Kronologi Pembebasan 9 WNI dan Diplomasi Tiga Negara Menlu Sugiono
Jakarta, Sembilan aktivis dan jurnalis WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang sempat menjadi korban penculikan Israel saat ikut misi kemanusiaan Global Sumud Flotill...
Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) RI mengatakan sebelum terbang kembali ke Indonesia, para WNI sempat berada di Turki usai dibebaskan Israel pada Kamis (21/5).Duta Besar RI untuk Turki Rizal Achmad Purnomo mengatakan para WNI itu menjalani proses pemeriksaan kesehatan, visum, dan testimoni sebelum dipulangkan ke Indonesia. Pesawat Bawa 9 WNI Relawan GSF yang Diculik Israel Tiba di SoettaPenculikan terhadap ratusan aktivis dan relawan GSF dilakukan oleh Israel secara bertahap di perairan internasional.Penculikan dilakukan bertahap, dimulai pada Senin (18/5). karena ratusan aktivis ini berlayar menembus blokade Gaza menggunakan sejumlah kapal.
Pada Rabu (20/5), Kemlu RI memastikan seluruh atau sembilan WNI yang ikut misi GSF telah diculik pasukan Israel.Tentara zionis kemudian membawa relawan yang ditangkap ke Pelabuhan Ahsdod, Israel Selatan.Saat itu, sedikitnya sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Berdasarkan informasi dari GPCI, relawan Andi Angga dari Rumah Zakat berada di kapal Josef.Saat ditahan, para WNI mengaku mengalami penyiksaan keji oleh pasukan Israel. Rahendro Herubowo, yang merupakan eks jurnalis iNews, mengaku mengalami penyiksaan, mulai dari ditendang, diinjak, hingga disetrum."Saya mengalami beberapa kekerasan.
Ditendang, mungkin 3-4 kali di bagian depan. (Bagian) belakang juga saya diinjak. Dan terakhir disetrum," kata Heru, sapaannya, saat ditanya aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi dalam video yang diunggah di akun @chikifawzi.Hal senada juga dialami oleh Andre Prasetyo Nugroho selaku jurnalis Tempo TV, ia mengaku mengalami penganiayaan saat diculik oleh tentara Israel.
Ia dipaksa menunduk dalam-dalam, dengan tangan terikat kencang ke belakang, dan disetrum.Andre menyebut penyiksaan itu lebih parah ketika para relawan tiba di Kota Ashdod, Israel."Pas sudah sampai Ashdod, di tanah, wah itu paling keji. Enggak bisa saya maafin. Kepala saya mungkin ini cekung.
Saya tahan pakai kepala, pakai jidat. Tangan saya diikat ke belakang, diikat terlalu kencang, akhirnya peredaran darah enggak jalan dan itu bikin saya mau pingsan. Ini (menunjukkan pergelangan tangan) ditarik-tarik," tuturnya.Gerak cepat Kemlu dalam pembebasan WNIPembebasan 9 WNI dan ratusan aktivis GSF ini tak lepas dari upaya bersama sejumlah negara dan organisasi internasional.
Indonesia tak kalah aktif dalam peran pembebasan ini.Kemlu RI bergerak cepat setelah mengetahui kabar penculikan WNI. Indonesia bersama sejumlah negara seperti Turki, dan Spanyol mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam serangan militer Israel terhadap GSF dan menuntut akses penyaluran bantuan.Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang pada hari pertama penculikan terjadi menegaskan pihaknya melakukan upaya-upaya diplomatik untuk mempercepat pembebasan para WNI. "Sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi perlindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan," kata juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang kepada .com, Senin (18/5).Yvonne juga menegaskan RI mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan ke rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.Yvonne menuturkan Kemlu RI bersama Perwakilan RI terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan seluruh pihak terkait untuk memastikan pelindungan kepada sembilan WNI tersebut."Tentunya kita akan terus mengoptimalkan seluruh jalur komunikasi diplomatik untuk mengupayakan pembebasan para WNI, termasuk dengan memperkuat koordinasi bersama negara-negara yang warganya juga tergabung dalam GSF dan terdampak penahanan tersebut," ucap Yvonne melalui pernyataan tertulis kepada pada Selasa.Menlu RI Sugiono sempat mengakui kesulitan memantau kondisi para WNI yang diculik Israel.
Namun, upaya diplomasi tetap dilakukan dengan memanfaatkan jalur ketiga lewat negara lain atau organisasi internasional. Ini dilakukan karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Lihat Juga :Daftar 9 WNI Korban Penculikan Israel yang Telah Tiba di RISugiono berkata pemerintah menjalin koordinasi intensif dengan negara-negara seperti Turki, Yordania, dan Mesir untuk membebaskan 9 WNI."Jadi kita sudah melakukan komunikasi taman-teman di Kementerian Luar Negeri di Jordan dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita yang di-intercept dan ditahan oleh Israel," kata Sugiono di kompleks parlemen, Rabu (20/5).Pernyataan Sugiono disambut Duta Besar Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, dengan mengintensifkan lobi kepada Turki untuk membantu negosiasi pembebasan WNI yang diculik Israel."Atas instruksi Menteri Luar Negeri, Dubes RI lakukan komunikasi dan koordinasi dengan otoritas di Turki dalam rangka pembebasan WNI dimaksud.
Warga Negera Turki juga menjadi bagian dari GSF yang juga ditahan Israel," ucap Rizal saat dikonfirmasi .Hingga akhirnya pada Kamis (21/5) malam, Sugiono mengonfirmasi sembilan WNI yang ditangkap Israel kini dibebaskan."Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan WNI yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air," kata Sugiono.Lihat Juga :Negara Ini Banyak Andil Pulangkan 9 WNI yang Diculik IsraelPeran TurkiAnggota Steering Committee Global Sumud Flotilla (GSF) sekaligus koordinator Global Peace Convoy Indonesia, Maimun Herawati, ada satu negara yang memiliki banyak andil membantu pemulangan sembilan WNI relawan GSF yang diculik Israel.Negara itu, kata Maimun, adalah Turki. Ia mengatakan Turki sampai mengirim tiga pesawat untuk membebaskan sekitar puluhan relawan GSF yang ditahan Israel dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia.Maimun memaparkan semula, Turki hanya mengirim satu pesawat untuk memulangkan 90 relawan GSF asal Turki. Ia pun sempat meminta Ankara untuk turut memasukkan sembilan WNI dalam pesawat itu."Tapi kami steering committee berpikir lagi, bagus kalau semua dimasukkan ke Istanbul, jadi tidak terpisah-pisah ke Yordania dan Mesir," kata Maimun kepada wartawan setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, bersama 9 WNI relawan GSF yang sempat diculik pada Minggu (24/5) sore."Makanya Turki bersedia mengirimkan tiga pesawat, alhamdulillah.
Sehingga di situ saya merasa bahwasanya Turki behind the scene banyak membantu, terutama hotel di malam pertama pada saat teman-teman sudah turun, medical check-up, dan seterusnya," ucapnya menambahkan.Sementara itu Sugiono dalam kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berperan dalam membantu pembebasan relawan GSF, termasuk 9 WNI."Terima kasih kepada bapak Presiden atas arahannya ,kepada para anggota Komisi I DPR RI, Global Sumud Flotill
a, untuk Global Peace Convoy Indonesia, khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turki, Yordania, Mesir, yang telah membantu. Khususnya pemerintah Turki yang membantu penjemputan saudara-saudara kita dari Ashdod (Israel)," ucap Sugiono. (van/wis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260524142919-20-1361882/kronologi-pembebasan-9-wni-dan-diplomasi-tiga-negara-menlu-sugiono
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Kemenkum DK Jakarta Rancang Sentra Kekayaan Intelektual Kampus
28 May 2026
Polisi Selidiki Dugaan Aksi Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
28 May 2026
Melihat Tradisi Kumpul 'Salawate' Iduladha di Negeri Sepa Maluku
28 May 2026
Pria di Jakbar Gelapkan Uang Rp1,2 Miliar, Modus Tukar Rupiah ke Dolar
28 May 2026
Polisi: Terduga Pembunuh Sisiwi SD di Makassar Sudah Lama Incar Korban
27 May 2026
Pengasuh Ponpes di Pekalongan Diduga Cabuli Puluhan Santriwati