Kenapa Disebut Tiket Pulang-Pergi, Bukan Pergi-Pulang? Ini Jawabannya
Jakarta, Ketika memesan tiket perjalanan, masyarakat Indonesia tentu sering menemui istilah Pulang-Pergi (PP) dalam opsi pembelian.Namun, sadar atau tidak, penggunaan istilah Pulan...
Seorang pakar bahasa, Ivan Lanin, membeberkan mengenai kebiasaan penggunaan istilah Pulang-Pergi berdasarkan penjelasan dari tulisan di blog Rubrik Bahasa."Intinya, kita tetap mendahulukan tujuan. Dalam 'pulang pergi', 'pulang' lebih menjadi tujuan kita," kata Ivan kepada .com, dengan menyarikan isi tulisan dari blog Rubrik Bahasa. Pilihan RedaksiStudi Ungkap Kursi Pesawat yang Paling Diincar PenumpangBiaya Bengkak, Maskapai Ngaku Tak Kuat Lagi Tampung Beban AvturDeretan Bandara Internasional yang Ada di IndonesiaMendahulukan tujuan menurut Ivan juga terdapat dalam "jual beli" dan "maju mundur". Sementara dalam tulisan blog Rubrik Bahasa dengan judul "Bahasa dan Realitas" oleh Yanwardi, juga disebutkan bahwa sesungguhnya struktur setipe lain juga ada."Sesungguhnya dalam bahasa (Indonesia) struktur setipe 'keluar masuk' yang tampak tidak ikonis, cukup banyak. Yang saya maksud dengan struktur yang tampak tidak manasuka adalah bahwa antara penanda (bunyi, kata, frasa) dan petanda (obyek, yang diacu penanda realitas) seolah-olah tidak memiliki hubungan kronologis," jelasnya.Dalam tulisannya, dia memberi contoh yang setipe dengan "keluar masuk" antara lain "turun naik", "pulang pergi", "tua muda", dan "datang pergi"."Bahkan, uniknya bentuk yang bias dianggap tidak logis karena dianggap tidak sesuai dengan realitas, seperti bentuk 'keluar masuk' dan 'pulang pergi' sebenarnya juga logis dengan jenis kelejasan yang lain, yakni urutan kronologis dengan pelaku berada di dalam," tulisnya."Sebab itu, urutannya 'keluar' dulu, baru 'masuk'. Sementara 'pulang pergi' lejas atau ikonis secara psikologis, manusia secara naluriah ingin sampai di rumah dahulu. Sebab itu, urutannya, menjadi 'pulang' dahulu," lanjutnya dalam blog tersebut. (wiw)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260521151040-269-1360838/kenapa-disebut-tiket-pulang-pergi-bukan-pergi-pulang-ini-jawabannya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
27 May 2026
FOTO: Tinggalkan Plastik, Distribusi Kurban Beralih ke Wadah Alami
27 May 2026
Wisata Astronomi Jadi Tren Liburan Utama Global di 2026
27 May 2026
Ternyata Ini Alasan Mengapa Nafsu Makan Jadi Hilang saat Sakit
27 May 2026
Cara Aman Mengusir dan Hancurkan Sarang Tawon Vespa
27 May 2026
Daging Kurban Ternyata Tak Cocok Langsung Disate, Ini Alasannya
27 May 2026
Studi Temukan Pola Asuh Keras Bisa Pengaruhi Otak Anak