Internasional 29 Jan 2026 5 views

Ikut Board of Peace, Netanyahu Masih Ngotot Tolak Negara Palestina

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali penolakannya untuk mengakui negara Palestina, bahkan saat Israel bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP)...

Ikut Board of Peace, Netanyahu Masih Ngotot Tolak Negara Palestina
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali penolakannya untuk mengakui negara Palestina, bahkan saat Israel bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), sebuah organisasi yang diinisiasi Amerika Serikat.

Netanyahu menyatakan tidak akan mengizinkan pembangunan kembali Gaza atau pendirian negara Palestina selama Hamas belum didemiliterisasi. "Sekarang fokus kita menyelesaikan dua misi yang tersisa: melucuti senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza dari senjata dan terowongan," ujarnya dalam konferensi pers pada Selasa (27/1), seperti dikutip dari Times of Israel.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan ini telah dibicarakan dengan Presiden AS Donald Trump, dan hanya ada dua kemungkinan: cara mudah atau cara sulit. "Saya mendengar kabar saya akan mengizinkan pembentukan negara Palestina di Gaza. Itu tidak akan terjadi," tegasnya.

Netanyahu juga mengklaim bahwa dirinya, bersama rekan-rekannya di pemerintahan yang pernah ia pimpin, adalah pihak yang berulang kali menghentikan pembentukan negara Palestina. "Bahkan hari ini dan besok, kami tak akan mengizinkan hal ini," tambahnya.

Israel, lanjut Netanyahu, akan mempertahankan kendali keamanan atas seluruh wilayah dari Sungai Yordan hingga laut, termasuk Jalur Gaza. Ia juga menyebut telah menerima informasi mengenai kemungkinan pengerahan tentara Turki dan Qatar ke Gaza, namun hal ini tidak akan terjadi jika Hamas belum dilucuti.

Inisiasi Dewan Perdamaian diumumkan oleh Trump pekan lalu. Piagam BoP ditandatangani oleh sejumlah anggota dalam Forum Ekonomi Dunia (FEW) di Davos, Swiss. Dewan ini bertujuan untuk mendorong stabilitas, memulihkan pemerintahan yang dapat diandalkan, serta mengamankan perdamaian abadi di daerah-daerah yang terkena dampak atau terancam konflik. Dalam piagamnya, negara-negara anggota dapat secara sukarela menyumbang US$1 miliar (sekitar Rp17 triliun) untuk operasional badan tersebut, dan dapat menjadi anggota tetap jika bersedia membayar nominal tersebut.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260129160330-120-1322453/ikut-board-of-peace-netanyahu-masih-ngotot-tolak-negara-palestina
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.