Mensos Ungkap Kondisi Siswa Sekolah Rakyat: Jadi Bugar, Anemia Turun
Judul: Mensos Ungkap Kondisi Siswa Sekolah Rakyat: Jadi Bugar, Anemia Turun Banjarbaru, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyampaikan perubahan para murid ya...
Banjarbaru, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyampaikan perubahan para murid yang mengemban pendidikan di Sekolah Rakyat dalam enam bulan terakhir.
Gus Ipul menyebut para murid di Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Lihat Juga :
Prabowo Tanya Kepala Sekolah Rakyat: Anak-anak Sudah Senang Baca?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"6 bulan berjalan perubahan pertama yang kami lihat adalah kesehatan anak-anak, berat badan dan tinggi badan mereka meningkat, kebugaran membaik, dan anemia menurun," kata Gus Ipul dalam pidatonya di peresmian Sekolah Rakyat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Gus Ipul bahkan berkelakar bahwa tak sedikit seragam sekolah murid sekolah rakyat yang mulai menyempit karena berat badan mereka yang naik.
Ia menyebut perubahan juga terjadi pada segi mental dan perilaku murid Sekolah Rakyat. Gus Ipul menyampaikan mereka menjadi lebih disiplin dan mandiri.
"Tidak mudah ngantuk di kelas, dan semakin mandiri dalam kehidupan sehari-hari," ucap dia.
Lihat Juga :
Prabowo Tiba di Banjarbaru untuk Resmikan 166 Sekolah Rakyat
Selain itu, Gus Ipul menyampaikan perubahan itu juga dirasakan keluarga penerima manfaat Sekolah Rakyat.
Ia menyebut para orang tua murid sekolah rakyat menyampaikan perubahan positif pada anaknya setelah bersekolah di sekolah rakyat.
"Setelah beberapa bulan tinggal di Sekolah Rakyat, para siswa dapat kesempatan untuk pulang ke rumah, banyak pesan haru yang kami terima dari orang tua, di antaranya 'terima kasih anak kami lebih rajin salatnya'," ujarnya.
Pada hari ini, Senin (12/1) Kemensos menggelar peluncuran Sekolah Rakyat. Kegiatan tersebut dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis memutus rantai kemiskinan antar generasi. Program ini merupakan inisiatif pemerintah bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 DTSEN.
Pada 2025, sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi. Tersebar di Sumatra 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi.
Sekolah Rakyat Rintisan saat ini menampung 14.846 siswa dan didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan. (fra/mnf/fra)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260112122649-20-1316066/mensos-ungkap-kondisi-siswa-sekolah-rakyat-jadi-bugar-anemia-turun
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
16 Feb 2026
Fatwa MUI Haram Buang Sampah di Sungai Didukung Kementerian LH
15 Feb 2026
Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK di Pekalongan
15 Feb 2026
Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Positif Narkoba
15 Feb 2026
Polisi Buru Bandar Narkoba di Kasus Eks Kapolres Bima AKBP Didik
15 Feb 2026
Tersangka Kasus Narkoba AKBP Didik Jalani Sidang Etik 19 Februari
15 Feb 2026
Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Terancam Penjara Seumur Hidup