Teknologi 29 Mar 2026 4 views

Perairan Bahama Tercemar, Peneliti Temukan Hiu 'Konsumsi' Kokain

Sebuah studi terbaru mengungkapkan adanya jejak kokain dalam darah hiu yang berenang di perairan Bahama. Tim peneliti menemukan hiu-hiu yang tercemar zat tersebut saat meneliti hew...

Perairan Bahama Tercemar, Peneliti Temukan Hiu 'Konsumsi' Kokain
Sebuah studi terbaru mengungkapkan adanya jejak kokain dalam darah hiu yang berenang di perairan Bahama. Tim peneliti menemukan hiu-hiu yang tercemar zat tersebut saat meneliti hewan laut di sekitar Pulau Eleuthera, yang terletak 80 kilometer di sebelah timur Nassau di Samudra Atlantik.

Selain kokain, mereka juga menemukan kafein dan obat penghilang rasa sakit dalam sampel darah yang diambil dari tiga spesies hiu yang berbeda. Meskipun hiu-hiu tersebut tidak menunjukkan perilaku aneh atau mabuk, temuan ini memperkuat bukti bahwa zat-zat yang awalnya ditujukan untuk konsumsi manusia kini mencemari ekosistem liar.

Para peneliti dari Cape Eleuthera Institute di Bahama menduga bahwa paket-paket kokain mungkin telah jatuh ke dalam air. Natascha Wosnick, penulis utama studi, menyatakan bahwa hiu-hiu tersebut mungkin menggigit benda-benda tersebut untuk menyelidiki dan akhirnya terpapar zat-zat tersebut.

Dari 85 hewan yang diuji, kafein adalah zat yang paling sering terdeteksi, dengan 27 hiu menunjukkan hasil positif. Kokain ditemukan pada dua hiu, diklofenak (obat antiinflamasi umum) terdeteksi pada 13 hiu, dan parasetamol terdeteksi pada empat hiu. Jumlah deteksi tertinggi berasal dari satu lokasi yang populer di kalangan wisatawan.

Para peneliti juga menemukan perubahan pada penanda metabolik hiu dengan darah terkontaminasi, termasuk laktat dan urea. Namun, belum jelas apakah perubahan ini berbahaya atau bagaimana hal itu dapat memengaruhi perilaku hiu.

Tracy Fanara, seorang ahli kelautan dari Universitas Florida di Gainesville yang tidak terlibat dalam studi ini, menyoroti pentingnya penelitian ini bukan hanya karena deteksi obat-obatan dan kokain pada hiu di perairan pesisir, tetapi juga perubahan pada penanda metabolik yang terkait. Ini adalah kali pertama kafein dan parasetamol tercatat pada hiu di mana pun di dunia, serta kali pertama kokain dan diklofenak ditemukan pada hiu di Bahama.

Meskipun studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Pollution tersebut tidak mengidentifikasi sumber pencemaran yang spesifik, para peneliti meyakini bahwa meningkatnya aktivitas pariwisata di kawasan tersebut menyebabkan bertambahnya jumlah kapal di habitat hiu. Hal ini lantas menyebabkan semakin banyaknya limbah cair dan residu kimia yang ditemukan di ekosistem yang rentan.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260329125155-199-1342265/perairan-bahama-tercemar-peneliti-temukan-hiu-konsumsi-kokain
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.