Ibunda Cerita Praka Farizal Hadapi Situasi Darurat di Lebanon
Supinah, ibunda Praka Farizal Rhomadhon, menceritakan kondisi putranya yang bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon. Praka Farizal meninggal dunia akibat serangan Israel ter...
Supinah mengungkapkan bahwa ia dan Praka Farizal, yang sudah setahun bertugas di Lebanon, selalu melakukan panggilan video setiap hari. Hal serupa juga dilakukan Praka Farizal dengan istri dan cucunya yang berada di Aceh.
"Iya setiap hari (video call), kalau malamnya sini (RI), sana (Lebanon) siang, setiap hari video call, sama saya, sama bapaknya, terus disambungkan itu istri di Aceh," kata Supinah di rumah duka, Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, Selasa (31/3).
Namun, menurut Supinah, putranya melaporkan bahwa kondisi di tempat tugasnya belakangan ini sering diwarnai suara sirine tanda situasi darurat.
"Akhir-akhir ini agak darurat, setiap saat masuk ke bunker, berapa jam, terus nanti kalau aman keluar. Kalau katanya ada sirine itu harus masuk, itu setiap saat itu," ungkapnya.
Padahal, Praka Farizal dijadwalkan selesai bertugas di Lebanon dan pulang ke Tanah Air pada akhir April 2026. Almarhum bahkan sudah menunjukkan jadwal kepulangannya tersebut.
"Akhir April ini selesai, terus Mei pulang, sudah ada jadwal penerbangan, saya sudah dikirimin, jadwalnya. Pokoknya bulan Mei, kan dibagi berapa kelompok," katanya.
Saat ini, Supinah dan keluarga masih menanti kabar terbaru mengenai kepulangan jenazah Praka Farizal. Setibanya nanti, jenazah akan dimakamkan di sebuah kompleks pemakaman umum di Ledok.
"Lebih dekat, biar (dikebumikan) sama (dekat makam) kakeknya, keluarga," katanya.
Komandan Kodim (Dandim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, memperkirakan jenazah Praka Farizal Rhomadhon akan tiba di Indonesia pada Rabu (1/4).
Dyan menuturkan, pihaknya masih berkomunikasi dengan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI terkait rencana pemulangan jenazah Praka Farizal.
"Jadi saat ini masih tahap menunggu. Insyaallah mudah-mudahan lusa sudah sampai Tanah Air, tapi itu pun kami tetap monitor terkait dengan pemulangan nantinya," kata Dyan saat ditemui di rumah duka Praka Farizal, Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, Senin (30/4) malam.
Dandim menjelaskan bahwa PMPP TNI yang bisa memberikan detail lebih lanjut mengenai prosedur pemulangan jenazah. Ia memperkirakan saat ini proses masih berkutat pada tahap administrasi.
Kabar gugurnya anggota TNI ini sebelumnya dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres. Serangan oleh pasukan Israel itu terjadi di dekat Adchit Al Qusayr.
Melalui akun media sosial X resminya, Guterres menyampaikan kutukan keras atas serangan yang menewaskan satu personel TNI yang tergabung dalam UNIFIL tersebut.
UNIFIL menuntut segera dilakukan investigasi atas kejadian ini. Dalam rilis resminya, mereka menyatakan proyektil tak teridentifikasi meledak di dekat markas mereka, Adchit Al Qusayr. Pihak berwenang saat ini belum mengetahui asal proyektil tersebut.
UNIFIL meminta semua pihak wajib mematuhi hukum internasional dan memastikan keamanan serta keselamatan seluruh pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260331141339-20-1342934/ibunda-cerita-praka-farizal-hadapi-situasi-darurat-di-lebanon
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Periksa 3 Saksi Biro Travel, KPK Usut Dugaan Cuan Ilegal Kuota Haji
06 Apr 2026
Inflasi Turun ke 3,48 Persen, Mendagri Minta Pemda Tetap Waspada
06 Apr 2026
Total 4 Jaksa Diperiksa Kasus Amsal Sitepu, Termasuk Kajari Karo
06 Apr 2026
Banggar-Kepala BGN Rapat, Soroti Kendala MBG dan Penajaman Anggaran
06 Apr 2026
Ledakan Keras di Pabrik Sidoarjo, Tiga Orang Luka-luka
06 Apr 2026
Petisi FH Unmul: Tolak Peradilan Militer di Kasus Aktivis Andrie Yunus