Wamenlu RI Ungkap Jurus Jitu Selat Malaka Tak Jadi 'The Next Hormuz'
Jakarta, Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno buka suara terkait upaya Indonesia dan negara-negara kawasan untuk melindungi hingga mengamankan Selat Malaka agar tak me...
"Jadi ada pertemuan reguler di antara yang teknis ya itu antara Dirjen Perhubungan Laut, membahas mengenai safety of navigation (keamanan navigasi)," kata Havas usai menghadiri acara simposium implementasi konvensi hukum laut PBB (UNCLOS) di Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Senin (18/5).Tanggapan Havas muncul saat ditanya apa yang dilakukan Indonesia serta negara kawasan di tengah potensi pengendalian Selat Malaka oleh negara superpower dan agar tak seperti Selat Hormuz.Selat Hormuz menjadi sorotan usai Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada 28 Februari. Sebagai bagian dari balasan mereka, Teheran menutup selat tersebut.Pilihan RedaksiPerang Makin Semrawut, Trump Bujuk Negara Arab Ini Invasi Pulau IranLaporan Intelijen Ungkap Kuba Punya 300 Drone Militer, Siap Serbu ASNetanyahu Akui Militer Israel Bajak Armada Flotilla Menuju GazaSituasi kian tegang usai Amerika Serikat turut memblokade kapal-kapal dari dan menuju pelabuhan Iran.Kembali lagi soal upaya Indonesia menjaga Malaka, Havas mengatakan RI kerap mengundang negara lain, negara pengguna untuk juga berkontribusi dalam manajemen Selat Malaka."Namanya mekanisme kerjasama, cooperative mechanism," ungkap dia.Cooperative mechanism adalah satu mekanisme, di mana negara pengguna memberi kontribusi terhadap pengelolaan Selat Malaka dan Selat Singapura."Nah, pengelolaan itu sebenarnya apa? Ini supaya teman-teman juga mengerti konteksnya ya. Pengelolaan Selat Malaka dan Selat Singapura itu pertama, dengan electronic chart [peta elektronik]," ungkap Havas."Kemudian yang kedua, memberikan tanda-tanda bahaya. Kemudian ada lampu suar, lalu juga memberikan informasi mengenai arus," imbuh dia.Dengan demikian semua kapal yang melakukan navigasi di sana mendapat informasi yang maksimal untuk keselamatan dan keamanannya.Sederet fasilitas itu muncul usai kapal Jepang, Showa Maru tenggelam di Selat Malaka pada 1973 hingga menimbulkan polusi yang luar biasa, dan mengganggu pelayaran. (isa/dna)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260518210026-106-1359785/wamenlu-ri-ungkap-jurus-jitu-selat-malaka-tak-jadi-the-next-hormuz
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Trump Belum Puas dengan Tawaran Iran soal Kesepakatan Damai
28 May 2026
Macam Politik Satire di Dunia, Partai Kecoa sampai Partai Malas Kerja
28 May 2026
Permaisuri Terakhir Iran Masih Hidup, di Mana Sekarang?
28 May 2026
Korea Selatan Duga Rudal Iran Serang Kapal Kargonya di Selat Hormuz
28 May 2026
Ledakan Tambang di Shanxi China Ungkap Dugaan Pelanggaran Sistemik
27 May 2026
FOTO: Jamaah Haji Melaksanakan Ibadah Lempar Jumrah di Mina