Ekonomi 02 Mar 2026 5 views

DEN soal Deal Dagang RI-AS Hujan Kritik: Ini Bukan Negosiasi Normal

Judul: DEN soal Deal Dagang RI-AS Hujan Kritik: Ini Bukan Negosiasi Normal Jakarta, Wakil Ketua Dewan (DEN) Mari Elka Pangestu memandang penandatanganan kesepakatan dagang atau Ag...

DEN soal Deal Dagang RI-AS Hujan Kritik: Ini Bukan Negosiasi Normal
Judul: DEN soal Deal Dagang RI-AS Hujan Kritik: Ini Bukan Negosiasi Normal

Jakarta, Wakil Ketua Dewan (DEN) Mari Elka Pangestu memandang penandatanganan kesepakatan dagang atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sebagai negosiasi yang tidak biasa.Mari Elka mengungkapkan kritik terhadap RI muncul terkait deal dagang ini, dan semakin deras setelah Supreme Court atau Mahkamah Agung (MA) AS pada Jumat (20/2) membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump.Di hari yang sama dengan MA AS membacakan putusan itu, pemerintah Indonesia dan AS menyepakati tarif impor ART.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasca Supreme Court decision, banyak yang mengkritisi, kok kita udah susah-susah, terus dibatalin," kata Mari Elka dalam acara Indonesia Economic Forum 2026 yang digelar di Auditorium Bank Mega, Jakarta, Senin (2/3).Lihat Juga :Tak Sesuai Janji Purbaya, Pekan Kedua Ramadan THR PNS Cs Belum Cair
Menurut Mari Elka, negosiasi ini bukan lah negosiasi yang biasa. Dia bilang, yang harus dilihat di sini adalah nilai stragegis dari ART-nya."This is not about normal negotiations, this is not normal (Ini bukan tentang negosiasi biasa, ini tidak normal). Kita harus melihat nilai strategisnya dan secara relatif," ujarnya.Dia menilai Indonesia yang telah memiliki kesepakatan dagang dengan AS merupakan sesuatu yang stretagis. Sebab, Indonesia tidak akan terpengaruh dari langkah Presiden AS Donald Trump setelah putusan MA AS.
Mari Elka menyebut AS sudah memiliki sebuah instrumen yang bisa mengenakan berbagai negara tarif impor di atas 15 persen. Nah, Indonesia diklaim tidak akan terpengaruh hal tersebut."Amerika itu sudah siap-siap, dia sudah mempunyai instrumen namanya 301 yang akan dikenakan ke negara yang dia anggap tidak mengindahkan bilateral agreement-nya dan unfair trade. Dia akan dikenakan, itu dilakukan ke China," ujar Mari Elka."Jadi, harusnya kita tidak kena itu. Negara lain yang belum punya ART akan kena itu. Jadi menurut saya itu relatif secara strategis di luar strategic investment partnership harusnya menjadi keuntungan yang kita bisa, menjadi kesempatan buat kita," jelasnya.[Gambas:Video CNN] (dhz/pta)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260302151040-92-1333429/den-soal-deal-dagang-ri-as-hujan-kritik-ini-bukan-negosiasi-normal
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.