Gaya Hidup 11 Mar 2026 6 views

Tes Genetik, Cara Baru Menentukan Diet dan Perawatan Kulit

Judul: Tes Genetik, Cara Baru Menentukan Diet dan Perawatan Kulit Jakarta, Tes genetik kini mulai dilirik sebagai pendekatan baru dalam menentukan program diet hingga perawatan ke...

Tes Genetik, Cara Baru Menentukan Diet dan Perawatan Kulit
Judul: Tes Genetik, Cara Baru Menentukan Diet dan Perawatan Kulit

Jakarta, Tes genetik kini mulai dilirik sebagai pendekatan baru dalam menentukan program diet hingga perawatan kecantikan yang lebih personal. Di tengah tren gaya hidup sehat dan perawatan estetika, teknologi ini menawarkan cara memahami tubuh hingga ke tingkat gen.Dokter estetik dari Plasthetic Clinic Jakarta, Elizabeth Ravinka Rossabel, menjelaskan bahwa pada dasarnya setiap manusia memiliki gen. Bahkan, semua makhluk hidup juga memiliki gen sebagai bagian dari sistem biologisnya.Gen merupakan bagian kecil dari DNA yang membawa informasi penting bagi tubuh. Informasi ini digunakan tubuh untuk memproduksi berbagai protein yang dibutuhkan agar organ dan sistem tubuh dapat bekerja dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :1 dari 4 Orang Indonesia Alami Obesitas, Ini Penjelasan Dokter"Jika dianalogikan, gen itu seperti resep atau blueprint bagi tubuh kita. Gen menjadi dasar yang menentukan bagaimana tubuh berkembang dan berfungsi," kata Elizabeth dalam keterangannya, Selasa (10/2). Kata dia, yang membuat gen begitu penting adalah karena setiap orang memiliki susunan gen yang berbeda. Tidak ada dua individu yang memiliki kombinasi genetik yang benar-benar sama, bahkan pada pasangan yang memiliki gaya hidup serupa.Selain menentukan karakteristik tubuh, gen juga berperan dalam pattern of inheritance atau pola pewarisan sifat dari orang tua kepada anak. Setiap anak mewarisi dua salinan gen, masing-masing dari ayah dan ibu, tetapi kombinasi yang terbentuk tetap unik pada setiap individu.Sering kali dua orang memiliki gaya hidup yang hampir sama, misalnya pasangan suami istri yang makan makanan serupa, berolahraga bersama, dan tinggal di lingkungan yang sama. Namun, kondisi kesehatan keduanya bisa berbeda.Pilihan RedaksiDeretan Golongan Darah Langka di Dunia, Ada 'Bombay Blood'Peneliti Temukan Cara Mengetahui Penyakit Tertentu dari Bau MulutDisangka Stres dan Maag, Wanita Surabaya Ternyata Idap Kista 33 CmMenurut Elizabeth, perbedaan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh variasi genetik. Variasi gen ini membuat respons tubuh terhadap makanan, olahraga, maupun faktor lingkungan menjadi berbeda.Karena itu, pendekatan kesehatan yang sama belum tentu memberikan hasil yang sama pada setiap orang."Dengan mengetahui profil genetik seseorang, berbagai intervensi seperti pola makan, program olahraga, hingga terapi medis dapat disesuaikan secara lebih personal," kata dia.Tes genetik atau genetic testing merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat gen, kromosom, dan protein dalam tubuh seseorang. Melalui tes ini, informasi dari DNA dapat dianalisis untuk memahami berbagai karakteristik tubuh.Informasi yang diperoleh dapat mencakup metabolisme tubuh, risiko kondisi kesehatan tertentu, hingga bagaimana tubuh merespons faktor seperti olahraga, pola makan, lingkungan, maupun obat-obatan.Pendekatan ini menjadi bagian dari perkembangan precision medicine, yakni konsep pengobatan yang lebih personal. Dalam pendekatan ini, intervensi kesehatan tidak lagi bersifat umum atau one size fits all, melainkan disesuaikan dengan kondisi genetik masing-masing individu.Proses tes genetik sebenarnya tidak rumit. Sampel yang diambil biasanya berupa air liur yang dimasukkan ke dalam tabung kecil.
Sampel tersebut kemudian dianalisis di laboratorium untuk melihat variasi gen tertentu. Setelah proses analisis selesai, hasilnya akan diinterpretasikan oleh ahli dan disusun dalam bentuk laporan personal atau personalized report."Prosedur ini tidak memerlukan suntikan atau pengambilan darah sehingga relatif mudah dan tidak invasif," katanya.
Apa saja yang dianalisis?Hasil tes genetik biasanya disusun dalam beberapa bagian analisis yang berkaitan dengan kesehatan dan gaya hidup.Salah satunya adalah skin health. Pada bagian ini, gen yang berkaitan dengan kesehatan kulit dianalisis, seperti risiko degradasi kolagen, risiko jerawat, hingga kecenderungan munculnya keriput.Informasi ini dapat membantu dokter menentukan jenis perawatan kulit yang lebih sesuai bagi setiap individu.Selain itu, tes genetik juga dapat menilai risiko kekurangan mikronutrien tertentu, seperti vitamin D. Penting dipahami bahwa tes ini tidak mengukur kadar vitamin dalam tubuh, melainkan melihat kecenderungan genetik seseorang terhadap risiko kekurangan nutrisi tertentu.[Gambas:Photo CNN]Misalnya, seseorang dengan risiko genetik tinggi terhadap kekurangan vitamin D mungkin membutuhkan asupan yang lebih besar dibandingkan orang lain.Tes genetik juga dapat menunjukkan sensitivitas terhadap makanan tertentu, seperti sensitivitas terhadap garam yang berkaitan dengan tekanan darah, atau sensitivitas terhadap kafein yang dapat memengaruhi kualitas tidur dan tingkat kecemasan.Analisis metabolisme dan risiko penyakitSelain aspek nutrisi, tes genetik juga dapat memberikan gambaran mengenai metabolisme tubuh dan risiko beberapa penyakit, seperti penyakit jantung, resistensi insulin, dan diabetes.Lihat Juga :Cocok Buat Buka Puasa, Ini 6 Manfaat Air Nabeez untuk KesehatanHal ini menjadi relevan terutama di Indonesia, di mana angka kasus diabetes terus meningkat.Dengan mengetahui sensitivitas insulin sejak dini, seseorang dapat menyesuaikan pola makan dan gaya hidup untuk menurunkan risiko penyakit tersebut.Bagi mereka yang ingin menurunkan atau menjaga berat badan, tes genetik juga dapat memberikan panduan yang lebih spesifik.Melalui analisis genetik, seseorang dapat mengetahui risiko obesitas, komposisi tubuh, jenis olahraga yang paling efektif, serta pola diet yang paling sesuai dengan metabolisme tubuhnya.Pilihan RedaksiJangan Kalap saat Berbuka, Ini Dampaknya bagi TubuhGejala Kanker Ginjal: Dari Darah di Urine hingga Nyeri PinggangBukan Perasaan Sedih Biasa, Apa itu Depressive Disorder?Saat ini terdapat berbagai metode diet populer seperti intermittent fasting, diet keto, maupun diet rendah karbohidrat. Namun, tidak semua metode tersebut cocok untuk setiap orang.Dengan pendekatan berbasis genetik, program diet dapat disesuaikan sehingga hasilnya lebih optimal dan risiko kenaikan berat badan kembali dapat diminimalkan.Peran tes genetik dalam wellness dan estetikaSelama ini tes genetik sering dianggap hanya digunakan untuk mendeteksi penyakit keturunan. Padahal, pemanfaatannya kini semakin luas, termasuk dalam pendekatan wellness dan estetika.Tes genetik dapat membantu menentukan kebutuhan nutrisi, menyesuaikan program olahraga, serta memahami bagaimana tubuh merespons berbagai faktor lingkungan.Di bidang estetika, analisis gen yang berkaitan dengan kesehatan kulit juga dapat membantu dokter menentukan jenis perawatan dan frekuensi treatment yang lebih tepat.Melalui pendekatan ini, perawatan tidak hanya didasarkan pada kondisi kulit yang terlihat dari luar, tetapi juga mempertimbangkan faktor biologis yang lebih mendalam.Elizabeth mengatakan, pemahaman terhadap kondisi genetik diharapkan dapat membantu dokter memberikan rekomendasi perawatan yang lebih personal dan optimal, baik untuk kesehatan maupun estetika."Dengan kata lain, tes genetik membuka peluang baru bagi pendekatan kesehatan dan kecantikan yang lebih presisi, dimulai dari memahami tubuh kita sendiri hingga ke tingkat gen," katanya.
Tes Genetik, Cara Baru Menentukan Diet dan Perawatan Kulit

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260311082151-255-1336658/tes-genetik-cara-baru-menentukan-diet-dan-perawatan-kulit
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.