'Godzilla' El Nino Bakal Muncul Dekat RI, Siap-siap Dampak Buruknya
Judul: 'Godzilla' El Nino Bakal Muncul Dekat RI, Siap-siap Dampak Buruknya Jakarta, Fenomena El Nino kuat diprediksi bakal 'meneror' sejumlah negara di benua Asia dan Amerika, ter...
Jakarta, Fenomena El Nino kuat diprediksi bakal 'meneror' sejumlah negara di benua Asia dan Amerika, termasuk Indonesia, pada tahun 2026 ini. Simak prediksinya.Seiring meredanya fenomena La Nina, para peneliti kini mulai mengalihkan perhatiannya ke El Nino di Samudra Pasifik. European Center for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF), lembaga meteorologi independen dari Eropa, mengeluarkan pemodelan terbaru mengenai perkembangan El Nino.Lihat Juga :BMKG Ungkap Alasan Hawa Panas di Jakarta Sepekan Terakhir
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir IFL Science, Hasil pemodelan mereka menunjukkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik diprediksi melonjak tajam dalam enam bulan ke depan.Lonjakan suhu di samudra yang berada di sebelah timur wilayah Indonesia itu menjadi dasar prakiraan terbentuknya El Nino pada Agustus mendatang. Model ini menyatakan ada kemungkinan 22 persen potensi terbentuknya El Nino super, 80 persen peristiwa besar (strong), dan 98 persen peristiwa moderat.
Ketika El Nino muncul dengan kekuatan luar biasa, fenomena ini disebut 'Godzilla El Nino', yang terakhir terjadi pada 2015-2016 akibat suhu sangat tinggi di bagian timur Samudra Pasifik. Saat itu, fenomena ini memicu serangkaian bencana alam di sejumlah penjuru dunia.El Nino-Southern Oscillation (ENSO) merupakan siklus iklim alami yang dipicu oleh fluktuasi permukaan laut dan tekanan atmosfer di Samudra Pasifik.Meski terdengar regional, dampaknya menjalar ke seluruh dunia: memengaruhi suhu global, pola hujan, kekeringan, badai tropis, gelombang panas, hingga musim siklon.ENSO memiliki tiga fase: El Nino (fase hangat), La Nina (fase dingin), dan kondisi netral. Saat El Niño terjadi, suhu rata-rata global terdongkrak naik.Prediksi El Nino skala besar belum diumumkan secara resmi oleh badan meteorologi global, mulai dari NOAA asal AS hingga WMO di bawah PBB. Namun begitu, mereka mengakui peluang El Niño semakin meningkat.Sekjen WMO Celeste Saulo menegaskan, prakiraan musiman El Nino dan La Nina sangat penting untuk sektor pertanian, kesehatan, energi, hingga manajemen air, serta membantu mitigasi bencana."Komunitas WMO akan memantau kondisi dengan cermat dalam beberapa bulan mendatang untuk mendukung pengambilan keputusan. Fenomena El Niño terbaru, pada 2023-2024, merupakan salah satu dari lima fenomena terkuat yang pernah tercatat dan berperan dalam suhu global tertinggi yang kita saksikan pada 2024," kata Saulo, dalam sebuah pernyataan awal bulan ini.Pilihan RedaksiTanda-tanda Kemunculan El Nino Mulai Terlihat, Siap-siap 'Terpanggang'Kapan Puncak Musim Kemarau 2026 di Indonesia? Ini Kata BMKGLa Nina Berakhir, Siap-siap El Nino 'Panggang' Wilayah IndonesiaSituasi IndonesiaKemunculan El Nino juga bakal berpengaruh terhadap iklim di Indonesia. Salah satunya adalah musim panas yang diprediksi bakal lebih lama.Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau tahun 2026 lebih awal dibandingkan rerata klimatologinya. Saat ini kondisi iklim global telah beralih ke fase Netral dan berpotensi berkembang menuju El Nino pada pertengahan tahun.Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, mengatakan pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28 atau dalam kondisi Netral dan diperkirakan bertahan hingga Juni 2026.Meski demikian, peluang munculnya El Nino kategori Lemah hingga Moderat mulai meningkat pada semester kedua tahun ini dengan probabilitas sekitar 50-60 persen."Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun," kata Faisal.Menurut prakiraan BMKG, sebanyak 46,5 persen zona musim di Indonesia atau 325 dari 699 zona musim (ZOM) diperkirakan mengalami awal musim kemarau yang maju dibandingkan rata-rata klimatologis 1991-2020. Kondisi ini membuat durasi kemarau di sejumlah wilayah berpotensi lebih panjang.Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menegaskan bahwa kemajuan awal musim berdampak langsung pada lamanya periode kering."Kesimpulan umum dari musim kemarau 2026 yang akan kita hadapi ini, kita prediksi maju atau lebih awal. Sehingga pada banyak tempat dia juga menjadi lebih panjang karena awalnya itu maju," ujar Ardhasena.
(dmi/dmi)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260316101358-641-1338477/godzilla-el-nino-bakal-muncul-dekat-ri-siap-siap-dampak-buruknya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Sampah Antariksa Bikin Geger Warga Lampung Ternyata Sisa Roket China
05 Apr 2026
Cara Astronaut Artemis 2 Pelajari Bulan
05 Apr 2026
Pakar: Pemadaman Internet Iran adalah Blackout Nasional Terlama
05 Apr 2026
Pakar Astronomi: Benda di Langit Lampung Sampah Antariksa, Bukan Komet
05 Apr 2026
Warga Lampung Geger Benda Bercahaya di Langit, Ini Kata Ahli
05 Apr 2026
Studi Terbaru Ungkap AI Kini Makin Sering Berbohong