Tokyo ke AS Cuma 2 Jam, Jepang Uji Coba Pesawat Penumpang Hipersonik
Jakarta, Perlombaan teknologi penerbangan super cepat memasuki babak baru. Badan Penjelajahan Antariksa Jepang (JAXA) dilaporkan tengah mengembangkan pesawat jet penumpang hiperson...
Seperti dilansir Mirror berdasarkan laporan Interesting Engineering, pengujian ini dilakukan di dalam fasilitas uji mesin ramjet milik Pusat Antariksa Kakuda JAXA di Prefektur Miyagi. Model pesawat eksperimental ditempatkan di bawah tekanan simulasi atmosfer yang ekstrem.Uji coba tersebut dinyatakan sukses besar setelah berhasil memvalidasi beberapa sistem krusial pesawat. Pesawat ini mampu bertahan di bawah suhu ekstrem yang melonjak mendekati 1.000°C akibat gesekan udara pada kecepatan Mach 5. Pilihan RedaksiEks Pramugari Ungkap Kode 3 Huruf Tanda Bahaya di PesawatPisau Dapur Lolos ke Kabin Pesawat, Sistem Keamanan Bandara Disorot10 Maskapai Penerbangan Terbaik di Dunia 2026, Semuanya dari AsiaSelain itu, pesawat ini juga mampu menunjukkan stabilitas aerodinamis yang solid serta sistem pembakaran mesin pesawat yang bekerja konstan di bawah kondisi hipersonik.Fase berikutnya dari program ambisius ini adalah memasang pesawat eksperimental tersebut pada roket pendorong untuk melakukan demonstrasi penerbangan Mach 5 sungguhan di atmosfer bumi dalam waktu dekat.Jika proyek ambisius JAXA ini berhasil mengudara secara komersial, peta pariwisata dan bisnis global akan berubah drastis. Pesawat hipersonik ini mampu memangkas waktu tempuh penerbangan dari Tokyo menuju Amerika Serikat menjadi hanya 2 jam.Sebagai perbandingan, penerbangan komersial konvensional saat ini membutuhkan waktu sekitar setengah hari (12 jam).Kemampuan luar biasa ini dicapai berkat dua faktor utama. Jet Mach 5 ini akan melesat dengan kecepatan sekitar 3.300 mph (5.310 km/jam), atau enam kali lebih cepat dari pesawat penumpang biasa. Sementara Concorde yang pensiun pada tahun 2003 lalu hanya mentok di kecepatan Mach 2 (1.400 mph).Pesawat ini akan terbang di lapisan stratosfer pada ketinggian 17 mil (sekitar 27 kilometer) di atas permukaan bumi, lebih dari dua kali lipat ketinggian jelajah pesawat komersial biasa untuk menghindari hambatan udara yang tebal.Meskipun hasil uji coba di laboratorium ini sangat menjanjikan, masyarakat dunia masih harus bersabar untuk bisa membeli tiket dan menaiki pesawat ini."Mengembangkan pesawat konvensional saja biasanya membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Karena pengembangan pesawat penumpang hipersonik membutuhkan dua tahap demonstrasi, pesawat eksperimental diikuti oleh pesawat penumpang utuh, kami berharap pengembangannya dapat selesai dalam waktu sekitar 20 tahun ke depan," ujar Hideyuki Taguchi, profesor dari Tokyo University of Science, kepada Mainichi.Jepang bukan satu-satunya negara yang bertarung dalam perlombaan ini. Di belahan bumi lain, badan antariksa AS (NASA) lewat pesawat eksperimental X-59 serta perusahaan penerbangan Boom Supersonic melalui jet XB-1 juga terus melakukan uji terbang demi mengatasi hambatan efisiensi bahan bakar dan meredam dentuman sonik (sonic boom) yang selama ini menjadi kelemahan utama pesawat super cepat. (wiw)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260523154547-269-1361587/tokyo-ke-as-cuma-2-jam-jepang-uji-coba-pesawat-penumpang-hipersonik
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
27 May 2026
FOTO: Tinggalkan Plastik, Distribusi Kurban Beralih ke Wadah Alami
27 May 2026
Wisata Astronomi Jadi Tren Liburan Utama Global di 2026
27 May 2026
Ternyata Ini Alasan Mengapa Nafsu Makan Jadi Hilang saat Sakit
27 May 2026
Cara Aman Mengusir dan Hancurkan Sarang Tawon Vespa
27 May 2026
Daging Kurban Ternyata Tak Cocok Langsung Disate, Ini Alasannya
27 May 2026
Studi Temukan Pola Asuh Keras Bisa Pengaruhi Otak Anak