Teknologi 10 Mar 2026 5 views

Tak Sudi Perusahaan Kerja Sama dengan Pentagon, Bos OpenAI Mundur

Bos OpenAI Mundur karena Tak Setuju Perusahaan Berkolaborasi dengan Pentagon Jakarta, Kesepakatan antara OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT, dengan Departemen Pertahanan Amerik...

Tak Sudi Perusahaan Kerja Sama dengan Pentagon, Bos OpenAI Mundur
Bos OpenAI Mundur karena Tak Setuju Perusahaan Berkolaborasi dengan Pentagon

Jakarta, Kesepakatan antara OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT, dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) telah menimbulkan dampak serius. Selain kehilangan pengguna, OpenAI kini juga ditinggalkan oleh salah satu ahli kunci dalam pengembangan perangkat keras robotika.

Caitlin Kalinowski, yang mengepalai divisi perangkat keras di bagian robotika OpenAI, mengumumkan pengunduran dirinya melalui platform X. Dalam pernyataannya, ia mengkritik keras keputusan perusahaan untuk bekerja sama dengan Pentagon.

Menurut Kalinowski, keputusan kerja sama dengan Departemen Pertahanan diambil secara terburu-buru tanpa penyelidikan yang memadai mengenai mekanisme pengamanan yang diperlukan. "Pengawasan terhadap warga Amerika tanpa pengawasan yudisial dan otonomi mematikan tanpa izin manusia adalah batas-batas yang layak mendapat pertimbangan lebih dari yang diberikan," tulis Kalinowski di X.

Mantan eksekutif OpenAI itu menambahkan bahwa "pengumuman itu terburu-buru tanpa batasan yang ditetapkan," dan menyebutnya sebagai "masalah tata kelola yang paling utama."

OpenAI membenarkan pengunduran diri Kalinowski dan menyatakan bahwa perusahaan memahami setiap orang memiliki pendapat sendiri mengenai isu-isu ini. Namun, perusahaan juga menegaskan tidak mendukung isu-isu yang diangkat oleh Kalinowski. "Kami yakin kesepakatan kami dengan Pentagon menciptakan jalur yang dapat diterapkan untuk penggunaan AI yang bertanggung jawab dalam keamanan nasional, sambil menegaskan batas-batas kami: tidak ada pengawasan domestik dan tidak ada senjata otonom," demikian pernyataan OpenAI.

Pengunduran diri Kalinowski kemungkinan menjadi dampak paling signifikan dari keputusan OpenAI untuk menandatangani kesepakatan dengan Departemen Pertahanan. Keputusan ini diambil tak lama setelah Anthropic menolak untuk melonggarkan batasan-batasan kecerdasan buatan (AI) terkait pengawasan massal dan pengembangan senjata otonom sepenuhnya.

Meski demikian, CEO OpenAI Sam Altman menyatakan akan merevisi kesepakatan dengan Departemen Pertahanan untuk melarang penyadapan terhadap warga Amerika.

Sebelumnya, keputusan OpenAI untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) militer bersama pemerintah Amerika Serikat telah memicu kontroversi dan gelombang protes dari pengguna ChatGPT. Langkah ini diambil setelah Anthropic, pengembang Claude, mundur dari kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) karena alasan keamanan dan keselamatan. Sebagian pengguna mulai meninggalkan ChatGPT dan beralih ke layanan AI lain.

Reaksi negatif juga terlihat di berbagai media sosial dan forum seperti Reddit, di mana sejumlah pengguna membagikan panduan cara menghapus akun dan data mereka. Sebagian lainnya menuding OpenAI mengabaikan etika dan "menggadaikan jiwa" dengan mengizinkan teknologinya digunakan oleh militer AS.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260310085101-185-1336193/tak-sudi-perusahaan-kerja-sama-dengan-pentagon-bos-openai-mundur
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.