Istana Kaji Kembali Pengiriman Prajurit TNI ke UNIFIL
Judul: Istana Kaji Kembali Pengiriman Prajurit TNI ke UNIFIL Jakarta, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah bakal mengevaluasi kembali pengirim...
Jakarta, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah bakal mengevaluasi kembali pengiriman pasukan penjaga perdamaian RI ke UNIFIL buntut gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas di sana.
Ia menyebut pernyataan Kemlu dan Utusan RI untuk PBB, Umar Hadi juga merupakan bagian evaluasi atas kasus tersebut.
Lihat Juga :
Investigasi PBB soal Serangan ke TNI UNIFIL: Ada Proyektil Israel
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya pasti, makanya apa yang disampaikan Pak Menlu itu juga bagian dari proses evaluasi. Apa yang kita minta yang disampaikan perwakilan kita di PBB juga itu bagian dari dari evaluasi gitu," ucap Pras di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4).
Namun, Pras masih irit bicara ihwal kans RI menarik pasukan yang bertugas di sana.
Ia mengatakan langkah itu masih akan melihat terlebih dulu hasil penyelidikan mendalam PBB yang berujung pada gugurnya tiga prajurit TNI di UNIFIL.
"Kita belum terima laporan," ucap dia.
Lihat Juga :
PKB dan Demokrat Dorong Opsi Penarikan TNI di Lebanon
Dorongan RI menarik pasukan TNI sebagai pasukan perdamaian di UNIFIL belakangan mengemuka buntut gugurnya tiga prajurit TNI di UNIFIL.
Mereka gugur akibat serangan berbeda di Lebanon, mereka ialah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Selain gugur, terdapat sejumlah pasukan TNI yang mengalami luka-luka.
Dalam jumpa pers di Markas PBB New York, pada Selasa (7/4), juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menyampaikan sejumlah detail terkait jenis hingga asal muasal proyektil yang menghantam pasukan UNIFIL dalam dua insiden tersebut.
"Terkait insiden 29 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi dampak dan khususnya fragmen proyektil yang ditemukan di posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa 7-1, proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur, menuju Ett Taibe," kata Dujarric. (fra/mnf/fra)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260408224333-20-1345819/istana-kaji-kembali-pengiriman-prajurit-tni-ke-unifil
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
09 Apr 2026
Istana Respons Desakan Bentuk TGPF Usut Teror Air Keras Andrie Yunus
09 Apr 2026
Mensesneg Ungkap Arahan Rapat 4 Jam Prabowo: Kurangi Kebocoran
09 Apr 2026
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Lapas Cibinong Libatkan Ribuan Warga
09 Apr 2026
Perempuan Malang Lapor Polisi soal Suaminya yang Ternyata Wanita
08 Apr 2026
Mensesneg Pastikan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet di Waktu Dekat
08 Apr 2026
Kawal Gugatan UU TNI di MK, BEM UI Tolak Kebangkitan Negara Militer