Gaya Hidup 19 May 2026 7 views

Kenali Gejalanya, Ini 3 Ciri-Ciri Orang Harus ke Psikiater

Daftar Isi Ciri-ciri orang harus ke psikiater 1. Berkurangnya energi dan motivasi 2. Kehilangan minat, kesenangan, atau kegembiraan dalam hidup 3. Tidak bisa konsentrasi Jakar...

Kenali Gejalanya, Ini 3 Ciri-Ciri Orang Harus ke Psikiater
Daftar Isi

Ciri-ciri orang harus ke psikiater

1. Berkurangnya energi dan motivasi

2. Kehilangan minat, kesenangan, atau kegembiraan dalam hidup

3. Tidak bisa konsentrasi

Jakarta, Kesehatan mental penting untuk dijaga. Namun seringnya banyak orang yang ragu apakah harus mendapat bantuan dari psikiater. Anda perlu tahu apa saja ciri-ciri orang harus ke psikiater.Adapun psikiater merupakan dokter yang memiliki pelatihan khusus dalam penilaian, diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit mental.Lihat Juga :Mood Naik-Turun saat Menstruasi, Ini Batas Normal Menurut Psikiater

Mengutip Verywell Mind, kondisi psikiatri yang umumnya didiagnosis oleh psikiater, antara lain gangguan stress pascatrauma (PTSD), gangguan hiperaktivitas defisit perhatian (ADHD), skizofrenia, dan gangguan bipolar.Ciri-ciri orang harus ke psikiaterSeorang psikiater dapat meresepkan obat untuk pasiennya. Namun hal tersebut bergantung pada tingkat keparahan gejala dan kebutuhan serta keinginan pasien. Pilihan RedaksiMengenal 5 Tahap Berduka, dari Penolakan hingga PenerimaanTren Anxiety Bag Gen Z, Cara Simpel Redakan Cemas MendadakDokter Jiwa: Trauma Mengintai Anak Korban Kasus Daycare YogyakartaMenurut Express, seseorang yang mengalami depresi harus segera ditangani. Ciri-ciri orang harus ke psikiater mungkin bisa Anda perhatikan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.Seorang konsultan psikiater, Ahmed Hankir, menjelaskan tiga gejala depresi yang harus Anda sadari untuk segera melakukan pengobatan tepat. Berikut tandanya:1. Berkurangnya energi dan motivasi"Depresi dapat menguras seluruh energi dari tubuh Anda," kata Ahmed. Bukan hanya lelah fisik karena aktivitas, Ahmed menjelaskan lelah yang dimaksudnya bisa terkait dengan kelelahan emosional dan mental.Menurut Ahmed, seseorang yang mengalami depresi sering kali tidak memiliki energi dan motivasi untuk bangun dari tempat tidur. Mereka juga dapat dengan mudah menghabiskan sepanjang hari dengan berbaring di tempat tidur tanpa melakukan apa pun.2. Kehilangan minat, kesenangan, atau kegembiraan dalam hidupKonsultan psikiater yang memiliki 426 ribu pengikut di TikTok ini menjelaskan, seseorang dengan depresi dapat kehilangan semua minat pada aktivitas yang dahulu mereka sukai, termasuk hobi. Seseorang yang depresi mengalami anhedonia."Anda mungkin pernah mendengar istilah hedonism sebelumnya, yaitu pengejaran kesenangan. Anhedonia merupakan ketiadaan kesenangan sama sekali, misalnya, terkait makanan favorit maupun keintiman dengan pasangan," tuturnya.
3. Tidak bisa konsentrasiDepresi juga berpengaruh pada konsentrasi. Seseorang yang depresi terlihat seperti orang linglung atau melamun."Mereka dapat kesulitan mengikuti percakapan karena mereka tampaknya tersesat dalam pusaran pikiran yang depresi," ujarnya.Bahkan, kata Ahmed, masalah konsentrasi penderita depresi bisa sangat parah sehingga tampak seperti seseorang dengan demensia. Padahal, sebenarnya tidak seperti itu."Istilah untuk ini adalah pseudo-demensia," tuturnya. Biasanya, ditambahkan Ahmed, cara mengatasi depresi yang mendasarinya dengan pengobatan antidepresan dan masalah konsentrasi tersebut akan hilang.Meski demikian, tidak melulu ketiga gejala tersebut memastikan Anda adalah penderita depresi. Oleh karena itu, periksakan diri ke psikiater jika Anda mengalami ketiga tanda itu.Demikian ciri-ciri orang harus ke psikiater yang bisa Anda cermati. Mulailah perhatikan kesehatan mental Anda sejak dini. (glo/rti)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260519141641-255-1360004/kenali-gejalanya-ini-3-ciri-ciri-orang-harus-ke-psikiater
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.