Bukan Cuma Minyak, Harga Perangkat Ini juga Naik Imbas Perang Iran
Harga konsol PlayStation 5 (PS5) kembali naik secara global. Ini merupakan kenaikan harga kedua dalam kurun waktu kurang dari setahun, dengan salah satu pemicunya adalah perang ant...
Kenaikan harga ini terjadi karena Sony menghadapi peningkatan biaya komponen utama, seperti chip memori. Persaingan di industri teknologi untuk mengembangkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) telah membuat produsen memori lebih memprioritaskan chip pusat data yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi. Hal ini memperketat pasokan untuk perangkat konsumen seperti PS5.
Mulai 2 April, harga PS5 standar di AS akan menjadi US$649,99 (sekitar Rp11,04 juta), naik dari sebelumnya US$549,99 (sekitar Rp9,34 juta). Sementara itu, edisi digital akan dibanderol US$599,99 (sekitar Rp10,19 juta), dan PS5 Pro kelas atas akan mencapai US$899,99 (sekitar Rp15,29 juta). Harga PlayStation Portal remote player juga akan naik menjadi US$249,99 (sekitar Rp4,24 juta) dari US$199,99 (sekitar Rp3,39 juta).
Kenaikan harga serupa juga akan diberlakukan di seluruh Eropa dan Jepang, setelah perusahaan melakukan "evaluasi cermat" terhadap tekanan kenaikan biaya dalam rantai pasokan global.
Menurut laporan, serangan Iran pada pertengahan Maret terhadap fasilitas ekspor gas alam Qatar memaksa fasilitas tersebut ditutup. Kejadian ini mengancam pasokan helium, bahan baku utama yang digunakan dalam produksi chip komputer. Qatar sendiri menyumbang sepertiga dari pasokan helium dunia, menurut Survei Geologi AS (USGS). Perusahaan gas milik negara Qatar menyatakan bahwa penutupan tersebut akan memangkas ekspor helium sebesar 14 persen. Para analis memperkirakan pasokan yang lebih rendah akan berarti harga yang lebih tinggi, terutama jika konflik berlanjut.
Meskipun helium dikenal sebagai gas pengisi balon pesta, gas ini juga sangat penting untuk memproduksi semikonduktor yang digunakan dalam komputer dan berbagai perangkat teknologi lainnya.
Para analis memperkirakan kenaikan harga konsol ini kemungkinan akan menghambat pertumbuhan pasar video game tahun ini. Epic Games, pembuat Fortnite, bahkan menyebut penjualan konsol yang lesu sebagai salah satu alasan pemutusan hubungan kerja terhadap 1.000 karyawannya yang diumumkan baru-baru ini.
Pada kuartal liburan Oktober-Desember, penjualan PlayStation 5 milik Sony anjlok 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 8 juta unit. Konsol PS5 sendiri telah beredar di pasaran selama sekitar enam tahun.
Sony terakhir kali menaikkan harga PS5 sekitar US$50 di AS pada Agustus tahun lalu. Pada periode yang sama, Microsoft juga menaikkan harga konsol Xbox-nya.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260330132034-185-1342528/bukan-cuma-minyak-harga-perangkat-ini-juga-naik-imbas-perang-iran
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Aplikasi 'Kematian' Berubah Jadi Penyelamat Lansia di China
28 May 2026
'Kiamat' Suhu Panas Global Tercatat hingga 2030
28 May 2026
Tarif Layanan Premium Instagram dan WhatsApp Plus
28 May 2026
17 Wilayah di Indonesia Bakal Dihuyur Hujan Hari Ini
28 May 2026
FOTO: Gletser 'Curi' Kampung di Swiss
27 May 2026
NASA Bersiap Umumkan Nama Astronaut Misi Artemis III