Serangan AS ke Sekolah Iran Tewaskan 170 Siswa, Senjata AI Disorot
Amerika Serikat (AS) diduga menggunakan sistem kecerdasan buatan (AI) dalam serangan yang menghancurkan sebuah sekolah di Iran, menewaskan 170 siswa dan staf. Pentagon menolak memb...
Laporan dari Wall Street Journal menyebut Pentagon menggunakan model AI Claude milik Anthropic dalam perencanaan serangan militer ke Iran akhir pekan lalu, dan sistem serupa diduga masih digunakan dalam serangan lanjutan.
Sekolah Shajareh Tayyebeh di Kota Minab hancur lebur dalam serangan pembuka AS. Al Jazeera melaporkan sebagian besar korban tewas adalah siswi berusia 7 hingga 12 tahun, dan setidaknya 95 orang lainnya mengalami luka-luka. Middle East Eye menambahkan bahwa sekolah tersebut terkena serangan kedua setelah rudal pertama, menyebabkan petugas pertolongan pertama dan orang tua yang datang menjemput anak-anak turut menjadi korban. Praktik "double tap" ini mengingatkan pada pengeboman AS terhadap kapal sipil di Venezuela era Donald Trump dan serangan udara di Pakistan era Barack Obama.
Ketika dihubungi mengenai penggunaan AI dalam operasi militer terkini, khususnya penargetan Sekolah Shajareh Tayyebeh, Pentagon mengarahkan pertanyaan ke CENTCOM, yang menyatakan, "Kami tidak memiliki informasi apa pun untuk Anda saat ini."
Investigasi terbaru Kementerian Pertahanan AS mengungkapkan bahwa serangan militer ke Iran salah sasaran hingga menewaskan lebih dari 170 siswa dan staf. Reuters melaporkan, hasil investigasi Pentagon pada Rabu (11/3) menunjukkan bahwa militer AS kemungkinan menggunakan data penargetan yang sudah usang. Investigasi internal militer AS yang masih berlangsung sejak pekan lalu mengindikasikan bahwa pasukan AS kemungkinan bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah putri di Minab.
Militer AS disebut menggunakan rudal Tomahawk dalam serangan tersebut. Menurut salinan arsip situs web resmi sekolah, sekolah itu berdekatan dengan kompleks yang dioperasikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), pasukan militer di bawah pimpinan tertinggi Iran.
Seorang pejabat Departemen Pertahanan AS mengungkapkan bahwa militer AS kemungkinan menggunakan sistem AI generatif untuk memeringkat daftar target dan memberikan rekomendasi target mana yang harus diserang lebih dulu. Rekomendasi tersebut kemudian akan diperiksa oleh manusia. Sistem ini bekerja dengan memasukkan daftar target potensial ke AI generatif yang digunakan Pentagon untuk pengaturan rahasia. Manusia kemudian meminta sistem menganalisis informasi dan memprioritaskan target dengan mempertimbangkan faktor seperti lokasi pesawat, lalu memeriksa dan mengevaluasi hasilnya. Pejabat itu menekankan ini baru sebatas contoh cara kerja, bukan konfirmasi bahwa sistem tersebut saat ini digunakan.
Sejak 2017, militer AS telah mengembangkan inisiatif "big data" bernama Maven. Sistem ini menggunakan AI jenis lama, terutama computer vision, untuk menganalisis data dan citra yang dikumpulkan Pentagon. MIT Technology Review melaporkan, Maven dapat menganalisis ribuan jam rekaman drone dan mengidentifikasi target secara algoritmik. Laporan Georgetown University 2024 menunjukkan tentara menggunakan sistem ini untuk memilih target dan memeriksanya, yang mempercepat proses persetujuan. Tentara berinteraksi dengan Maven melalui antarmuka peta medan perang dan dasbor yang menyorot target potensial dengan warna tertentu dan pasukan sahabat dengan warna lain. Kini, AI generatif ditambahkan sebagai lapisan chatbot percakapan, yang digunakan militer untuk menemukan dan menganalisis data lebih cepat saat membuat keputusan seperti target mana yang diprioritaskan.
The New York Times melaporkan bahwa penyelidikan awal menemukan data target yang kadaluarsa menjadi salah satu penyebab serangan. Sekolah Shajareh Tayyebeh dulunya merupakan bagian dari kompleks militer Islamic Revolutionary Guard Corps (IRCC), namun telah dipisahkan dan difungsikan sebagai sekolah hampir satu dekade lalu. Tembok pemisah dibangun pada 2017, menara pengawas dibongkar, dan dinding sekolah dicat dengan warna-warna cerah khas fasilitas pendidikan. Secara visual, fasilitas itu seharusnya mudah dikenali sebagai sekolah, bahkan peta online dan situs web sekolah dengan jelas menampilkan informasi tentang kampus dan para siswi.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260313142019-185-1337703/as-diduga-pakai-senjata-canggih-ini-bunuh-170-siswa-sd-iran
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Sampah Antariksa Bikin Geger Warga Lampung Ternyata Sisa Roket China
05 Apr 2026
Cara Astronaut Artemis 2 Pelajari Bulan
05 Apr 2026
Pakar: Pemadaman Internet Iran adalah Blackout Nasional Terlama
05 Apr 2026
Pakar Astronomi: Benda di Langit Lampung Sampah Antariksa, Bukan Komet
05 Apr 2026
Warga Lampung Geger Benda Bercahaya di Langit, Ini Kata Ahli
05 Apr 2026
Studi Terbaru Ungkap AI Kini Makin Sering Berbohong