Balongan Jadi Pintu Masuk BBM Impor untuk Jaga Pasokan RI
Judul: Balongan Jadi Pintu Masuk BBM Impor untuk Jaga Pasokan RI Indramayu, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan Integrated Terminal (IT) Balongan berperan sebagai salah satu pintu...
Indramayu, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan Integrated Terminal (IT) Balongan berperan sebagai salah satu pintu masuk bahan bakar minyak (BBM) impor guna menjaga keberlanjutan pasokan, khususnya saat pasokan domestik membutuhkan penopang tambahan.Superintendent Fuel RSD IT Balongan Pertamina Patra Niaga Firman Nugroho mengatakan impor dilakukan secara selektif dan umumnya untuk produk tertentu."Kami juga mendapatkan suplai impor. Rata-rata kami impor produk gasoline RON 92 alias kalau brand-nya Pertamax. Itu rata-rata dari Singapura dan Malaysia," kata Firman dalam media briefing di Terminal BBM Balongan, Indramayu, Jumat (30/1).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :Pertamina Jamin Kualitas BBM RON Lewat Proses Blending dan Uji LabMenurut dia, secara desain pasokan domestik dari Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) VI Balongan telah mampu menyuplai wilayah Jakarta, Cikampek, dan sekitarnya. Namun, pada kondisi tertentu seperti jadwal pemeliharaan kilang, impor menjadi penopang tambahan.
"Sebetulnya kalau fuel lifting dari IT Balongan itu mampu menyuplai secara domestik. RU VI Balongan secara desain sudah mampu, cuma memang ada beberapa jadwal, kalau misalnya perlu Maintenance Turn Around, maka kita backup-nya inject dari impor," ujarnya.Firman menegaskan impor bukan kebutuhan rutin. Ia menjelaskan untuk Pertamax, produk yang diterima berupa gasoline RON 92 un-dyed sehingga masih memerlukan perlakuan lanjutan sebelum disalurkan."Jadi impor itu tidak selalu perlu, hanya pertambahan saja, dan biasanya kami impor produk-produk tertentu saja," katanya.
Dari sisi infrastruktur, IT Balongan memiliki fasilitas penerimaan impor yang terintegrasi dengan jaringan distribusi regional. Selain menerima impor dari Singapura dan Malaysia, pasokan domestik juga datang dari Kilang RU IV Cilacap melalui jalur pipa CB-1 dan CB-2 (Cilacap-Bandung) yang menyuplai Fuel Terminal Tasikmalaya, Bandung Group Ujung Berung, hingga Padalarang.Di sisi barat Jawa Barat, Bandung Group juga mampu menerima kargo impor dari Singapura dan Malaysia.Firman menjelaskan secara teknis impor biasanya datang dalam parsel besar menggunakan kapal Medium Range (MR) dengan muatan sekitar 32 ribu kiloliter. Karena itu, tidak semua terminal dapat menerima impor."Secara teknis impor itu parselannya besar. Jadi sebetulnya hanya beberapa terminal saja yang bisa. Salah satunya Balongan, Jakarta bisa, meskipun ke Jakarta juga terbatas kapasitas tanker yang bisa masuk," ujarnya.[Gambas:Video CNN] (del/ins)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260130181935-85-1322919/balongan-jadi-pintu-masuk-bbm-impor-untuk-jaga-pasokan-ri
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Zulhas soal Anggaran 1.000 Kampung Nelayan 2026: Kira-kira Rp22,5 T
14 Feb 2026
FOTO: Wajah Toko Perhiasan Mewah Tiffany dan Co Usai Disegel Bea Cukai
14 Feb 2026
Bahlil Sebut Impor LPG Masih Dominan Lantaran Produksi Hanya 24 Persen
14 Feb 2026
Asuransi Bencana: Cara Kerja, Tips Memilih, hingga Kisaran Premi
14 Feb 2026
Jelang Ramadan, Harga Minyakita di Tangerang Tembus Rp17.500 per Liter
14 Feb 2026
Tips Berlibur Nyaman dan Aman Jelang Libur Panjang