Sederet Catatan Indonesia Runner Up SEA Games 2025
Judul: Sederet Catatan Indonesia Runner Up SEA Games 2025 Jakarta, Kontingen Indonesia menyala di SEA Games 2025. Finis di peringkat kedua di klasemen perolehan medali jadi bukti
Jakarta, Kontingen Indonesia menyala di SEA Games 2025. Finis di peringkat kedua di klasemen perolehan medali jadi bukti tim Merah Putih mampu bersaing di papan atas pesta sepak bola Asia Tenggara.Sampai dengan hari terakhir SEA Games 2025, Sabtu (20/12), Indonesia meraih 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Gelar juara yang diraih Timnas Futsal Indonesia jadi medali emas penutup bagi kontingen Indonesia usai menggebuk tuan rumah Thailand 6-1 di partai final.Dengan rangkaian SEA Games 2025 yang berada di ujung acara, Indonesia kokoh di peringkat kedua klasemen medali. Sabetan ini sekaligus melebihi pencapaian di SEA Games 2023 dengan 87 emas, 80 perak, dan 109 perunggu sekaligus finis di peringkat ketiga.
Pilihan RedaksiHasil Liga Spanyol: Diwarnai 2 Kartu Merah, Real Madrid Hajar SevillaMbappe Selebrasi ala Ronaldo Usai Samai Rekor Gol CR7 di Real MadridAlasan Mbappe Tiru Kedipan dan Selebrasi Ronaldo Usai Cetak Rekor GolIni sekaligus jadi emas terbanyak sejak Indonesia jadi tuan rumah SEA Games 2011. Kala itu, kubu berlogo Garuda mengumpulkan 182 emas, 151 perak, dan 143 perunggu.Sekilas torehan medali yang lebih banyak tampak berkilau. Tapi jika diperhatikan lebih seksama, ada catatan penting menyertainya.
Jumlah atlet Indonesia yang berangkat ke SEA Games 2025 (1.021) jauh lebih banyak dari SEA Games 2023 (599). Dengan perolehan 91 emas di edisi kali ini dan 87 pada jilid sebelumnya, lonjakan kuantitas atlet tak serta-merta membuat torehan medali emas menanjak signifikan pula.Faktor 'X' yang membuat Indonesia berada di peringkat kedua klasemen medali SEA Games 2025 adalah merosotnya prestasi Vietnam. Setelah jadi juara umum di SEA Games 2023 dengan 136 emas dari 702 atlet, kini mereka berkutat dengan 80-an emas dari 841 atlet.
Namun demikian, bertambahnya jumlah emas di SEA Games yang dipersembahkan Indonesia layak dirayakan apapun cabang olahraganya. Terlebih hadirnya cabor dan nomor baru yang mencatat sejarah dengan raihan emas perdana.Sebut saja futsal putra yang akhirnya pecah telur merebut emas perdana. Selain itu ada equestrian, hoki es, kickboxing, dan basket 3x3 putri. Atlet, pelatih, dan staf yang mengharumkan nama bangsa adalah pahlawan olahraga.Lahirnya cabor dan nomor-nomor baru peraih emas adalah isyarat olahraga Indonesia tak berkutat dalam diskursus yang itu-itu saja. Sudah seharusnya prestasi bicara pada spektrum yang lebih luas.Tahun depan ada Asian Games 2026 di Jepang. Dua tahun berikutnya giliran Olimpiade 2028 Los Angeles, Amerika Serikat. Panggung-panggung inilah yang mesti disiapkan dengan matang oleh Tim Merah Putih.Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Prestasi di SEA Games 2025 layak dirayakan sewajarnya. Selepas itu, Indonesia perlu bersiap menyongsong pentas yang lebih besar, Olimpiade 2028.Olimpiade adalah tujuan tertinggi dari olahraga kompetitif. Ini yang jadi alasan SEA Games dominan melombakan cabang olahraga yang juga akan bergulir di Olimpiade.Ada 23 cabor penghasil medali di SEA Games 2025 bagi Indonesia yang kebetulan juga dilombakan di Olimpiade 2028. Bicara emas, penyumbang terbanyak adalah atletik dengan sembilan keping.Pilihan RedaksiViral Ramadhan Sananta Cetak Gol Solo Run di Liga MalaysiaAFC Denda FAM Akibat Pelanggaran Laga Malaysia vs NepalAlasan Pelatih Malaysia Peluk Atlet Indonesia Basral Usai Raih EmasKemudian cabor yang menyumbang lebih dari dua emas SEA Games 2025 adalah menembak, panahan, panjat tebing, judo, sepeda, angkat besi, renang, badminton, dayung, dan tenis. Yang disebutkan ini sama-sama dilombakan di Olimpiade 2028.Menyoal sepak terjang, cabor langganan pendulang emas di Olimpiade adalah badminton. Tapi pada Olimpiade 2024 cakupan emas meluas ke angkat besi dan panjat tebing.Faktor inilah yang membuat Kemenpora perlu memperluas sudut pandang terhadap cabor yang tadinya bukan langganan emas, sebagai proyeksi medali tertinggi di pentas paling prestisius pula. Angkat besi dan panjat tebing sudah membuktikan diri jadi 'oasis' ketika badminton paceklik emas di Olimpiade 2024. Perhatikan pula cabor yang pelan-pelan menunjukkan peningkatan signifikan seperti tenis yang meraih tiga emas di SEA Games 2025. Lalu skateboard yang menyabet medali tertinggi juga perlu jadi sorotan.Tak menutup kemungkinan atlet yang berprestasi di pentas Asia Tenggara bisa menapak titian yang lebih tinggi di level Asia, kemudian ke panggung dunia. Atau bisa pula mereka yang tak gemilang di SEA Games justru melesat di Asian Games tahun depan. Ini bisa jadi bekal untuk Olimpiade 2028.Pembinaan atlet secara holistik adalah kewajiban Kemenpora dalam urusan kebijakan. Pemerintah perlu memastikan kepada setiap pengurus cabor bahwa perjalanan atlet berada pada jalur menuju Olimpiade 2028.Tapi sebelum itu, agaknya Asian Games 2026 jadi prioritas lebih dulu. Mampu bicara banyak di level benua, barulah berceloteh soal meninju dunia.
Indonesia Menyala di SEA Games 2025, Jangan Redup di Panggung Dunia
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20251221000927-178-1309130/sederet-catatan-indonesia-runner-up-sea-games-2025
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Penonton Piala Dunia 2026 Diminta Setor Akun Medsos, Ada Indonesia?
13 Feb 2026
2 Alasan Penting Pelatih Ipswich Town Mempertahankan Elkan Baggott
13 Feb 2026
AFC Beberkan Vietnam Biang Kerok Kasus 7 Pemain Naturalisasi Malaysia
13 Feb 2026
Izin Kerja Terbit, Maarten Paes Debut Lawan Klub Justin Hubner?
13 Feb 2026
Menanti Duel Predator Gol di Nations League: Haaland vs Ronaldo
13 Feb 2026
Dari Ipswich Town, Elkan Baggott Mengintip Skuad Timnas Indonesia