Lawatan Internasional Pejabat Pakistan Dikritik kala Ekonomi Terpuruk
Jakarta, Krisis ekonomi Pakistan kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya kritik terhadap frekuensi lawatan luar negeri para pemimpinnya, yang dinilai tidak sejalan dengan ke...
Dalam situasi tersebut, para pemimpin Pakistan dinilai seharusnya fokus menjalankan langkah penghematan dan reformasi fiskal. Namun kritik justru mengarah pada tingginya aktivitas diplomatik luar negeri pemerintah.Lihat Juga :Israel Diam-diam Punya 2 Pangkalan Militer Rahasia di Gurun IrakSejak kembali menjabat pada 2024, Perdana Menteri Shehbaz Sharif disebut telah melakukan perjalanan ke sekitar 20 negara dengan total lebih dari 40 kunjungan internasional dalam hampir dua tahun.Kepala Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir juga disebut aktif melakukan perjalanan diplomatik luar negeri. Secara resmi, lawatan-lawatan tersebut disebut bertujuan mencari dukungan ekonomi, keamanan, dan kerja sama strategis internasional.Namun di media sosial Pakistan, muncul skeptisisme mengenai efektivitas dan biaya dari perjalanan tersebut.Laporan tahun 2023 menyebut pemerintah Pakistan menghabiskan sekitar 64 juta rupee untuk perjalanan luar negeri, di tengah seruan resmi pemerintah agar masyarakat mengurangi perjalanan tidak penting demi mendukung langkah penghematan."PM meminta rakyat menghindari perjalanan yang tidak perlu, tetapi dirinya sendiri dinilai tidak mengikuti imbauan tersebut," tulis laporan itu.Kehadiran bersama Shehbaz Sharif dan Asim Munir dalam sejumlah kunjungan diplomatik juga memicu perdebatan publik. Sebagian warganet mempertanyakan besarnya peran militer dalam kebijakan luar negeri Pakistan, sementara yang lain menilai pemerintah sipil hanya menjadi "boneka" militer.Lihat Juga :Perang Makin Semrawut, Trump Bujuk Negara Arab Ini Invasi Pulau IranRangkaian lawatan ke luar negeriNarasi yang berkembang di media sosial menyebut lawatan-lawatan tersebut sebagai upaya mengembalikan citra militer Pakistan di mata publik."Masyarakat sudah tidak bisa lagi tertipu," tulis salah satu komentar yang dikutip laporan tersebut.Kritik juga muncul karena lawatan luar negeri dianggap tidak memberikan dampak nyata terhadap kondisi ekonomi masyarakat Pakistan yang masih dibebani inflasi tinggi, utang luar negeri, dan ketergantungan pada bantuan asing.Masih berdasarkan laporan di tahun 2023 , salah satu langkah paling mendasar untuk menunjukkan disiplin fiskal seharusnya dimulai dari pengurangan pengeluaran pemerintah sendiri, termasuk perjalanan luar negeri yang dianggap berlebihan.Lawatan diplomatik Pakistan disebut pada praktiknya lebih menyerupai upaya "mengetuk pintu" negara lain untuk meminta bantuan keuangan."Perjalanan-perjalanan itu tidak murah, sementara tindakan mengetuk pintu bantuan justru ikut membebani kas negara," tulis laporan tersebut. Selain faktor ekonomi, sejumlah lawatan juga dinilai memiliki tujuan politik dan pencitraan geopolitik.Lihat Juga :Terungkap UEA Pernah Bujuk Saudi & Qatar untuk Sama-sama Gempur IranKetergantungan pada pinjaman luar negeriKunjungan ke Teheran dan upaya mediasi konflik regional, misalnya, disebut sebagai langkah Pakistan untuk membangun citra sebagai pemain diplomasi utama kawasan.Namun para pengkritik menilai langkah tersebut kurang relevan ketika Pakistan sendiri masih menghadapi konflik lintas batas dengan Afghanistan serta ancaman terorisme domestik."Menghabiskan uang untuk stabilitas internasional sambil menghadapi banyak konflik di dalam negeri dinilai sulit dipahami publik," tulis laporan itu.Meski demikian, pemerintah Pakistan disebut tetap yakin bahwa pendekatan diplomasi aktif dapat membantu memperoleh dukungan finansial cepat dari negara mitra.Namun para analis memperingatkan bahwa pendekatan tersebut tidak dapat menjadi solusi jangka panjang tanpa reformasi struktural ekonomi.Jika pemerintah gagal mengurangi pengeluaran tidak produktif dan tetap bergantung pada pinjaman luar negeri, ekonomi Pakistan dinilai hanya akan menjadi "banyak kebisingan tanpa substansi." (dna)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260518143158-113-1359610/lawatan-internasional-pejabat-pakistan-dikritik-kala-ekonomi-terpuruk
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Trump Belum Puas dengan Tawaran Iran soal Kesepakatan Damai
28 May 2026
Macam Politik Satire di Dunia, Partai Kecoa sampai Partai Malas Kerja
28 May 2026
Permaisuri Terakhir Iran Masih Hidup, di Mana Sekarang?
28 May 2026
Korea Selatan Duga Rudal Iran Serang Kapal Kargonya di Selat Hormuz
28 May 2026
Ledakan Tambang di Shanxi China Ungkap Dugaan Pelanggaran Sistemik
27 May 2026
FOTO: Jamaah Haji Melaksanakan Ibadah Lempar Jumrah di Mina