Gaya Hidup 11 Mar 2026 4 views

Masjid Wapauwe di Maluku, Berdiri Kokoh Tanpa Paku Sejak Tahun 1414

Judul: Masjid Wapauwe di Maluku, Berdiri Kokoh Tanpa Paku Sejak Tahun 1414 Jakarta, Masjid-masjid tua di Nusantara bukan sekadar tempat sujud, melainkan prasasti hidup yang mereka...

Masjid Wapauwe di Maluku, Berdiri Kokoh Tanpa Paku Sejak Tahun 1414
Judul: Masjid Wapauwe di Maluku, Berdiri Kokoh Tanpa Paku Sejak Tahun 1414

Jakarta, Masjid-masjid tua di Nusantara bukan sekadar tempat sujud, melainkan prasasti hidup yang merekam jejak panjang Islam di tanah air.
Di antara deretan bangunan bersejarah tersebut, Masjid Wapauwe di Maluku menjadi salah satu yang paling fenomenal karena ketangguhannya melewati zaman kolonial.
Didirikan pada tahun 1414 Masehi, Masjid Wapauwe awalnya dikenal dengan nama Masjid Wawane karena letaknya di lereng Gunung Wawane.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosok di balik pembangunannya adalah Pernada Jamilu, seorang keturunan Kesultanan Jailolo dari Maluku Utara, yang mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan Islam di wilayah pegunungan tersebut.
Namun, gejolak sejarah memaksa masjid ini "berpindah". Pada tahun 1614, demi menghindari agresi Portugis dan Belanda, bangunan masjid dipindahkan ke Kampung Tehala untuk memastikan keselamatan jemaah dan kelestarian bangunan suci tersebut.
Pilihan Redaksi
Wisata Religi di Tangerang, Melihat dari Dekat Masjid Pintu Seribu
Dekat dengan Kutub, Ini Masjid Paling Utara di Permukaan Bumi
Masjid Saka Tunggal, Jejak Abadi Islam di Tanah Jawa Sejak Abad ke-13
Nama "Wapauwe" sendiri memiliki kaitan erat dengan lokasi barunya di wilayah Wapa. Dalam bahasa lokal Kaitetu, Wapa merujuk pada jenis pohon mangga berabu, sedangkan Uwe berarti bawah.
Konon, masjid ini berada di bawah pohon mangga berabu yang dilingkupi keajaiban: tak ada satu pun daunnya yang gugur. Dari situlah nama Masjid Wapauwe abadi hingga saat ini, yang secara harfiah berarti "masjid di bawah pohon mangga berabu".
Salah satu daya tarik utama yang membuat dunia takjub adalah konstruksinya. Masjid Wapauwe dibangun seluruhnya dari kayu tanpa menggunakan satu buah paku pun.
Arsitektur jenius ini menggunakan sistem sambungan kayu yang presisi, sehingga bangunan ini bersifat knockdown-dapat dilepas dan dipasang kembali dengan mudah.
Teknik inilah yang memungkinkan masjid dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain tanpa merusak struktur aslinya saat masa penjajahan dulu.
Hingga hari ini, Masjid Wapauwe tetap berdiri tegak sebagai simbol perlawanan, keteguhan iman, sekaligus bukti kecerdasan arsitektur leluhur Maluku yang tak lekang oleh waktu. (wiw)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260310102736-269-1336234/masjid-wapauwe-di-maluku-berdiri-kokoh-tanpa-paku-sejak-tahun-1414
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.