Kasus Campak Tinggi di RI, Seberapa Mudah Virus Ini Menular?
Judul: Kasus Campak Tinggi di RI, Seberapa Mudah Virus Ini Menular? Daftar Isi Risiko penularan campak sangat tinggi Gejala campak yang perlu dikenali Komplikasi yang bisa terjadi...
Daftar Isi
Risiko penularan campak sangat tinggi
Gejala campak yang perlu dikenali
Komplikasi yang bisa terjadi
Jakarta, Kasus campak di Indonesia masih terus menjadi perhatian. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus campak yang cukup tinggi di dunia.Kasus campak pada 2025 yang terkonfirmasi mencapai lebih dari 11 ribu, sementara kasus suspek dilaporkan mencapai lebih dari 60 ribu. Lalu, sebenarnya seberapa mudah virus campak ini menular?Lihat Juga :IDAI: Kasus Campak Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Jurnal Medika Utama oleh Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, campak adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan menyebar ke seluruh tubuh.Campak menyebar dengan sangat mudah ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau bahkan bernapas di dekat orang lain. Partikel virus dapat terbawa melalui udara dan masuk ke tubuh orang lain melalui hidung, mulut, atau mata. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan virus campak hidup di lendir hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi. Virus tersebut dapat menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin.Virus campak bahkan dapat bertahan di udara atau menempel pada permukaan benda hingga dua jam. Maka dari itu,seseorang bisa tertular hanya dengan menghirup udara yang terkontaminasi virus atau menyentuh permukaan yang terpapar, lalu menyentuh wajah.Risiko penularan campak sangat tinggiPenularan campak tergolong sangat cepat, sekitar 90 persen orang yang tidak memiliki kekebalan, baik karena belum divaksin atau belum pernah terinfeksi sebelumnya dapat tertular jika berada dekat dengan penderita campak.Seseorang yang terinfeksi juga dapat menularkan virus bahkan sebelum mengetahui dirinya sakit. Penularan biasanya terjadi sejak empat hari sebelum munculnya ruam hingga empat hari setelah ruam muncul di kulit.Pilihan RedaksiKasus Campak Australia dari Indonesia, Kemenkes Perketat PengawasanAngka Suspek Campak di RI Naik 3 Kali Lipat dalam 3 Tahun TerakhirKenali 3 Tahap Gejala Campak agar Tak Salah DiagnosisGejala campak yang perlu dikenaliMenurut World Health Organization (WHO), gejala campak biasanya muncul sekitar 10-14 hari setelah seseorang terpapar virus. Tanda awal penyakit ini umumnya berlangsung selama beberapa hari.Beberapa gejala awal yang sering muncul antara lain:demam tinggibatukpilekmata merah dan berairmuncul bintik putih kecil di dalam mulutBeberapa hari kemudian akan muncul ruam kemerahan di kulit. Ruam biasanya dimulai dari wajah atau belakang telinga, lalu menyebar ke seluruh tubuh dalam beberapa hari.Ruam campak ini biasanya berbentuk makulopapular kemerahan dan dapat berlangsung selama tiga hingga tujuh hari sebelum akhirnya memudar.Komplikasi yang bisa terjadiPada sebagian kasus, campak dapat menimbulkan komplikasi serius. Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada anak di bawah lima tahun, orang dengan daya tahan tubuh lemah, atau individu yang mengalami kekurangan gizi.Komplikasi campak dapat berupa infeksi telinga, diare berat, pneumonia, hingga radang otak (ensefalitis).Pada kasus yang berat, penyakit ini bahkan dapat menyebabkan kematian.Campak pada ibu hamil juga berisiko menyebabkan komplikasi seperti kelahiran prematur atau berat badan lahir yang rendah pada bayi.Hingga kini, para ahli menekankan bahwa vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah penularan campak. Vaksin campak biasanya diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi campak-gondong-rubella (measles, mumps, rubella/MMR).WHO menyebut vaksin ini aman dan efektif untuk membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus.Karena tingkat penularannya yang sangat tinggi, menjaga cakupan imunisasi tetap tinggi menjadi langkah penting untuk mencegah wabah campak di masyarakat. (anm/fef)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260304115308-255-1334165/kasus-campak-tinggi-di-ri-seberapa-mudah-virus-ini-menular
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Kapan Waktu Terbaik Minum Air Hangat untuk Pencernaan?
07 Apr 2026
Singapura Larang Penumpang Bawa 2 Power Bank Saat Naik Pesawat
07 Apr 2026
Hati-Hati, 5 Suplemen Ini Justru Jadi Penyebab Sembelit Tambah Parah
07 Apr 2026
Gunung Bromo Tutup Total 6-12 April 2026, Fokus Pemulihan Ekosistem
07 Apr 2026
Booking Mudah Trans Hotel Jakarta, Harga Terendah dan Diskon 50 Persen
07 Apr 2026
Mengenal Tall Poppy Syndrome, Rasa Iri atas Kesuksesan Teman