? Ini Dia Plus Minus Sleep Divorce
06 Apr 2026
Kenapa Orang Sering Menggesekkan Kaki Sebelum Tidur?
06 Apr 2026
Aplikasi Ini Beri Informasi Pesawat Delay Lebih Cepat dari Bandara
06 Apr 2026
Skor IQ Rata-rata Orang Indonesia, Peringkat ke-131 dari 142 Negara
06 Apr 2026
Aksi 3 Menit, Pencurian Rapi Lukisan Para Maestro di Museum Italia
06 Apr 2026
Psikolog Sebut Baligo Film 'Aku Takut Mati' Bisa Berbahaya buat Mental