BRIN dan FAO Dorong Transformasi Industri Peternakan Berbasis Sains
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) bertekad mendorong transformasi industri peternakan yang berkelanju...
Forum strategis dua hari ini dihadiri oleh lebih dari 470 peserta dari 33 negara, termasuk pakar internasional, pembuat kebijakan, ilmuwan, pelaku usaha, dan organisasi masyarakat sipil. Pertemuan ini menjadi wadah kolaborasi global untuk merumuskan arah baru transformasi sistem peternakan yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kemitraan lintas sektor. BRIN dan FAO menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat sinergi global dalam membangun sistem peternakan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Transformasi berbasis sains diharapkan dapat menjawab tantangan saat ini dan menjadi fondasi bagi masa depan agripangan yang lebih tangguh.
Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan bahwa sektor peternakan Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, perbaikan gizi, dan penguatan ekonomi pedesaan. Ia menambahkan, "Pertemuan strategis ini menegaskan komitmen Indonesia dalam menjawab tantangan global melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi. Dengan memperkuat kapasitas riset dan mengadopsi praktik berkelanjutan, kita tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat ketahanan sektor peternakan terhadap perubahan iklim."
Sektor peternakan memegang peran vital dalam sistem agripangan global. Selain memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan protein dunia, peternakan juga menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 1,3 miliar orang, terutama peternak kecil dan komunitas pedesaan. Namun, di tengah peningkatan kebutuhan pangan, sektor ini juga menghadapi tantangan keberlanjutan, perubahan iklim, dan efisiensi sumber daya.
Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, menambahkan bahwa kolaborasi dalam forum ini akan memperkuat upaya Indonesia dalam mengembangkan sistem peternakan yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan. "Diskusi dan kemitraan yang lahir dari pertemuan ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem peternakan yang selaras dengan prioritas nasional dan tujuan global. FAO berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia dalam transformasi ini melalui pendekatan berbasis sains dan kemitraan strategis," ujarnya.
Forum ini menyelenggarakan berbagai sesi diskusi, mulai dari pleno, panel pakar, hingga forum ilmiah paralel yang membahas temuan terkini di bidang peternakan berkelanjutan. Selain itu, diadakan pula kompetisi riset pemuda untuk mendorong inovasi dari generasi muda dalam mendukung transformasi sektor ini.
Salah satu agenda penting dalam konferensi ini adalah peluncuran fase terbaru Global Livestock Environmental Assessment Model (GLEAM) dari FAO. Model ini merupakan kerangka analisis komprehensif yang dirancang untuk mengukur dampak lingkungan dari sistem peternakan, serta memberikan rekomendasi strategi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. GLEAM diharapkan menjadi alat penting bagi pembuat kebijakan, peneliti, dan pelaku industri dalam merancang kebijakan berbasis data, mengurangi dampak lingkungan, serta menjaga keseimbangan antara keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam jangka panjang.
Sebelum konferensi, FAO telah menyelenggarakan pelatihan teknis bagi 100 pakar dan spesialis terkait penggunaan model GLEAM dan pedoman teknis terbaru yang dikembangkan melalui kemitraan Livestock Environmental Assessment and Performance (LEAP). Inisiatif ini mendukung negara-negara dalam menilai dan mengoptimalkan nilai jasa ekosistem dalam sistem peternakan.
Asisten Direktur Jenderal FAO, Thanawat Tiensin, menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif global dalam menghadapi tantangan sektor peternakan. "Dunia membutuhkan visi bersama, tanggung jawab kolektif, dan pendekatan One Health sebagai solusi menyeluruh untuk transformasi peternakan yang berkelanjutan. Sains dan inovasi menjadi kunci dalam memastikan ketahanan pangan, gizi, serta keberlanjutan mata pencarian masyarakat," katanya.
Forum International Strategic Meeting on Scientific Pathways for Sustainable Livestock Industry Transformation dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube BRIN. Ini merupakan upaya BRIN untuk memperluas akses publik terhadap pengetahuan dan diskusi global di bidang peternakan berkelanjutan.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260327153817-204-1341843/brin-dan-fao-dorong-transformasi-industri-peternakan-berbasis-sains
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
05 Apr 2026
Cara Astronaut Artemis 2 Pelajari Bulan
05 Apr 2026
Pakar: Pemadaman Internet Iran adalah Blackout Nasional Terlama
05 Apr 2026
Pakar Astronomi: Benda di Langit Lampung Sampah Antariksa, Bukan Komet
05 Apr 2026
Warga Lampung Geger Benda Bercahaya di Langit, Ini Kata Ahli
05 Apr 2026
Studi Terbaru Ungkap AI Kini Makin Sering Berbohong
05 Apr 2026
FOTO: Tas Ini Terbuat dari Kolagen Dinosaurus, Bakal Dilelang Rp8,5 M