Para Pekerja Pabrik di Korut Walk Out saat Pidato Kim Jong Un
Sejumlah pekerja pabrik di Korea Utara dilaporkan meninggalkan sesi pembacaan pidato Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un yang disiarkan melalui pengeras suara di pabrik-pabrik pada awal...
Menurut sebuah sumber di provinsi Hamgyong utara, teks pidato Kim yang dimuat di Rodong Sinmun telah sampai ke pabrik dan perusahaan di pusat kota Hoeryong menjelang sesi membaca pagi pada 2 Januari. Di salah satu pabrik, beberapa buruh memilih untuk walk out.
Sumber tersebut menjelaskan bahwa para pekerja merasa terganggu oleh isi pidato yang seolah menuntut mereka untuk terus menunjukkan patriotisme dan loyalitas. Mereka khawatir akan diminta untuk bergabung dengan lebih banyak proyek konstruksi atau meningkatkan produksi lagi, padahal mereka sudah tidak senang karena terus-menerus dipanggil untuk bekerja tanpa kompensasi atau imbalan.
Bagian pidato yang mengganggu para pekerja berbunyi: "Kami memasuki tahun 2025 dengan berat hati karena dihadapkan dengan tugas-tugas besar; yang kami yakini tidak lain adalah patriotisme dan loyalitas rakyat kami, dan merekalah kekuatan pendorong sejati yang menggerakkan perjuangan kami yang belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang tahun."
Kekecewaan ini juga terlihat di Hoeryong, yang merupakan kampung halaman Kim Jong Suk (istri Kim Il Sung dan ibu Kim Jong Il) dan dianggap sebagai tempat tinggal yang lebih baik. Reaksi negatif di sana menunjukkan adanya frustrasi dan kelelahan terhadap proyek kerja wajib yang terus berulang. Beberapa pekerja bahkan mengungkapkan rasa tidak nyaman dan penolakan terhadap pidato Kim yang kembali mengingatkan mereka pada kesulitan yang dialami sepanjang tahun 2025.
Sikap sinis di lapangan ini sangat kontras dengan laporan media pemerintah Korea Utara yang menampilkan dukungan besar dari seluruh lapisan masyarakat. Media pemerintah melaporkan bahwa "Gunung dan sungai di seluruh negeri bergelora menyambut pidato Tahun Baru."
Surat kabar resmi Partai Pekerja Korea, Rodong Sinmun, juga mengklaim bahwa "Hati rakyat di negeri ini kini dipenuhi keinginan untuk setia menerima kepemimpinan pria yang paling mencintai rakyat dan mengagungkan kebesaran serta kebaikan mereka, serta hasrat untuk membalasnya dengan terlibat lebih berani dalam perjuangan mendorong pembangunan sosialisme versi kita di semua bidang."
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260112153645-113-1316186/para-pekerja-pabrik-di-korut-walk-out-saat-pidato-kim-jong-un
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Trump Ancam Bui Wartawan yang Beritakan Cara AS Evakuasi Pilot di Iran
07 Apr 2026
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Diklaim dalam Kondisi Kritis
07 Apr 2026
Lagi, Netanyahu Menghasut Trump Tolak Setop Perang dengan Iran
07 Apr 2026
Trump Ledek Biden Pakai Tanda Tangan Otomatis di Depan Anak-anak
07 Apr 2026
Trump Kesal Dicap Penjahat Perang Bombardir Iran: Mereka Binatang
07 Apr 2026
Trump Maki-maki Jurnalis NY Times yang Singgung Kejahatan Perang