Internasional 20 May 2026 7 views

Media Asing Soroti Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit-Batu Bara via BUMN

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan ekspor kelapa sawit dan batu bara melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ya...

Media Asing Soroti Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit-Batu Bara via BUMN
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan ekspor kelapa sawit dan batu bara melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk pemerintah. Kebijakan ini segera menarik perhatian media internasional dan memicu beragam reaksi.

Media Malaysia, *The Star*, menyoroti keputusan tersebut di tengah gejolak ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah. Laporan mereka mencatat bahwa Bursa Efek Indonesia sempat turun hampir 1,5 persen sesaat setelah berita ini tersebar.

Senada, media Singapura *The Straits Times* juga mewartakan pengumuman tersebut, menggarisbawahi upaya Prabowo untuk meningkatkan pendapatan negara. Dalam pidatonya di Parlemen, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia telah kehilangan pendapatan sekitar US$908 miliar selama 34 tahun terakhir karena komoditasnya dijual dengan harga rendah. Sebagai pengekspor batu bara termal dan minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia dianggap sebagai raksasa komoditas global. *The Straits Times* juga menekankan bahwa pengumuman ini sejalan dengan rumor yang telah beredar, di mana desas-desus tentang kontrol ketat pemerintah terhadap ekspor sumber daya alam sebelumnya telah menimbulkan kepanikan pasar. Kekhawatiran muncul bahwa kebijakan ini dapat mengubah mekanisme penetapan harga dan menekan margin keuntungan para pedagang. Laporan itu menambahkan bahwa langkah Prabowo, yang berjanji mengoptimalkan pendapatan dari sumber daya alam, bertujuan mengatasi praktik penggelapan nilai faktur dan penetapan harga transfer oleh eksportir, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.

Dari Jepang, *Nikkei* juga memberitakan pengumuman ini, dengan fokus pada pembentukan BUMN yang akan mengambil alih kendali ekspor. *Nikkei Asia* melaporkan, "Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Rabu mengumumkan pembentukan perusahaan milik negara yang akan mengambil alih kendali ekspor komoditas utama, yang memicu protes di industri-industri terkait."

Sementara itu, media Amerika Serikat *Bloomberg* memahami bahwa kebijakan ini diambil seiring dengan meningkatnya tekanan fiskal di Indonesia serta penurunan nilai rupiah. *Bloomberg* juga menyoroti penurunan indeks saham acuan setelah pengumuman Prabowo dan stagnasi nilai rupiah yang telah melemah sekitar 6 persen terhadap dolar AS tahun ini. Menariknya, harga minyak sawit berjangka yang diperdagangkan di Kuala Lumpur, yang menjadi patokan global, melonjak 2 persen ke level tertinggi dalam dua pekan setelah pengumuman tersebut, menambah kenaikan sekitar 4 persen selama tiga sesi sebelumnya.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260520153746-106-1360438/media-asing-soroti-prabowo-perketat-ekspor-sawit-batu-bara
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.