Cerita Warga Iran yang Menyesal Dukung AS-Israel, Merasa Tertipu
Judul: Cerita Warga Iran yang Menyesal Dukung AS-Israel, Merasa Tertipu Jakarta, Sejumlah warga Iran mengungkapkan penyesalan mendukung Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang n...
Jakarta, Sejumlah warga Iran mengungkapkan penyesalan mendukung Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang negara mereka guna menggulingkan pemerintahan saat ini yang dipimpin rezim Republik Islam Iran.Protes besar-besaran warga menentang pemerintahan Iran saat ini mencapai puncaknya pada Januari lalu. Presiden AS, Donald Trump, kemudian mengatakan kepada demonstran kalau bantuan akan datang.Perang AS-Israel dengan Iran pecah pada 28 Februari. Trump berulangkali menyebut perang ini guna menggulingkan pemerintahan Iran. Tetapi rezim Iran yang kini dipimpin Mojtaba Khamenei tetap bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan RedaksiKhamenei Akhirnya Muncul! Buka Suara soal Gencatan Senjata AS-IranXi Jinping Menjamu Oposisi Taiwan saat Tutup Udara China, Ada Apa?Anak Raja Iran Reza Pahlavi Kesal Negaranya Masih Kuat Digempur ASSementara sejumlah kehancuran dirasakan warga Iran akibat perang tersebut.Tidak saja warga netral atau pendukung rezim, mereka yang sebelumnya menentang rezim atau mendukung AS-Israel ikut merasakan akibatnya.Warga Iran yang semula senang melihat AS-Israel, kini mengungkapkan penyesalan. Pasalnya, serangan AS-Israel itu memberikan dampak besar bagi kehidupan mereka."Saya pikir ini sudah berakhir. Saya pikir Republik Islam akhirnya akan berakhir," kata Leila, 25 tahun."Saya bahkan berpikir AS dan Israel telah sepakat dengan Reza Pahlavi tentang masa depan Iran," ucap Leila menambahkan.Nama Leila sengaja disamarkan demi keselamatan dirinya. Mulanya dia berpikir perang ini hanya sebenar. Tetapi dia tidak menyangka kalau serangan AS-Israel ke Iran merusak banyak fasilitas penting."Mengapa mereka menyerang jembatan? Mengapa menghancurkan jalur kereta api? Mengapa menargetkan depot minyak?" Dia menggelengkan kepalanya. "Bagaimana itu bisa membantu mengubah pemerintahan?" tanya Leila."Dalam rentang waktu hanya dua bulan, kita beralih dari 'bantuan sedang dalam perjalanan' ke ancaman tentang penghancuran peradaban Iran."Penyesalan dirasakan Leila. Bukan saja karena rezim Iran gagal hancur dan fasilitas di negaranya rusak, tetapi juga hubungan dengan teman-temannya yang hancur karena berbeda pandangan.Ali, 29 tahun, juga merasakan hal yang sama dengan Leila. Awalnya dia mengira perubahan bisa dilakukan melalui kekerasan.Sampai akhirnya Pemerintah Iran menyebut sebanyak 3.117 orang tewas, termasuk demonstran, pasukan keamanan, hingga warga sipil. Organisasi hak asasi manusia yang berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency, bahkan memperkirakan setidaknya 7.015 orang tewas."Mereka mengatakan akan menargetkan orang-orang tertentu dan situs militer. Kami pikir teknologi mereka cukup canggih untuk menghindari warga sipil," katanya.""Mungkin ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat mengubah sistem, mereka mulai menyerang semuanya. Atau mungkin saya hanya naif," ucap Ali.Ali jadi salah satu penentang rezim Iran saat ini yang merasakan langsung dampak perang setelah rumah keluarganya ikut hancur."Kami pikir perang akan mengakhiri segalanya. Rumah kami rata dengan tanah. Kami beruntung bisa selamat. Tapi sekarang kami tidak punya tempat tinggal," kata Ali.Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Tidak semua warga Iran yang anti dengan pemerintahan saat ini menginginkan perang. Mereka menyadari, kehancuran akan menyulitkan warga dan pemerintah membangun ulang fasilitas-fasilitas yang hancur."Hanya orang buta yang bisa berpikir bahwa perang yang dimulai oleh Trump dan Netanyahu akan membawa kita kebebasan," kata Maryam, nama samaran, 47 tahun."Bukankah kita melihat Gaza? Lebanon? Suriah? Bagaimana mungkin ada yang berpikir ini akan berbeda?"Pilihan RedaksiChina Mendadak Tutup Wilayah Udara selama 40 HariKlaim Menang Perang, Kenapa AS Tak Kunjung Bisa Rebut Selat Hormuz?Fight! Putra Biden Tantang Anak Trump Duel dalam KurunganSerangan AS Israel selama hampir dua bulan terakhir menghancurkan infrastruktur energi Iran, jembatan, pabrik baja, petrokimia, sinagoge, rumah sakit, kampus dan sekolah, hingga ratusan bisnis."Mungkin kita harus lega bahwa ledakan telah berhenti. Tetapi bagaimana Anda membangun kembali sebuah negara setelah ini?" tutur Maryam.Maryam mengecam warga Iran yang mendukung perang. Dia begitu geram dengan orang-orang yang mengatakan dukungan mereka tidak ada hubungannya dengan serangan AS-Israel ke Iran."Bukankah mereka mendengar Trump mengatakan kalau warga Iran menyambut pemboman itu? Saya tidak bisa memaafkan itu," ucap Maryam.Abbas, 54 tahun, percaya serangan AS-Israel yang menghancurkan Iran ikut meruntuhkan karier politik Reza Pahlavi.Menurut Abbas, Reza Pahlavi akan melakukan segala hal demi meraih kekuasaan. Namun dia tidak pernah mengutuk serangan AS dan Israel yang menghancurkan infrastruktur di Iran."Ia mencoba segala bentuk sanjungan yang dapat Anda bayangkan, berharap Trump akan menganggapnya serius. Tetapi pada akhirnya, ketika kesepakatan tercapai antara Washington dan Teheran, ia menjadi lebih tercela daripada sebelumnya," ujar Abbas.Secara terang-terangan Abbas meminta pendukung Reza Pahlavi melupakan tokoh tersebut. Di mata Abbas, Reza Pahlavi tidak bisa diandalkan sebagai pemimpin."Saya harap para pendukungnya sekarang mengerti: Anda tidak dapat mengandalkan seseorang yang rela melihat rakyatnya sendiri terbunuh dan negaranya hancur hanya untuk meraih kekuasaan."Niloufar memiliki pandangan yang lebih keras. Warga Teheran berusia 34 tahun itu hampir tidak percaya dengan gencatan senjata atau perang akan berhenti. Menurut Niloufar, selama di dalam rumah, dia tetap mendengar suara jet dan ledakan."Ketika gencatan senjata diumumkan, rasanya tidak nyata. Seperti beban yang terangkat dari dadaku. Untuk pertama kalinya dalam 40 hari, aku bisa tidur nyenyak," kata Niloufar.
Add
as a preferred source on Google
Tak Semua Warga Iran Antipemerintah Inginkan Perang
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260410130859-120-1346483/cerita-warga-iran-yang-menyesal-dukung-as-israel-merasa-tertipu
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
10 Apr 2026
Korupsi Netanyahu yang Didakwa Sejak 2019 Capai Lebih dari Rp8,5 T
10 Apr 2026
AS-Iran Siap Negosiasi di Pakistan, Israel Masih Gempur Lebanon
10 Apr 2026
Netanyahu Sewot Menhan Pakistan Sebut Israel Kutukan Manusia
10 Apr 2026
Menlu Iran: Netanyahu Siap-siap Dibui jika Perang Berakhir
10 Apr 2026
Ramai Kedubes Iran di Sejumlah Negara Ejek Trump: Kunci Hormuz Hilang
10 Apr 2026
INFOGRAFIS: Siapa Saja Hadir di Negosiasi Damai Iran-AS?