Praja IPDN Gotong Royong Pulihkan Situs Bersejarah Aceh Tamiang
Judul: Praja IPDN Gotong Royong Pulihkan Situs Bersejarah Aceh Tamiang Jakarta, Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) terjun langsung membersihkan lumpur yang menutupi s...
Jakarta, Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) terjun langsung membersihkan lumpur yang menutupi situs bersejarah Istana Benua Raja, peninggalan Kerajaan Benua Tunu, di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4).Aksi tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir besar yang melanda daerah tersebut pada akhir November tahun lalu.Salah satu praja, I Gusti Ngurah Erlang AW, tampak sigap mengeruk endapan lumpur yang mengeras di berbagai sudut bangunan bersejarah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbekal sekop dan kereta dorong, Praja Pratama IPDN angkatan 36 itu mondar-mandir membersihkan lorong situs yang menjadi simbol penting sejarah kerajaan Islam di Aceh.Praja IPDN kontingen Bali ini dikirim bersama 730 praja lain oleh Kementerian Dalam Negeri untuk membersihkan 42 titik lokasi yang masih dipenuhi lumpur tebal dan sebagian besar menumpuk di pemukiman warga.
Erlang mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang.Terlebih, PKL Praja IPDN gelombang ketiga lebih menuntut keterlibatan langsung di tengah masyarakat, yang semakin memperkuat misi kemanusiaan kepada penyintas bencana, sehingga membuat penugasan menjadi lebih dari sekadar membersihkan lumpur."Kami merasa diberi tugas melaksanakan misi kemanusiaan. Kami sangat merasa senang dan bangga apalagi kebanyakan dari kami merupakan kesempatan pertama untuk melaksanakan tugas di (daerah bencana) Aceh," kata Erlang saat diwawancara, Sabtu (4/4).Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian meminta praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bekerja keras membersihkan lumpur yang masih memenuhi lingkungan pemukiman warga di Aceh Tamiang.Hal itu disampaikan Tito saat memimpin apel pembukaan PKL gelombang ketiga Praja Pratama IPDN di Istana Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu(4/4).Tito mengatakan sebanyak 731 praja IPDN pada gelombang ketiga yang diterjunkan di Aceh Tamiang, akan difokuskan pada kegiatan pembersihan lumpur di rumah warga, drainase, serta jalan desa sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan lingkungan pascabencana."Target utamanya adalah menyelesaikan persoalan yang masih terkena lumpur, ada yang sudah mengeras, termasuk situs sejarah (Istana Benua Raja) ini, kemudian juga ada rumah masyarakat, drainase dan lain- lain, karena memang di Aceh Tamiang ini adalah salah satu dampak terberat, terutama karena endapan lumpur banjirnya bisa 4 sampai 5 meter," kata Tito. (inh)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260406181854-25-1344855/praja-ipdn-gotong-royong-pulihkan-situs-bersejarah-aceh-tamiang
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Noel Ebenezer Ingatkan PDIP: Banteng Lagi Diburu 'Anjing Liar'
06 Apr 2026
Mahasiswa Dirikan Tenda di Komnas HAM: Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
06 Apr 2026
Ledakan Pabrik Sidoarjo Diduga Terjadi Saat Pemotongan Tabung
06 Apr 2026
DPR Mulai Susun RUU Satu Data, Terdiri 130 Pasal dan 16 Bab
06 Apr 2026
Aksi Mahasiswa Makassar Bela Andrie Yunus: Tangkap Aktor Intelektual
06 Apr 2026
Sepakat Damai, Sahroni Cabut Laporan Kasus Edit Wajah Pakai AI