BMKG Ungkap Kemunculan Siklon Tropis Nuri di Wilayah Timur Indonesia
Judul: BMKG Ungkap Kemunculan Siklon Tropis Nuri di Wilayah Timur Indonesia Jakarta, Siklon tropis Nuri terbentuk di wilayah Samudra Pasifik utara Papua. Sejumlah wilayah sekitarn...
Jakarta, Siklon tropis Nuri terbentuk di wilayah Samudra Pasifik utara Papua. Sejumlah wilayah sekitarnya berpotensi terdampak hujan lebat hingga gelombang tinggi."Siklon Tropis Nuri berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W saat ini terpantau di Samudra Pasifik utara Papua dan diprakirakan bergerak ke arah timur laut menjauhi wilayah Indonesia," tulis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Instagram, Rabu (11/3).Lihat Juga :Gelombang Panas Sengat Indonesia April, Siap-siap Suhu di Atas Normal
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bibit Siklon Tropis 95W berubah menjadi siklon pada Rabu pukul 01.00 WIB.BMKG memprediksi kecepatan angin maksimum siklon tropis ini persisten dengan pergerakan ke arah timur laut menjauhi wilayah Indonesia.
"Keberadaan sistem tersebut memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi hujan dan perairan Indonesia, terutama berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan juga peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah," tulis BMKG.Dampak tidak langsung hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.Sementara itu, gelombang laut tinggi berpotensi terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe - Talaud, Laut Maluku, Samudra Pasifik Utara Papua Barat Daya hingga Papua, serta Samudra Pasifik utara Maluku.Sebelumnya, BMKG memperkirakan sejumlah wilayah berpotensi mengalami cuaca ekstrem tersebut."Periode 13 - 16 Maret 2026 cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur," kata BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 10 - 16 Maret.Pilihan RedaksiBMKG Bongkar Pemicu Hujan Lebat di Jakarta-Banten, Ini Biang KeroknyaDinamika Atmosfer Mereda, Jakarta Aman dari Hujan Lebat?Diprediksi Tiba Lebih Awal, Kapan Musim Kemarau 'Panggang' RI?Selain itu, potensi hujan intensitas sedang hingga lebat juga terjadi di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.Pada periode tersebut, BMKG juga memperkirakan hujan lebat hingga sangat lebat di Papua Tengah serta angin kencang di Sulawesi Utara.Hujan lebat pada periode ini dipicu oleh sejumlah fenomena cuaca, salah satunya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang bergeser ke fase 6 dan 7 (Western Pacific) dalam sepekan ke depan, sehingga konsentrasi pembentukkan awan hujan lebih dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian timur.Selain itu, Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprakirakan aktif di Sumatra dan Kalimantan bagian utara, sebagian Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua. Keduanya disebut dapat mendukung peningkatan aktivitas konvektif serta potensi hujan di wilayah tersebut.BMKG juga memantau adanya pembentukan daerah tekanan rendah di Australia bagian utara yang menginduksi terbentuknya daerah pertemuan angin yang memanjang dari NTB, NTT, Maluku bagian selatan, hingga Laut Arafuru.Dengan kelembapan udara yang juga masih cukup tinggi, serta labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal di beberapa wilayah, BMKG menyebut kondisi ini berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia. (lom/dmi)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260312051927-641-1337028/siklon-tropis-nuri-terbentuk-di-timur-ri-ini-daerah-terdampak
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Sampah Antariksa Bikin Geger Warga Lampung Ternyata Sisa Roket China
05 Apr 2026
Cara Astronaut Artemis 2 Pelajari Bulan
05 Apr 2026
Pakar: Pemadaman Internet Iran adalah Blackout Nasional Terlama
05 Apr 2026
Pakar Astronomi: Benda di Langit Lampung Sampah Antariksa, Bukan Komet
05 Apr 2026
Warga Lampung Geger Benda Bercahaya di Langit, Ini Kata Ahli
05 Apr 2026
Studi Terbaru Ungkap AI Kini Makin Sering Berbohong