Nasional 30 Mar 2026 5 views

Update Andrie Yunus: Penipisan Jaringan Mata, Butuh Tindakan Lanjutan

Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) mengabarkan perkembangan kondisi Andrie Yunus, aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), yang menjadi korban...

Update Andrie Yunus: Penipisan Jaringan Mata, Butuh Tindakan Lanjutan
Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) mengabarkan perkembangan kondisi Andrie Yunus, aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), yang menjadi korban penyiraman zat kimia. Andrie saat ini dirawat intensif di RSUP Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Kepala Kantor Wilayah KemenHAM DKI Jakarta, Mikael Azedo Harwito, menjelaskan bahwa tim medis sedang fokus menjaga fungsi dan struktur organ yang terdampak. Kondisi ini menyebabkan penipisan jaringan di sekitar mata Andrie, sehingga memerlukan tindakan lanjutan untuk mendukung proses penyembuhan.

Dalam tiga hari terakhir, tim medis menemukan adanya iskemia atau kekurangan aliran darah sekitar 40 persen pada area bawah sklera mata kanan, yang memicu penipisan jaringan. Sebagai respons, pada tanggal 25 Maret 2026, Andrie telah menjalani operasi terpadu yang melibatkan dokter spesialis mata dan bedah plastik. Prosedur tersebut meliputi pemindahan jaringan untuk menutup area terbuka, pemasangan membran amnion, serta pemasangan kembali lensa pelindung mata.

Selain itu, tim medis juga menemukan penipisan jaringan kornea yang bersifat progresif akibat proses inflamasi yang masih berlangsung. Dari sisi bedah plastik, telah dilakukan debridement (pembuangan jaringan mati) serta cangkok kulit pada area mata, dada, dan pundak untuk mempercepat penyembuhan luka bakar. Berdasarkan evaluasi ini, diputuskan untuk melakukan tindakan lanjutan guna menjaga kondisi jaringan dan mendukung proses penyembuhan.

Saat ini, Andrie dirawat di ruang High Care Unit (HCU) dengan pembatasan kunjungan. Keluarga korban dan tim pendamping telah memperoleh perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). KemenHAM menegaskan bahwa koordinasi lintas pihak, termasuk rumah sakit, tim hukum, KontraS, dan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), terus diperkuat untuk memastikan pemulihan korban berjalan menyeluruh, baik dari aspek medis maupun perlindungan hak.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260330064824-12-1342390/update-andrie-yunus-penipisan-jaringan-mata-butuh-tindakan-lanjutan
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.