Direktur Intelijen AS Beber Kebohongan Terkait Covid-19
Jakarta, Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, Tulsi Gabbard mengungkap ada hubungan antara Institut Virologi Wuhan yang didanai AS, dengan mantan pejabat kesehatan negarany...
"Setelah bertahun-tahun berbohong, sensor, dan menutup-nutupi, rakyat Amerika layak mendapatkan transparansi, kebenaran, dan akuntabilitas," kata Gabbard dalam sebuah pernyataan dikutip dari aa.com, Sabtu (20/6).Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) mengatakan dokumen-dokumen tersebut mencakup komunikasi internal, tuduhan whistleblower dan materi intelijen terkait penyelidikan asal-usul pandemi.Gabbard juga menuduh Fauci berbohong kepada Kongres saat disumpah pada 2024.Menurut ODNI, saat menjabat sebagai direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID), Fauci ikut dalam diskusi intelijen tentang asal-usul Covid-19.
Fauci juga disebut berhubungan dengan pejabat intelijen selama tahap-tahap penting dalam proses peninjauan, dan mengawasi pendanaan yang mendukung penelitian virus corona yang melibatkan virus kelelawar di Institut Virologi Wuhan.Selain itu, Gabbar juga menyebut beberapa komunikasi tersebut bertentangan dengan kesaksian Fauci di kongres 2024.Fauci telah berulang kali membantah tuduhan bahwa ia menyesatkan anggota parlemen atau menutupi asal-usul Covid-19, dan menyebut klaim tersebut tidak masuk akal selama sidang kongres pada Juni 2024.Lihat Juga :Ultimatum Wapres Vance Beri Sinyal AS-Israel Bisa Putus HubunganDia juga mengatakan, baik asal alami maupun kecelakaan laboratorium, tetap menjadi penjelasan yang masuk akal untuk kemunculan virus, meskipun dia yakin bukti itu cenderung ke arah penularan alami walaupun tidak meyakinkan.Tidak ada kesimpulan pastiBadan intelijen AS belum mencapai kesimpulan pasti tentang apakah virus Covid-19 berasal dari laboratorium atau melalui transmisi alami, dan dokumen yang baru dirilis belum diverifikasi secara independen.Covid-19, yang disebabkan oleh virus corona SARS-CoV-2, pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Tiongkok, pada akhir 2019 dan dinyatakan sebagai pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Maret 2020.Lihat Juga :Strategi Perang Atrisi Iran Berhasil Bikin AS Loyo, Ini BuktinyaPandemi itu mengakibatkan jutaan kematian di seluruh dunia dan memicu gangguan kesehatan masyarakat, ekonomi dan sosial yang meluas.Asal-usul virus masih dalam penyelidikan, dengan penilaian ilmiah dan intelijen terus memeriksa skenario asal alami dan terkait laboratorium tanpa mencapai kesimpulan yang pasti. (thr/bac)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260620193159-134-1371271/direktur-intelijen-as-beber-kebohongan-terkait-covid-19
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
21 Jun 2026
FOTO: Penampakan Kebakaran Besar di Resor Pantai Republik Dominika
21 Jun 2026
Australia Umumkan Kasus Flu Burung Varian H5 Pertama
20 Jun 2026
Wakil Trump Akui AS dan Israel Beda Cara soal Hadapi Iran
20 Jun 2026
Kecelakaan Kereta di London Inggris, 1 Tewas
20 Jun 2026
Trump Pamer Pesawat Baru Air Force One Hadiah dari Qatar
20 Jun 2026
Iran Tutup Selat Hormuz Lagi Gara-gara Ulah Israel