Demokrat Respons soal Data Pertumbuhan Ekonomi 35 Persen
Jakarta, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan, merespons pidato Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi ekonomi nasional yang menyebut memuji per...
"Angka pertumbuhan ekonomi kita memang baik dan layak diapresiasi. Tetapi pertanyaan pentingnya adalah, apakah pertumbuhan itu sudah benar-benar dirasakan rakyat kecil? Faktanya, masih banyak petani, nelayan, pekerja informal, dan masyarakat bawah yang hidupnya belum mengalami perubahan signifikan," ujar Marwan.Lihat Juga :Pidato Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Kaya Raya, Tapi Bisa Hidup Layak
Marwan menjelaskan, meski angka kemiskinan turun menjadi 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta orang per Maret 2025, dan terendah dalam sejarah, laju penurunannya masih sangat lambat.Sementara itu, tingkat ketimpangan yang tercermin dari Rasio Gini masih di angka 0,375, menunjukkan distribusi kesejahteraan yang belum merata alias masih lebar.Menurut Marwan, pertumbuhan ekonomi selama ini lebih banyak terkonsentrasi di kota besar dan investasi skala besar. Sementara, masyarakat kecil masih berhadapan dengan masalah mereka sehari-hari."Rakyat kecil masih menghadapi persoalan mendasar seperti harga pangan, akses rumah layak, kesehatan, dan pekerjaan yang layak ," katanya.Marwan menilai Indonesia kini membutuhkan model pertumbuhan baru yang lebih inklusif dan berbasis transformasi struktural. Menurut dia, model pertumbuhan tersebut tidak hanya mengejar angka statistik, tapi menciptakan pekerjaan produktif, memperkuat ekonomi rakyat, dan meningkatkan kualitas manusia secara berkelanjutan.Menurutnya, transformasi pertama yang harus dilakukan adalah mendorong pertumbuhan yang lebih berorientasi pada penciptaan lapangan kerja formal atau job-intensive growth."Keberhasilan investasi jangan hanya diukur dari nilai investasinya, tetapi juga dari seberapa besar dampaknya terhadap lapangan pekerjaan dan pendapatan masyarakat," jelasnya.Lihat Juga :PDIP Puji Janji Prabowo Tak Usik Latar Belakang Pemenang ProyekModel pertumbuhan lain, kata Marwan adalah dengan memperluas hilirisasi ekonomi hingga menyentuh sektor rakyat. Selain itu, dia juga mendorong percepatan pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, penguasaan teknologi, dan literasi digital."Negara-negara yang berhasil keluar dari jebakan pendapatan menengah selalu memiliki satu kesamaan, mereka tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kualitas manusianya," kata Marwan.Sebelumnya, Prabowo dalam pidatonya di Paripurna DPR, tak membantah angka kemiskinan tidak kunjung turun meski ekonomi tumbuh dalam tujuh tahun terakhir."Pertumbuhan kita dalam 7 tahun terakhir memang baik, 5 persen tiap tahun, selama 7 tahun kali 5 persen, 35 persen pertumbuhan kita. Harusnya kita tambah kaya 35 persen, tapi apa yang terjadi?" ujarnya."7 tahun kali 5 persen 35 persen ekonomi kita tumbuh, tapi rakyat kita yang miskin tambah dari 46,1 persen ke 49 persen. 3 persen naiknya," sambung Prabowo.Dia mengaku bingung dan menanyakan itu kepada para peserta rapat."Bagaimana bisa pertumbuhan 35 persen tapi kelas menengah menurun, kemiskinan meningkat?" tanyanya.Lihat Juga :Prabowo: Seluruh Rakyat Pemegang Saham di Indonesia! (thr/dal)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260521110248-32-1360696/demokrat-respons-soal-data-pertumbuhan-ekonomi-35-persen
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Menteri Agama Pimpin Pemotongan Sapi Kurban Prabowo-Gibran di Istiqlal
28 May 2026
Kemenkum DK Jakarta Rancang Sentra Kekayaan Intelektual Kampus
28 May 2026
Polisi Selidiki Dugaan Aksi Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
28 May 2026
Melihat Tradisi Kumpul 'Salawate' Iduladha di Negeri Sepa Maluku
28 May 2026
Pria di Jakbar Gelapkan Uang Rp1,2 Miliar, Modus Tukar Rupiah ke Dolar
28 May 2026
Polisi: Terduga Pembunuh Sisiwi SD di Makassar Sudah Lama Incar Korban