Junta Myanmar 'Ancam' Warga Jelang Pemilu Perdana Sejak Kudeta
Panglima militer sekaligus pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing, mengeluarkan peringatan kepada warga menjelang pemilihan umum (pemilu) yang akan diadakan akhir pekan ini. Pesan...
"Menolak memilih sama dengan menolak kemajuan demokrasi," ujar Hlaing, seperti dikutip The Irrawaddy.
Pernyataan ini muncul di tengah upaya junta untuk menggalang dukungan publik, mengingat kurangnya minat warga terhadap pemilu yang dianggap hanya formalitas. Meskipun undang-undang pemilu Myanmar tidak mensyaratkan jumlah pemilih minimum, junta sangat ingin menunjukkan partisipasi masyarakat kepada dunia.
Pemungutan suara ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu pada 28 Desember, 11 Januari, dan Februari. Hlaing menyelenggarakan pemilu ini setelah menggulingkan pemerintahan yang sah pada Februari 2021.
Sejak kudeta, Presiden U Win Myint, Penasihat Negara Daw Aung San Suu Kyi, dan mantan menteri dari pemerintahan sah sebelumnya masih ditahan di Naypyitaw, Yangon, Mandalay, dan Taungoo. Beberapa pejabat lain yang ditangkap bahkan dilaporkan meninggal dunia.
Penolakan terhadap kekuasaan Hlaing telah meluas di kalangan warga Myanmar sejak awal kudeta, yang kemudian direspons dengan kekerasan oleh junta. Akibatnya, puluhan ribu orang dilaporkan meninggal dunia.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20251223125453-106-1309885/junta-myanmar-ancam-warga-jelang-pemilu-perdana-sejak-kudeta
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Permaisuri Terakhir Iran Masih Hidup, di Mana Sekarang?
28 May 2026
Korea Selatan Duga Rudal Iran Serang Kapal Kargonya di Selat Hormuz
28 May 2026
Ledakan Tambang di Shanxi China Ungkap Dugaan Pelanggaran Sistemik
27 May 2026
FOTO: Jamaah Haji Melaksanakan Ibadah Lempar Jumrah di Mina
27 May 2026
Momen Prabowo Salat Iduladha dengan Diaspora RI di Paris
27 May 2026
Menlu: Prabowo ke Prancis Penuhi Undangan Macron yang Tertunda