Ekonomi 19 Dec 2025 10 views

Kerek Angka Kelahiran, China Pajaki Kondom Mulai Januari 2026

Pemerintah China akan mulai mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 13 persen terhadap obat-obatan dan alat kontrasepsi, termasuk kondom, mulai Januari 2026. Kebijakan ini...

Kerek Angka Kelahiran, China Pajaki Kondom Mulai Januari 2026
Pemerintah China akan mulai mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 13 persen terhadap obat-obatan dan alat kontrasepsi, termasuk kondom, mulai Januari 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi Beijing untuk mengatasi penurunan angka kelahiran yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, produk kontrasepsi telah dibebaskan dari PPN sejak tahun 1993, ketika China masih menerapkan kebijakan satu anak dan aktif mengendalikan populasi.

Bersamaan dengan pemberlakuan pajak baru ini, pemerintah juga akan memberikan insentif berupa pembebasan PPN untuk layanan pengasuhan anak, mulai dari penitipan anak hingga taman kanak-kanak. Pembebasan pajak juga berlaku untuk layanan perawatan lansia, penyandang disabilitas, serta berbagai layanan terkait pernikahan. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan mendorong pembentukan rumah tangga baru.

Kebijakan ini menandai pergeseran arah demografi China, dari pembatasan kelahiran menjadi upaya aktif untuk mendorong masyarakat memiliki lebih banyak anak. Dalam tiga tahun terakhir, populasi China terus menyusut. Pada tahun 2024, angka kelahiran hanya mencapai 9,54 juta bayi, jauh menurun dibandingkan hampir 18,8 juta kelahiran sekitar satu dekade lalu setelah kebijakan satu anak dicabut.

Pemerintah China sebelumnya telah meluncurkan berbagai kebijakan pro-kelahiran, seperti bantuan tunai, peningkatan layanan pengasuhan anak, serta perpanjangan cuti melahirkan dan cuti ayah. Beijing juga mengeluarkan pedoman untuk menekan angka aborsi yang tidak diperlukan secara medis.

Meskipun demikian, upaya ini menghadapi tantangan besar karena tingginya biaya membesarkan anak. Demografer He Yafu dari YuWa Population Research Institute menyatakan bahwa penghapusan pembebasan PPN ini lebih bersifat simbolis dan kecil kemungkinan berdampak besar, namun mencerminkan upaya untuk membentuk lingkungan sosial yang mendorong kelahiran dan mengurangi aborsi.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20251219142708-532-1308679/kerek-angka-kelahiran-china-pajaki-kondom-mulai-januari-2026
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.