Bill Gates Minta Maaf, Sesali Pernah Habiskan Waktu Bareng Epstein
Judul: Bill Gates Minta Maaf, Sesali Pernah Habiskan Waktu Bareng Epstein Jakarta, Pendiri Microsoft Bill Gates buka suara usai kembali masuk dalam dokumen investigasi kasus preda...
Jakarta, Pendiri Microsoft Bill Gates buka suara usai kembali masuk dalam dokumen investigasi kasus predator seksual Jeffrey Epstein terbaru yang dirilis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat.Dalam sebuah wawancara dengan 9News Australia, Gates membantah melakukan kesalahan apa pun yang melibatkan pelaku kejahatan itu. Bantahan itu termasuk tuduhan tak berdasar soal korespondensi dia dengan Epstein pada 2013.Lihat Juga :Daftar 'Kejahatan' Bongbong sampai Sempat Mau Dimakzulkan DPR Filipina
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rupanya, Jeffrey menulis email untuk dirinya sendiri. Ah, email itu tidak pernah terkirim. Email itu palsu," kata Gates dalam wawancara yang disiarkan, Rabu (4/2), dikutip ABC news.Dia lalu berujar,"Jadi, saya tak tahu apa yang dipikirkannya saat itu."Bill Gates lalu meminta maaf sempat menjalin relasi bahkan menyesali bertemu Epstein."Itu cuma mengingatkan saya bahwa setiap menit yang saya habiskan bersamanya, saya sesali, dan saya minta maaf telah melakukan itu," kata dia lagi.Lihat Juga :File Epstein: Nama Bill Gates Dibawa-bawaGates mengaku pertama kali bertemu Epstein pada 2011, setelah dihukum tiga tahun sebelumnya di Florida.Epstein dinyatakan bersalah karena meminta layanan prostitusi dari anak di bawah umur.Gates, lebih lanjut mengatakan, sempat berpikir Epstein bisa memperkenalkannya kepada orang-orang kaya lain yang mungkin akan menyumbang ke Gates Donation.Meski demikian, taipan AS itu mengakui hadir di acara makan malam."Memang benar bahwa saya hanya hadir di acara makan malam. Saya tidak pernah pergi ke pulau itu, saya tidak pernah bertemu gadis mana pun," kata Gates.Pulau yang dimaksud adalah pulau pribadi milik Epstein di Kepulauan Virgin AS, tempat dia mengeksploitasi anak dan perempuan untuk jadi budak seks.Pilihan RedaksiIran: Jika AS Menyerang, Kami Gempur IsraelUpaya Pemakzulan Presiden Filipina sampai Putra Khadafi Tewas DibunuhDokumen Militer Vietnam Bocor, Ungkap Strategi Ancaman ASGates menjelaskan tujuan dia menjalin relasi dan bertemu Epstein untuk mencari donatur. Dia meyakin predator seks itu punya jejaring yang membuka peluang Gates apa yang dia mau."Fokusnya selalu pada fakta bahwa dia [Epstein] mengenal banyak orang kaya dan selalu mengatakan dia bisa membuat mereka menyumbangkan uang untuk kesehatan global," tambah Gates."Anda tahu, jika dilihat ke belakang, itu jalan buntu, dan saya bodoh karena menghabiskan waktu bersamanya. Saya adalah salah satu dari banyak orang yang menyesal pernah mengenalnya.""Dan semakin banyak yang terungkap, semakin jelas bahwa, meskipun waktu itu adalah sebuah kesalahan, itu tidak ada hubungannya dengan perilaku semacam itu" imbuh dia.Nama Bill Gates muncul dalam jutaan dokumen yang dirilis AS sejak tahun lalu.Dalam dokumen itu Epstein menulis sejumlah email untuk Gates.Salah satu email yang ditulis pada 2013 yakni Epstein menuduh Gates menyembunyikan infeksi menular seksual, termasuk dari istrinya saat itu, Melinda.Epstein juga bercerita harus membeli obat bagi untuk Gates guna mengatasi konsekuensi berhubungan seks dengan gadis-gadis Rusia.Di email lain, Epstein juga membahas simulasi pandemi dengan Gates pada 2017. (isa/rds)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260205101230-134-1324830/bill-gates-minta-maaf-sesali-pernah-habiskan-waktu-bareng-epstein
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Apa Itu Senjata Termal Israel yang Buat Warga Gaza Lenyap 'Menguap'?
13 Feb 2026
Trump Jamu Pasukan Elite AS yang Bekuk Maduro di Gedung Putih
13 Feb 2026
Ilhan Omar Cap Trump Pedofil: Kalau Di Somalia Sudah Dihukum Mati
13 Feb 2026
Swedia Kirim Jet dan Rangers ke Greenland Bantu NATO Redam Ambisi Trump
13 Feb 2026
AS-Iran Masih Nego Nuklir, Trump Ngotot Tambah Kapal Induk ke Timteng
13 Feb 2026
Iran Pecat Direktur Media TV Gegara Salah Omong 'Matilah Khamenei'