Kantor dan Rumah Anggota Ombudsman Yeka Hendra yang Digeledah Kejagung
Judul: Kantor dan Rumah Anggota Ombudsman Yeka Hendra yang Digeledah Kejagung Jakarta, Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan tengah menggeledah kantor dan rumah anggota Ombudsman...
Jakarta, Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan tengah menggeledah kantor dan rumah anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika (YH) pada Senin (9/3)."Iya YH," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna saat dikonfirmasi.Anang belum menjelaskan lebih lanjut ihwal penggeledahan di dua lokasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anang hanya menerangkan penggeledahan dilakukan terkait Pasal 21 tentang perintangan penyidikan dan penuntutan perkara migor. Dalam perkara ini, terpidana adalah Marcella Santoso, korporasi Wilmar Group, korporasi Permata Hijau Group, dan korporasi Musim Mas Group.Lihat Juga :Kejagung Geledah Kantor dan Rumah Komisioner Ombudsman RI
Anang menyebut penggeledahan ini juga terkait gugatan perdata yang dilayangkan tiga terpidana korporasi ke PTUN. Diketahui, Ombudsman diduga memberikan rekomendasi untuk gugatan perdata itu."Dia kena pasal 21 kan perintangan penyidikan dan penuntutan perkara minyak goreng yang dulu itu, yang onslag itu putusan," ucap Anang.Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat membeberkan kongkalikong pengacara dan hakim serta komitmen US$2,5 juta atau sekitar Rp40 miliar untuk putusan lepas terdakwa korporasi yakni PT Permata Hijau Group, PT Wilmar Group dan PT Musim Mas Group dalam kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya periode Januari-April 2022.Jaksa mendakwa mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Muhammad Arif Nuryanta menerima suap atau gratifikasi dianggap suap sejumlah Rp40 miliar.Penerimaan uang diduga suap itu dilakukan Arif bersama-sama dengan hakim Djuyamto, Agam Syarief Baharudin dan Ali Muhtarom (dituntut dalam berkas terpisah).Lihat Juga :Praperadilan Diputus 11 Maret: Yaqut Ngaku Lega, KPK Mohon DoaKetiga nama dimaksud merupakan hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat yang memeriksa dan memutus lepas atau ontslag van alle recht vervolging terdakwa korporasi Permata Hijau Group, Wilmar Group dan Musim Mas GroupDalam kongkalikong itu, Ariyanto sempat menyampaikan informasi adanya gugatan perkara perdata, putusan perkara Tata Usaha Negara dan rekomendasi Ombudsman yang nantinya dapat dijadikan pertimbangan dalam putusan perkara korupsi korporasi migor."Atas penyampaian Ariyanto tersebut kemudian terdakwa Muhammad Arif Nuryanta meminta keseriusan Ariyanto jika ingin dibantu, dan dijawab Ariyanto 'Oke satu paket 20 miliar' dan dijawab terdakwa Muhammad Arif Nuryanta 'Gimana mungkin saya membagi dengan majelis, kalau 3 juta dolar saya oke' dan dijawab Ariyanto 'Oke saya usahakan tapi tolong dibantu untuk Onslag'," ungkap jaksa. (fra/dis/fra)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260309135643-12-1335931/kantor-dan-rumah-anggota-ombudsman-yeka-hendra-yang-digeledah-kejagung
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
10 Apr 2026
Jokowi Respons Langkah JK Laporkan Rismon ke Polisi
10 Apr 2026
Prabowo Perintahkan Kapolri hingga Purbaya Cegah Penyelundupan
10 Apr 2026
KPK Periksa Kadis SDA Kabupaten Bekasi Diduga Terima Rp2,9 M
10 Apr 2026
Prabowo Sebut Ada Pengusaha Dablek, Ludahi Negara-Pengorbanan Pahlawan
10 Apr 2026
FOTO: Momen Liliek Prisbawono Ucap Sumpah Jadi Hakim MK
10 Apr 2026
DPR Tolak Usul 'War Tiket' Haji: Bagaimana Nasib Kakek yang Gaptek?