RI Masih Dibayangi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Ini Pemicunya
Judul: RI Masih Dibayangi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Ini Pemicunya Jakarta, Sejumlah fenomena atmosfer seperti Monsun Asia dan Bibit Siklon Tropis berpotensi memicu cuaca eks...
Jakarta, Sejumlah fenomena atmosfer seperti Monsun Asia dan Bibit Siklon Tropis berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia selama sepekan ke depan.Selama beberapa hari terakhir, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah.Lihat Juga :Pakar Buka Suara Soal Fenomena Awan Kontainer Ramai di Medsos
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Curah hujan tertinggi tercatat di Jawa Barat (255,7 mm/hari), Nusa Tenggara Timur (97,6 mm/hari), Lampung (87 mm/hari), Sumatera Barat (81,2 mm/hari), Maluku Utara (80,1 mm/hari), Bali (70 mm/hari), Kalimantan Tengah (65,4 mm/hari), Jawa Tengah (64,5 mm/hari), dan Banten (60,6 mm/hari).Aktivitas Monsun Asia, seruakan angin atau Cold Surge, Indeks Cross Equatorial Northerly Surge (CENS), serta Gelombang Kelvin menjadi beberapa faktor yang memicu curah hujan tinggi tersebut.
Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi imbas sejumlah fenomena atmosfer.Secara global, BMKG mencatat El Niño-Southern Oscillation (ENSO) berada fase La Niña lemah, dengan SOI tercatat +9.4 dan indeks Niño 3.4 sebesar -0.79. Indikator tersebut mengarah pada peningkatan aktivitas konvektif, terutama di kawasan timur Indonesia.Monsun Asia juga masih cukup persisten hingga dasarian pertama Februari.Sementara itu, Cold Surge dari utara yang melintasi ekuator juga diperkirakan masih berlangsung beberapa hari ke depan di wilayah Pesisir Utara Jawa, Sumatra bagian Selatan, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Selatan, Maluku bagian Selatan hingga Tenggara, Bali, NTT, dan NTB.Sejumlah bibit siklon juga terpantau aktif di sekitar wilayah Tanah Air.Lihat Juga :Siklon Tak Bisa Dimodifikasi, BMKG Dorong Mitigasi DampakBibit Siklon Tropis 94W terpantau di wilayah Samudra Pasifik, memberi dampak potensi hujan sedang-lebat di wilayah Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Maluku Utara, sementara Bibit Siklon Tropis 92S terpantau di wilayah Samudra Hindia barat daya Lampung, memberi dampak berupa tinggi gelombang (kategori sedang) di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.Lebih lanjut, gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator juga terpantau aktif di sebagian wilayah Indonesia."Kombinasi antara MJO, Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin, terpantau aktif di wilayah Samudera Hindia sebelah barat daya Banten, Perairan barat dan timur Filipina, Samudera Pasifik sebelah utara Papua hingga timur laut Papua," tulis BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 3-9 Februari.Cuaca sepekan ke depanMenurut BMKG, secara umum sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat sepekan ke depan, bahkan disertai dengan angin kencang. Berikut daftarnya:3-5 FebruariHujan lebat-sangat lebat- Jawa Barat- Jawa Tengah- DI Yogyakarta- Jawa Timur- Nusa Tenggara Timur- Sulawesi Selatan- Papua Pegunungan- PapuaAngin kencang- Nusa Tenggara Timur- Sulawesi Selatan- Maluku6-9 FebruariHujan lebat-sangat lebat- Jawa Timur- Nusa Tenggara Timur- Papua PegununganAngin kencang- Sulawesi Selatan- Nusa Tenggara Barat (lom/dmi)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260204054031-641-1324314/ri-masih-dibayangi-cuaca-ekstrem-sepekan-ke-depan-ini-pemicunya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Riset Terbaru Ungkap Cadangan Hidrogen di Inti Bumi Setara 45 Lautan
13 Feb 2026
Bos Geotab Bicara Tantangan Pasar di Indonesia
13 Feb 2026
Indosat Rilis Perlindungan Scam di WhatsApp, Begini Cara Aktifkannya
13 Feb 2026
Peringatan BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Sejumlah Perairan
13 Feb 2026
Penjualan iPhone Pecahkan Rekor, Model Ini Laku Keras
13 Feb 2026
Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Ini Daftar Daerah Terdampak