Teknologi 28 Mar 2026 6 views

Misi Artemis II, Ini Sosok 4 Astronaut yang Akan Keliling Bulan

Judul: Misi Artemis II, Ini Sosok 4 Astronaut yang Akan Keliling Bulan Jakarta, Empat astronaut akan meluncur ke Bulan dalam waktu kurang dari dua minggu. Para astronaut NASA ini...

Misi Artemis II, Ini Sosok 4 Astronaut yang Akan Keliling Bulan
Judul: Misi Artemis II, Ini Sosok 4 Astronaut yang Akan Keliling Bulan

Jakarta, Empat astronaut akan meluncur ke Bulan dalam waktu kurang dari dua minggu. Para astronaut NASA ini akan terbang dalam misi berawak pertama sejak lebih dari 50 tahun setelah misi Apollo.
Keempat astronaut itu adalah Reid Wiseman, Christina Koch, dan Victor Glover, dan Jeremy Hansen, rencananya akan meluncur pada 1 April 2026. Mereka akan menjalani misi Artemis II selama 10 hari mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi.
Lihat Juga :
Misi Artemis II Segera Meluncur ke Bulan, Catat Jadwalnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka akan terbang lebih jauh dari Bumi daripada yang pernah dicapai manusia sebelumnya, melampaui rekor 400.171 kilometer yang dicetak oleh Apollo 13 pada tahun 1970.
Meskipun para astronaut tidak akan mendarat di permukaan satelit alami Bumi itu, penerbangan ini bertujuan untuk memulai era baru eksplorasi dan membuka jalan bagi pendaratan di Nulan dalam beberapa tahun mendatang. Ini akan menjadi kali pertama roket Space Launch System generasi baru NASA dan kapsul Orion mengangkut penumpang manusia.
"Tidak ada lagi yang tersisa di daftar tugasku. Aku sudah siap berangkat," kata Wiseman dalam sebuah postingan di X, melansir NBC.
Dia dan rekan-rekan kru lainnya telah menjalani karantina di Houston sejak seminggu yang lalu, sebuah bagian standar dari kegiatan prapeluncuran yang dirancang untuk membatasi paparan astronot terhadap kuman.
Wiseman akan memimpin misi Artemis II, dengan Glover bertindak sebagai pilot dan Koch serta Hansen sebagai spesialis misi. NASA mengumumkan pemilihan mereka pada tahun 2023.
"Di antara awak misi tersebut terdapat perempuan pertama, orang berkulit berwarna pertama, dan warga Kanada pertama yang ikut serta dalam misi ke Bulan," kata Vanessa Wyche, direktur Pusat Antariksa Johnson NASA, saat itu.
Pilihan Redaksi
Berapa Waktu yang Dibutuhkan untuk Berjalan Keliling Mars?
Mundur dari Ambisi Mars, Elon Musk Kini Mau Buat Kota di Bulan
NASA Alihkan Misi ke Mars, Siapkan Pesawat Bertenaga Nuklir
"Dan keempat astronaut tersebut akan mewakili yang terbaik dari umat manusia saat mereka menjelajah demi kepentingan semua orang," lanjutnya.
Tiga dari empat astronaut NASA yang ikut dalam misi ini adalah para veteran penerbangan luar angkasa. Wiseman sebelumnya bertugas di Angkatan Laut dan menjadi astronot pada tahun 2009. Ia menghabiskan enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada tahun 2014.
Sejak kematian istrinya pada tahun 2020, Wiseman membesarkan kedua anak mereka sendirian. Ia mengatakan bahwa menjadi astronaut menimbulkan banyak tekanan dan kecemasan bagi anggota keluarga, dan antusiasmenya terhadap misi ini sering kali diredam oleh perasaan egois terkait beban yang ditanggung oleh orang-orang tercinta.
"Tentu saja akan jauh lebih mudah jika saya hanya duduk di sofa dan menonton sepak bola sepanjang akhir pekan, tetapi di sisi lain, ada empat orang yang diberi kesempatan untuk menjelajah dan melakukan sesuatu yang sangat unik dan langka dalam peradaban ini," kata Wiseman.
Wiseman berharap misi ini akan membenarkan pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang-orang tercintanya.
"Kita selalu memandang Bulan dan berkata, 'Kita pernah ke sana.' Namun bagi seluruh generasi ini, bagi generasi kita, bagi generasi muda, bagi generasi Artemis, mereka akan memandang Bulan sekarang dan berkata, 'Kita ada di sana,'" ujarnya.
Keempat astronaut tersebut berencana membawa barang-barang kecil dan kenang-kenangan dalam penerbangan mereka mengelilingi bulan. Wiseman dan Koch mengatakan bahwa mereka berencana membawa surat-surat dari keluarga mereka.
Glover mengaku akan membawa Alkitab, cincin kawinnya, dan pusaka untuk putri-putrinya. Sementara Hansen akan membawa liontin berbentuk Bulan yang dihiasi batu kelahiran anggota keluarganya serta bertuliskan "moon and back".
Barang-barang ini menjadi kenang-kenangan istimewa dan merupakan cara bagi para astronaut untuk melibatkan anggota keluarga mereka dalam perjalanan ini.
Koch sudah tidak asing lagi dengan masa tugas yang lama di luar angkasa atau pencapaian bersejarah pertama. Ia menghabiskan hampir sepanjang tahun 2019 (328 hari) di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), mencetak rekor penerbangan luar angkasa tunggal terpanjang yang dilakukan oleh seorang wanita.
Selama di sana, ia dan rekan astronautnya, Jessica Meir, melakukan perjalanan luar angkasa pertama NASA yang seluruh anggotanya adalah wanita.
"Saya akan sangat senang melihat seseorang yang saya kenal ditunjuk sebagai orang yang akan berjalan di Bulan, tetapi jika itu bukan bagian dari takdir saya di bidang antariksa, saya tidak masalah dengan itu," kata Koch.
Pilihan Redaksi
Kebijakan Baru, Astronaut NASA Kini Boleh Bawa HP ke Antariksa
Proyek Stasiun di Bulan Jadi Target NASA Usai ISS Pensiun di 2030?
NASA Alihkan Misi ke Mars, Siapkan Pesawat Bertenaga Nuklir
Sementara itu, Glover ikut serta dalam penerbangan operasional perdana kapsul Crew Dragon milik SpaceX menuju stasiun luar angkasa pada tahun 2020. Sebagai kapten Angkatan Laut AS dan pilot uji coba, ia sedang menjabat sebagai rekan legislatif di Senat AS ketika direkrut oleh NASA. Ia terpilih sebagai astronaut pada tahun 2013.
Hansen, satu-satunya anggota kru yang melakukan debut penerbangan luar angkasa, juga akan menjadi orang Kanada pertama yang terbang ke Bulan.
Badan Antariksa Kanada memilihnya untuk menjadi astronot pada tahun 2009. Sebelumnya, ia adalah seorang pilot pesawat tempur dan kolonel di Angkatan Bersenjata Kanada.
Hansen dan istrinya memiliki tiga anak. Setelah bertahun-tahun menjalani pelatihan untuk misi ini, Hansen mengatakan bahwa kru tersebut kini telah menjadi "seperti sebuah keluarga."
Peluncuran Artemis II akan menandai misi kedua bagi roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion milik NASA. Misi pertama adalah misi Artemis I tanpa awak mengelilingi Bulan, yang berlangsung lebih dari tiga tahun lalu.
Wiseman, Koch, Glover, dan Hansen menyadari bahwa misi ini merupakan langkah penting menuju Artemis III, yang bertujuan mendaratkan empat astronot di dekat kutub selatan Bulan pada tahun 2027.
Selama berada di ruang angkasa, mereka akan mendemonstrasikan prosedur docking di orbit Bumi, melakukan eksperimen ilmiah, dan menguji berbagai sistem di dalam kapsul Orion. Ini akan berfungsi sebagai uji coba untuk pendaratan di masa depan.
"Bagi kami, kesuksesan adalah mendarat di Bulan dalam misi Artemis III," kata Koch.
"Kesuksesan adalah Artemis 100, kapan pun itu terjadi. Dan kami benar-benar mendefinisikan segalanya berdasarkan hal itu," tegasnya.
Add
as a preferred source on Google
Bawa Kenang-kenangan

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260328151909-199-1342122/misi-artemis-ii-ini-sosok-4-astronaut-yang-akan-keliling-bulan
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.