Yusril Akui RI Sulit Lacak 9 WNI Diculik Israel: Tak Ada Diplomatik
Surabaya, Pemerintah Indonesia mengaku mengalami kesulitan untuk melacak keberadaan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang diculik oleh tentara Israel (IDF) saat melakukan misi...
"Pemerintah sangat prihatin dan menyesalkan apa yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap Warga Negara Indonesia, khususnya para wartawan yang melintasi perairan internasional untuk melakukan kegiatan kemanusiaan membantu para korban konflik yang terjadi di Gaza," kata Yusril ditemui di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (19/5).Lihat Juga :Menhan Sebut Misi TNI di Gaza Masih Tunggu Arahan Presiden Trump
Yusril mengungkapkan, hingga saat ini pemerintah masih kesulitan untuk menjalin komunikasi dengan para WNI yang ditahan. Meski demikian, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus bergerak aktif mengambil langkah-langkah untuk mengupayakan pembebasan mereka."Dan sampai hari ini kita ketahui bahwa masih dalam keadaan sulit untuk menghubungi dua [sembilan] orang itu tapi Kementerian Luar Negeri juga telah melakukan satu langkah-langkah proaktif untuk mencari keberadaan mereka dan membebaskan mereka," ucapnya.Lebih lanjut, Yusril menegaskan tak adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel membuat proses negosiasi secara langsung tidak memungkinkan untuk dilakukan. Situasi inilah yang menjadi tantangan terbesar bagi pemerintah dalam melakukan penanganan cepat."Dan ini tentu tidak mudah karena kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel kita tidak dapat melakukan perundingan langsung dengan pihak Israel," ujarnya.Lihat Juga :Dewan Pers Minta Pemerintah Bebaskan Jurnalis RI yang Ditangkap IsraelSebagai solusinya, kata Yusril, pemerintah Indonesia akan memaksimalkan jalur diplomasi internasional. Yusril menyebut pihaknya bakal menggandeng negara ketiga serta badan-badan internasional guna memberikan perlindungan hukum dan menyelamatkan para WNI yang diculik Israel tersebut."Tapi kita tentu akan mengambil upaya-upaya diplomatik dan upaya-upaya hukum melalui negara ketiga dan badan Internasional untuk melindungi warga negara kita yang diculik oleh tentara Israel itu," pungkasnya.Sebanyak sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut dalam kapal pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza, Palestina diculik militer Israel (IDF).Empat dari sembilan orang itu merupakan jurnalis. Dua di antaranya wartawan Republika Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai. Kemudian jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho, dan jurnalis lain dari GPCI yakni Rahendro Herubowo.Lihat Juga :Jurnalis Tempo di Misi Flotilla Sebar Pesan SOS: Saya Diculik Israel (frd/dal)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260519135453-32-1359992/yusril-akui-ri-sulit-lacak-9-wni-diculik-israel-tak-ada-diplomatik
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Kemenhaj Siagakan Tim MCR di Kawasan Jamarat
28 May 2026
Bayi 2 Tahun Ditemukan Tewas di Kontrakan Bekasi
28 May 2026
Polisi Tangkap Tiga Remaja Pembuat Konten Pocong di Sragen
28 May 2026
MUI soal Kurban Pakai APBN: Logikanya Sama dengan Bantuan Sembako
28 May 2026
PSI Jawab PDIP: Jokowi Tak Pernah Terbuka Dukung Partai
28 May 2026
Polisi Dalami Motif Lain Pria Bunuh-Lempar Jasad Wanita dari Tol Bogor