Kuba Ancam Trump jika AS Berani Menyerang: Akan Ada Pertumpahan Darah
Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa serangan militer terhadap negaranya akan berujung pada pertumpa...
Diaz-Canel menekankan bahwa Kuba bukanlah ancaman bagi siapa pun, termasuk Amerika Serikat. "Kuba tidak menimbulkan ancaman, dan tidak memiliki rencana atau niat agresif terhadap negara mana pun, termasuk AS, sama sekali, yang telah diketahui dengan baik oleh pemerintah negara tersebut," tulisnya. Ia menambahkan bahwa Kuba saat ini "sudah mengalami agresi multidimensi dari AS" dan memiliki "hak mutlak dan sah untuk membela diri terhadap serangan militer," meskipun rakyat Kuba tidak berhak untuk diperangi.
Ketegangan antara AS dan Kuba meningkat setelah Trump berulang kali mengisyaratkan niatnya untuk menyerang Havana. Awal bulan ini, Trump bahkan menyatakan keinginannya untuk "mengambil alih" pulau Karibia tersebut, yang hanya berjarak sekitar 145 kilometer dari Florida. Ia juga menyebut Kuba sebagai target berikutnya setelah operasi militer AS di Venezuela, yang bertujuan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro, dianggap sukses.
Pada hari Senin yang sama, pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi baru terhadap pemerintah Kuba, termasuk terhadap badan intelijen dan kementerian dalam negeri. Sebelas pejabat Kuba, termasuk menteri kehakiman dan wakil menteri Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba, juga menjadi sasaran sanksi. Larangan Washington mengenai pengiriman dari dan ke Kuba juga telah diberlakukan.
Kuba tengah menghadapi krisis energi dan pangan parah akibat blokade minyak dari Venezuela oleh Trump, yang menyebabkan pemadaman listrik meluas. Selama beberapa dekade, runtuhnya sektor pertanian dan salah urus ekonomi telah memaksa pemerintah Kuba mengimpor sebagian besar kebutuhan pangan, bahkan untuk komoditas seperti gula, kopi, dan tembakau yang dulunya diproduksi secara massal. Pekan lalu, menteri energi Kuba mengumumkan bahwa sumbangan minyak dari Rusia telah habis, memperparah krisis pemadaman listrik.
Trump secara berulang kali mengejek Kuba sebagai "negara yang gagal" dan menyatakan keinginannya untuk mengambil alih negara tersebut. Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, menuduh Trump sengaja memprovokasi perang baru dengan menargetkan Kuba dan mencari-cari alasan.
"Mereka yang berupaya menyerang Kuba secara tidak sah menggunakan dalih apa pun, betapa pun menipu dan menggelikannya, untuk membenarkan serangan yang bertentangan dengan opini publik AS dan dunia," kata Rodriguez, seperti dikutip CNN.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260519142825-134-1360010/kuba-ancam-trump-jika-as-berani-menyerang-akan-ada-pertumpahan-darah
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Macam Politik Satire di Dunia, Partai Kecoa sampai Partai Malas Kerja
28 May 2026
Permaisuri Terakhir Iran Masih Hidup, di Mana Sekarang?
28 May 2026
Korea Selatan Duga Rudal Iran Serang Kapal Kargonya di Selat Hormuz
28 May 2026
Ledakan Tambang di Shanxi China Ungkap Dugaan Pelanggaran Sistemik
27 May 2026
FOTO: Jamaah Haji Melaksanakan Ibadah Lempar Jumrah di Mina
27 May 2026
Momen Prabowo Salat Iduladha dengan Diaspora RI di Paris