Apakah Suntik dan Infus Membatalkan Puasa? Ini Hukumnya
Judul: Apakah Suntik dan Infus Membatalkan Puasa? Ini Hukumnya Jakarta, Puasa Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang dapat me...
Jakarta, Puasa Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan ibadah tersebut. Di tengah perkembangan dunia medis, muncul pertanyaan baru yang sering ditanyakan umat Muslim, apakah menggunakan suntikan atau infus saat berpuasa bikin puasa auto batal?Pertanyaan ini sering muncul, terutama ketika seseorang membutuhkan perawatan medis, seperti suntikan vitamin atau obat di siang hari saat menjalankan puasa.Dalam program Ramadan spesial #UstazTanyaDong, .com menghadirkan sesi tanya jawab langsung bersama Anggota MUI Kota Bandung sekaligus FKUB Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi, untuk menjawab berbagai persoalan ibadah yang kerap muncul di masyarakat selama Ramadan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :#UstazTanyaDongTarawih Sering Skip, Puasanya Tetap Sah Gak?Menurut penjelasan para ulama, penggunaan suntikan atau infus sebenarnya memiliki beberapa pandangan hukum yang berbeda dalam fiqih. Mayoritas ulama berpendapat bahwa tindakan menyuntik obat atau injeksi tidak membatalkan puasa. Alasannya, cairan atau obat yang dimasukkan ke dalam tubuh tidak melalui lubang tubuh yang terbuka, seperti mulut, hidung, telinga, dubur, atau kemaluan.Dalam fiqih puasa, sesuatu umumnya dianggap membatalkan puasa apabila masuk ke dalam tubuh melalui saluran terbuka tersebut. Karena itu, injeksi yang diberikan melalui kulit atau pembuluh darah tidak termasuk dalam kategori tersebut."Artinya, suntikan obat yang bertujuan untuk pengobatan pada dasarnya tidak membatalkan puasa," kata Ustaz Wahyul.Berbeda dengan suntikan obat biasa, penggunaan infus atau suntikan vitamin sering menjadi bahan perdebatan di kalangan ulama.Pilihan RedaksiTernyata Begini Hukumnya Makan Terang-terangan Saat Orang BerpuasaMimpi Makan Saat Puasa, Apakah Puasanya Batal?Sikat Gigi Pakai Odol Saat Puasa, Puasa Batal atau Enggak?Infus dilakukan dengan memasukkan cairan atau nutrisi ke dalam tubuh melalui pembuluh darah. Tujuan medisnya adalah sebagai resusitasi cairan, yakni proses penggantian cairan tubuh ketika seseorang berada dalam kondisi kritis atau kehilangan banyak cairan.Setelah mendapatkan infus, tubuh biasanya terasa lebih segar dan tidak mudah lapar, meskipun sebenarnya tidak membuat seseorang merasa kenyang seperti makan."Karena efek inilah, sebagian ulama memandang infus berpotensi menyerupai fungsi makan atau minum sehingga dinilai lebih aman untuk dihindari saat berpuasa," katanya.Dalam kitab Fatawa Mu'ashirah, ulama kontemporer Yusuf al-Qaradawi menjelaskan bahwa infus memang tidak secara langsung membatalkan puasa karena cairannya tidak masuk melalui lubang tubuh yang terbuka.Namun, beliau lebih menyarankan agar penggunaan infus dihindari ketika seseorang sedang berpuasa. Alasannya, meskipun tidak mengenyangkan, infus dapat membuat tubuh terasa lebih segar dan mengurangi rasa lapar maupun dahaga.Dari sisi kehati-hatian dalam beribadah, meninggalkan hal-hal yang berpotensi meragukan dianggap sebagai pilihan yang lebih aman.Ada pula pendapat yang menyatakan bahwa semua bentuk injeksi, baik obat maupun nutrisi, dapat membatalkan puasa. Pendapat ini diambil sebagai langkah kehati-hatian agar seseorang tidak melakukan hal yang dapat merusak ibadah puasanya."Karena adanya perbedaan pandangan ini, banyak ulama menyarankan untuk menghindari infus atau suntikan vitamin saat berpuasa jika tidak benar-benar diperlukan," jelasnya.Dalam Islam, orang yang sedang sakit sebenarnya mendapat keringanan untuk tidak berpuasa. Mereka diperbolehkan mengganti puasa tersebut di hari lain ketika kondisi tubuh sudah memungkinkan.
Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Baqarah 286 yang menegaskan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.Karena itu, jika seseorang membutuhkan perawatan medis seperti infus atau suntikan nutrisi, maka boleh saja tidak berpuasa terlebih dahulu dan menggantinya di waktu lain setelah sembuh.Punya pertanyaan lain seputar puasa? Selama bulan Ramadan, .com menghadirkan program #UstazTanyaDong. Anda bisa langsung mengirimkan pertanyaan melalui akun media sosial dan mendapatkan jawaban langsung dari KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga belajar lebih tenang, bijak, dan penuh ilmu dalam menjalani ibadah. (tis/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260309133317-284-1335919/apakah-suntik-dan-infus-membatalkan-puasa-ini-hukumnya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
7 Cara Agar Tak Mudah Lupa Setelah Membaca
06 Apr 2026
Ini 6 Cara Alami Mengatasi Perut Kembung, Bikin Lega Seketika
06 Apr 2026
Pisah Ranjang Bisa Bikin Sehat? Ini Dia Plus Minus Sleep Divorce
06 Apr 2026
Kenapa Orang Sering Menggesekkan Kaki Sebelum Tidur?
06 Apr 2026
Aplikasi Ini Beri Informasi Pesawat Delay Lebih Cepat dari Bandara
06 Apr 2026
Skor IQ Rata-rata Orang Indonesia, Peringkat ke-131 dari 142 Negara