Teknologi 05 Mar 2026 13 views

BMKG Ungkap Potensi Cuaca Lebaran 2026, Hujan atau Panas?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan cuaca selama periode Hari Raya Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026 akan didominasi hujan, meskipun beberapa wilay...

BMKG Ungkap Potensi Cuaca Lebaran 2026, Hujan atau Panas?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan cuaca selama periode Hari Raya Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026 akan didominasi hujan, meskipun beberapa wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda peralihan ke musim kemarau.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer pada Maret 2026 masih mendukung pembentukan hujan di banyak wilayah Indonesia. Proyeksi BMKG membagi potensi hujan selama Maret 2026 menjadi tiga periode.

Pada 1-10 Maret, hujan ringan hingga sedang diperkirakan mendominasi, namun hujan sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Kemudian, pada periode 11-20 Maret dan 21-31 Maret 2026, cuaca diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, peluang hujan lebat berpotensi terjadi di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan. Faisal menyampaikan hal ini dalam Rapat Koordinasi Persiapan Idulfitri di Auditorium Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Senin (2/3).

BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih akan mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi sepanjang Maret. Bahkan, beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah berpeluang mengalami curah hujan sangat tinggi.

Memasuki April, intensitas hujan diperkirakan masih berada pada kategori menengah hingga tinggi di sejumlah wilayah, meskipun secara bertahap beberapa daerah mulai memasuki periode peralihan menuju musim kemarau.

Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer yang masih aktif, seperti pengaruh Monsun Asia, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, BMKG juga memantau potensi pembentukan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia, termasuk Bibit Siklon 90S yang terdeteksi di Samudra Hindia barat daya Lampung.

BMKG juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem lainnya yang perlu diwaspadai selama masa mudik dan arus balik Lebaran. Salah satunya adalah pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat memicu hujan lebat, badai guntur, kilat atau petir, hingga hembusan angin kencang. Fenomena ini juga berpotensi menimbulkan turbulensi di jalur penerbangan dan kondisi berbahaya di area bandara.

Di sektor kelautan, BMKG memperkirakan potensi gelombang laut kategori sedang dengan tinggi sekitar 1,25 hingga 2,5 meter pada periode Maret hingga April. Gelombang tersebut berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Aceh hingga barat Lampung, perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, serta perairan utara Maluku hingga Papua.

BMKG juga mengingatkan potensi banjir pesisir atau rob akibat kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret 2026 dan fase Perigee pada 22 Maret 2026 yang dapat meningkatkan pasang air laut di sejumlah wilayah pesisir.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG selama periode mudik Lebaran agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260305134816-641-1334653/bmkg-ungkap-potensi-cuaca-lebaran-2026-hujan-atau-panas
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.