Hujan Angin Terjadi di Sejumlah Kota Pulau Jawa, Ada Korban Tewas
Judul: Hujan Angin Terjadi di Sejumlah Kota Pulau Jawa, Ada Korban Tewas Bagian 1 dari 2. Parafrasekan bagian ini saja, jangan mengulang bagian lain. Jakarta, Tiga bibit siklon t...
Bagian 1 dari 2. Parafrasekan bagian ini saja, jangan mengulang bagian lain.
Jakarta, Tiga bibit siklon tropis terpantau terbentuk wilayah Indonesia pada awal Maret 2026 ini dan memiliki dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia. Dalam siaran pers yang diterima, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, berdasarkan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta memantau tiga bibit siklon tropis yang terbentuk di wilayah monitoring Indonesia, yaitu Bibit Siklon Tropis 90S, 93S, dan 92P. Bibit siklon tropis 90S mulai terbentuk 27 Februari lalu. Per hari ini berada di sekitar Samudera Hindia selatan Banten dan Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bibit 93S terbentuk mulai 2 Maret lalu, dan saat in berada di sebelah pesisir barat laut Daratan Australia. Dalam peridoe 24 jam siklon itu bergerak ke arah barat.Bibit 92P terbentuk 2 Maret lalu, dan berada di Teluk Carpentania sebelah selatan Papua selatan.
Dalam siaran pers yang diterima, Kamis (5/3), BMKG memberi catatan bahwa situasi itu berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang, serta gelombang laut tinggi di Pulau Jawa-Bali-Nusa Tenggara hingga Papua bagian selatan. Selain itu hujan angin kencang telah terjadi di sejumlah kota sejak dua hari terakhir, bahkan ada yang menyebabkan kematian. Dan, berikut rangkumannya.Lihat Juga :Prediksi Cuaca Jakarta Kamis 5 Maret: Hujan Lebat Masih MengintaiCianjurHujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu (4/3) telah membuat sejumlah pohon tumbang hingga menutup jalur utama Cianjur-Sukabumi di Kecamatan Warungkondang.Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat mengatakan petugas gabungan langsung melakukan penanganan agar lalu lintas "Pohon tumbang akibat hujan deras yang terjadi tadi siang hingga sore membuat kendaraan dari Cianjur menuju Sukabumi atau sebaliknya tidak dapat melintas untuk sementara akibat badan jalan tertutup pohon tumbang," katanya.Menjelang malam arus kendaraan dapat kembali melintas normal dari kedua arah setelah petugas gabungan berhasil mengevakuasi pohon yang tumbang menggunakan gergaji mesin, namun pengendara diminta untuk berhati-hati dan waspada saat melintas.Hujan deras yang terjadi sejak siang hingga petang di sebagian besar wilayah Cianjur juga menyebabkan ruas jalan utama dalam kota Cianjur teredam banjir akibat saluran drainase yang buruk, sehingga menyebabkan ratusan kendaraan terjebak macet pada Rabu kemarin.CiamisSejumlah rumah warga dan fasilitas umum yang rusak serta pohon tumbang akibat cuaca ekstrem dan hujan deras disertai angin kencang di Ciamis, Jawa Barat, Rabu kemarin.membenarkan timnya sudah bergerak ke sejumlah lokasi yang dilaporkan terdampak bencana alam cuaca ekstrem untuk memastikan keselamatan masyarakat dan penanganan lebih lanjut."Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang, juga beberapa atap rumah warga mengalami kerusakan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani seperti dikutip dari Antara.Laporan sementara tidak ada korban jiwa dan luka, hanya kerusakan pada atap rumah warga. Bangunan rusak di antaranya sejumlah rumah warga di Desa Kertahayu, Desa Puloerang, Desa Sindangasih, dan Desa Neglasari. Selanjutnya kerusakan menimpa bangunan SDN 2 Sindangsari, dan 15 rumah di Desa Sindangsari.BanyumasBPBD Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 21 kejadian bencana akibat cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang di wilayah itu pada Rabu kemarin. "Berdasarkan laporan sementara hingga pukul 17.22 WIB total kejadian bencana alam hari ini sebanyak 21 kasus dan seluruhnya merupakan cuaca ekstrem. Tidak ada laporan banjir maupun tanah longsor," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma di Purwokerto, Banyumas, Rabu malam.Ia mengatakan kejadian tersebut tersebar di sejumlah kecamatan baik yang menimpa rumah warga, bangunan usaha, hingga fasilitas umum.SemarangPohon dan papan baliho di sejumlah wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah, ambruk akibat hujan lebat disertai angin kencang melanda daerah itu pada Rabu sore kemarin.Beberapa papan baliho ambruk di seputar Jalan Kaligarang Kota Semarang. Selain itu, beberapa pohon yang berderet di Jalan Bendungan di sekitar Kanal Banjir Barat Semarang juga ambruk hingga menutup ruas jalan tersebut.Di Jalan Suratmo, satu mobil tertimpa pohon yang ambruk akibat cuaca buruk itu.Pohon menimpa satu mobil yang sedang ditinggal pemilik membeli makanan di salah satu warung. Pemilik mobil itu, Endang, mengatakan hujan deras disertai angin kencang terjadi tiba-tiba."Saya lihat posisi mobil saat tiba-tiba pohon ambruk," katanya dikutip dari Antara.Selain itu, mengutip dari detikJateng, sebuah tiang atau tower roboh akibat angin kencang dan menimpa gedung Gradika Pemprov Jateng. atap Gradhika Bhakti Praja yang berada di dalam lingkungan perkantoran pemprov itu ambrol karena tertimpa tower dengan ketinggian sekitar 40-50 meter.Tower yang roboh itu berdiri di lahan Perhutani yang lokasinya bersebelahan dengan Gedung Pemprov Jateng. Kemudian, terdapat dua mobil yang tertimpa ranting pepohonan yang juga jatuh tertimpa tower.Tak hanya itu, juga terdapat tiang listrik PLN yang roboh. Parkiran di bagian belakang di dalam Pemprov, yakni bangunan atap galvalum, juga ambrol.BatangHujan deras disertai angin kencang yang menerjang di jalur Pantura Batang pada Rabu kemarin memakan korban jiwa.Mengutip dari detikJateng, setidaknya ada tiga orang dilaporkan tewas akibat tertimpa pohon dan tiang listrik di lokasi yang berbeda."Ada satu korban jiwa di Pantura yang menaiki armada warna putih. Korban dibawa ke Rumah Sakit Limpung dengan kondisi luka-luka parah dan luka di daerah kepala. Kemudian ada juga di Gondang, Subah juga (masih Subah), pengendara sepeda motor tertimpa pohon tumbang sehingga warga tersebut juga meninggal dunia," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Batang, Muhammad Fajri.Fajri menjelaskan angin kencang yang terjadi pada Rabu sekitar pukul 16.00 WIB itu terjadi di 10 wilayah kecamatan di Kabupaten Batang dalam waktu bersamaan. Sepuluh kecamatan itu Warungasem, Bandar, Wonotunggal, Batang, Kandeman, Tulis, Pecalungan, Subah, Gringsing, dan Banyuputih.Fajri juga menerangkan mengatakan puluhan pohon tumbang itu membuat Jalur Pantura sempat lumpuh sepanjang 4 Kilometer. Kondisi paling parah terjadi di jalur Pantura wilayah Subah.Puluhan pohon dilaporkan tumbang dan menimpa sejumlah kendaraan. Akibatnya, jalur utama penghubung Jakarta-Semarang itu sempat lumpuh total. Para pengendara terjebak di tengah hujan deras dan angin kencang. Proses evakuasi pohon tumbang dilakukan hingga Rabu malam, dan pada Kamis (5/3) tadi terpantau jalur Subah sudah kembali normal."Akses Jalan Pantura Subah yang sempat terputus karena pohon tumbang dan tiang listrik patah sudah teratasi dan mobilitas kembali lancar seperti biasa," kata Kapolres Batang AKBP Veronica dini hari tadi."Korban meninggal dunia akibat rangkaian peristiwa pohon tumbang di wilayah Kabupaten Batang hari ini ada tiga orang," imbuhnya.SidoarjoHujan deras dan angin kencang menerjang Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (4/3) mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan permanen dan semi-permanen dan tumbangnya sejumlah pohon di berbagai titik.Mengutip dari Antara, hujan deras disertai angin tersebut merusak sebuah bangunan milik PT Telkom dan merobohkan sejumlah pohon di wilayah Perumahan Taman Pinang, Kecamatan Sidoarjo.Selain itu, sejumlah warung kopi tenda yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sidoarjo, terpantau rusak akibat terjangan angin kencang tersebutMalangBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat sebanyak 38 rumah warga di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur mengalami kerusakan pada bagian atap akibat diterpa angin kencang, Rabu kemarin.Mengutip dari Antara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan puluhan rumah warga di Desa Ngadireso yang mengalami kerusakan ringan itu tersebar di lima wilayah.Selain rumah warga, kejadian angin kencang juga menyebabkan kerusakan dengan skala yang sama pada dua fasilitas umum (fasum), yakni satu bangunan sekolah dasar dan musala.Berdasarkan laporan BPBD setempat, kejadian angin kencang terjadi saat wilayah Poncokusumo sedang diguyur hujan berintensitas deras.Hujan yang terjadi juga dibarengi terjadinya angin kencang, sehingga memicu kerusakan pada rumah warga beserta dua fasum.Baca halaman selanjutnya.BMKG menjelaskan Bibit Siklon 90S mulai terbentuk pada 28 Februari 2026 pukul 19.00 WIB. Perkembangan terkini dari BMKG per 3 Maret pukul 07.00 WIB mengungkap bibit siklon tersebut saat ini berada di sekitar Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Barat.Menurut BMKG bibit ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis, dengan pergerakan ke arah timur dalam 24 jam ke depan.Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S terpantau berada di sebelah barat laut daratan Australia dan diprakirakan bergerak ke arah barat dengan peluang rendah untuk berkembang.Bibit Siklon Tropis 93S mulai terbentuk pada 2 Maret 2026 pukul 13.00 WIB.Selanjutnya, Bibit Siklon Tropis 92P terpantau di sekitar Teluk Carpentaria, selatan Papua Selatan. Bibit yang terbentuk pada 2 Maret ini juga memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat."Meskipun seluruh sistem memiliki peluang rendah untuk berkembang lebih lanjut, keberadaannya memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga 4 Maret 2026 pukul 07.00 WIB," kata BMKG dalam sebuah unggahan di Instagram, Selasa (3/3).Pilihan RedaksiPrediksi Cuaca Jakarta Selasa 3 Maret: Waspada Potensi Hujan LebatGerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Berapa Lama? Ini DurasinyaMenurut BMKG salah satu dampak tidak langsungnya adalah potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.Selain itu, peningkatan tinggi gelombang laut berkisar antara 1,25 hingga 2,
Judul: Hujan Angin Terjadi di Sejumlah Kota Pulau Jawa, Ada Korban Tewas
Bagian 2 dari 2. Parafrasekan bagian ini saja, jangan mengulang bagian lain.
5 meter (moderate sea) berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Selat Sunda, Laut Banda, perairan Kepulauan Leti-Sermata, Kepulauan Babar-Tanimbar, Kepulauan Kei-Aru, serta Laut Flores.Gelombang yang lebih tinggi, berkisar antara 2,5 hingga 4,0 meter (rough sea), berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Bali, Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur, Laut Sawu, serta Samudra Hindia selatan NTB hingga NTT.Sementara itu, potensi angin kencang dapat terjadi di wilayah pesisir selatan Papua Selatan."Masyarakat di wilayah terdampak, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang dapat memengaruhi keselamatan aktivitas di laut maupun di wilayah pesisir," papar BMKG.[Gambas:Instagram]
BaliHujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah Bali terutama di Badung dan Denpasar pada Kamis dini hari tadi, sekitar pukul 00.14 Wita. Balai Besar Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mencatat kecepatan angin mencapai 37 knot atau 65 km/jam."Maksimal angin yang tercatat 37 knot di jam 00.14 Wita. 37 knot kurang lebih 65 km/jam," kata Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar, Ni Putu Lia Cahyani dikutip dari detikBali.Ia mengatakan kecepatan angin di Bali normalnya sekitar 5-20 km/jam. Lia menuturkan potensi angin kencang masih bisa terjadi mengingat Bali pada tanggal 2-8 Maret 2026 dalam periode cuaca ekstrem.Akibat hujan deras disertai angin kencang, sejumlah pohon tumbang di beberapa titik dan ada juga bangunan yang rusak.Di Denpasar, hujan deras disertai angin kencang tersebut mengakibatkan tiga pohon besar tumbang. Masing-masing terjadi di Jalan Pantai Padang Galak, Jalan Tukad Jinah, dan Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar.Pilihan Redaksi2 Lapangan Padel di Jakarta Utara Disegel Buntut Tak Kantongi IzinPolres Pelabuhan Tanjung Priok Bantah Surat Minta THR ke PengusahaLombokHujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada pukul 02.00 Wita, Kamis (5/3) atau menjelang waktu makan sahur. Akibatnya, lampu di wilayah tersebut harus dipadamkan.Salah satu warga Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Baiq Mayada (46) mengaku ketakutan melihat cuaca seperti itu. Ia menyebut kala itu ia lagi masak untuk persiapan santap sahur dengan keluarganya.Mengutip dari detikBali, Mayada menuturkan, kondisi cuaca ekstrem telah beberapa kali terjadi dalam dua pekan terakhir. Ia menyebut, intensitas hujan meningkat sejak banjir yang terjadi sekitar sembilan hari lalu.Modifikasi cuacaPemerintah mulai Rabu kemarin menayatakan telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah daerah untuk mengatasi cuaca ekstrem di sejumlah daerah termasuk di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali dengan sejumlah daerah masih dipantau kondisinya.Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers di Jakarta kemarin menyebutkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan BNPB dan sejumlah pemerintah daerah terkait pelaksanaan operasi modifikasi cuaca menghadapi potensi cuaca ekstrem termasuk peningkatan potensi hujan."Dengan BNPB dan juga dengan pemerintah provinsi bahwa mulai hari ini dalam rangka mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem tadi, BMKG dan BNPB akan memulai operasi modifikasi cuaca yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah dan di Bali. Ini mulai hari ini," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani."Kemudian untuk DKI Jakarta juga akan terus dipantau kondisinya, jika diperlukan juga BPBD di DKI Jakarta juga akan membiayai pelaksanaan operasi modifikasi cuaca," tambahnya.Terkait cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya menyebut itu terjadi karena kemunculan bibit siklon 90S dan 93S di selatan Jawa dan sekitar Samudera Hindia.Dampak dari bibit siklon itu adalah peningkatan curah hujan, termasuk yang terjadi di sebagian wilayah Jawa, Bali sampai dengan Nusa Tenggara. Dia menyebut OMC dilakukan berbasis situasi di wilayah tertentu untuk menekan curah hujan 20 hingga 40 persen."Harapannya nanti lahannya sendiri itu bisa lebih siap atau dampak terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi dapat ditekan," tuturnya.Terkait hal itu, dia meminta kepada semua pihak terkait untuk terus menjaga kondisi drainase, terus melakukan normalisasi sungai dan menjaga sempadan."Kalau kita prediksi mungkin sampai dengan beberapa hari ke depan masih terjadi akan kita lakukan," ujar dia.
Hujan Angin di Bali hingga Lombok
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260305090146-20-1334534/hujan-angin-terjadi-di-sejumlah-kota-pulau-jawa-ada-korban-tewas
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
11 Apr 2026
Seskab Teddy Soroti 'Inflasi Pengamat', Pakai Data Tak Sesuai Fakta
11 Apr 2026
Profil Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK
11 Apr 2026
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Akan 'Chaos'
11 Apr 2026
FOTO: Warga Bantaran Rel Menanti Rumah Hunian
11 Apr 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK usai Kena OTT
11 Apr 2026
RI Umumkan Arab Saudi Tak Keluarkan Visa Haji Furoda 2026