Israel Nyaris Kehabisan Stok Pencegat Rudal di Tengah Perang Iran
Judul: Israel Nyaris Kehabisan Stok Pencegat Rudal di Tengah Perang Iran Jakarta, Israel dilaporkan hampir kehabisan pencegat rudal balistik (interceptors) di tengah perang dengan...
Jakarta, Israel dilaporkan hampir kehabisan pencegat rudal balistik (interceptors) di tengah perang dengan Iran.Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan militer Israel (Israel Defense Forces/IDF) pekan ini memberi tahu Amerika soal stok pencegat rudal Tel Aviv menipis secara kritis.Menurutnya, Washington sebenarnya sudah mengetahui kapasitas pencegat rudal Israel yang rendah selama beberapa bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sesuatu yang sudah kami perkirakan sebelumnya," kata pejabat tersebut kepada Semafor, Minggu (15/3).Lihat Juga :Trump Desak Negara Lain Bantu Amankan Pelayaran di Selat HormuzSumber itu mengatakan Israel sebenarnya memasuki perang dalam kondisi stok interceptor yang rendah. Sebab, cadangan pencegat rudal sudah banyak digunakan dalam konflik dengan Iran pada musim panas lalu.Namun, sumber itu menegaskan stok pencegat rudal AS aman. Masih belum jelas apakah Amerika akan menjual atau berbagi interceptor miliknya dengan Israel. Sebab, langkah terseut juga berpotensi menekan stok domestik AS.Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan pada Juni 2025, AS menembakkan lebih dari 150 pencegat rudal dari sistem pertahanan rudal THAAD selama perang 12 hari Israel vs Iran. Jumlah itu diyakini sekitar seperempat dari total persediaan AS saat itu.Pilihan RedaksiPakar soal AS Bom Pulau Kharg Iran: Trump Putus AsaAS dan Israel Pusing, Drone Murah Iran Bikin RepotTrump Ancam Serang Lagi Pusat Minyak Iran: Cuma Buat Senang-senangLaporan CSIS juga menyebut AS telah menggunakan interceptor sistem Patriot Missile System senilai US$2,4 miliar atau sekitar Rp40,7 triliun (asumsi kurs Rp19.960) hanya dalam lima hari pertama perang saat ini.Januari ini, Pentagon mulai mengambil langkah untuk meningkatkan produksi sistem THAAD secara signifikan.Sistem pertahanan jarak jauh Israel kini mengalami tekanan besar akibat serangan Iran.CNN melaporkan Iran juga mulai menambahkan munisi klaster pada misilnya, yang dapat mempercepat habisnya persediaan pencegat rudal Israel. Munisi klaster adalah jenis senjata yang ketika rudal atau bom utama meledak di udara, kemudian menyebarkan banyak bom kecil (bomblets) ke area yang luas.Israel masih memiliki cara lain untuk mempertahankan diri dari serangan misil Iran, termasuk menggunakan jet tempur.Namun, kehadiran pencegat rudal tetap menjadi salah satu senjata pertahanan paling efektif untuk menghadapi serangan udara jarak jauh.Sementara itu, sistem pertahanan udara Iron Dome dirancang terutama untuk mencegat roket jarak pendek. (pta)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260315074528-120-1338161/israel-nyaris-kehabisan-stok-pencegat-rudal-di-tengah-perang-iran
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Presiden Pezeshkian: 14 Juta Warga Daftar Diri 'Rela Mati' Bela Iran
07 Apr 2026
Polisi Bongkar Kasus Perbudakan Wanita di Rumah, Disiksa dan Kelaparan
07 Apr 2026
AS Mulai Bombardir Pulau Minyak Kharg Iran Jelang Deadline Trump
07 Apr 2026
Korsel Wanti-wanti Ancaman Kriminalitas di Bali
07 Apr 2026
DK PBB Rapat soal Selat Hormuz Jelang Batas Waktu Ultimatum Trump
07 Apr 2026
Hari Ini Ultimatum Terakhir, Trump Ancam Musnahkan Iran dalam Semalam