Koperasi Dinilai Harus Bertransformasi untuk Indonesia Emas 2045
Judul: Koperasi Dinilai Harus Bertransformasi untuk Indonesia Emas 2045 Jakarta, Regenerasi dan modernisasi dinilai jadi tantangan terbesar koperasi saat ini. Hal ini disampaikan...
Jakarta, Regenerasi dan modernisasi dinilai jadi tantangan terbesar koperasi saat ini. Hal ini disampaikan Direktur Umum dan Hukum Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kemenkop Deva Rachman dalam acara Ramadan Leadership ICMI 2026 beberapa waktu lalu.Deva mengatakan koperasi adalah instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi syariah dan memperluas pangsa pasar halal Indonesia yang dinilai belum signifikan di tingkat global.Ia mengatakan saat ini Indonesia memiliki lebih dari 140 juta generasi muda dari kalangan milenial, Gen Z, hingga generasi Alpha. Mereka akan menjadi penentu arah ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Deva program Koperasi Desa Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk social engineering untuk mengubah stratifikasi sosial dan memutar kembali arus ekonomi dari yang terpusat di kota menjadi berbasis desa.Lihat Juga :Agrinas Sebut Mahindra Bakal Dirikan Pabrik di Indonesia Tahun Depan
"Ini adalah momentum kebangkitan koperasi secara modern," kata Deva.Data menunjukkan rata-rata usia anggota koperasi di Indonesia 55 tahun dengan dominasi koperasi simpan pinjam.Deva mengatakan kondisi ini menandakan perlunya reposisi koperasi agar lebih relevan dengan generasi produktif dan sektor riil.Kebijakan strategis dilakukan LPDB sebagai Badan Layanan Umum (BLU) Kemenkop untuk mengubah komposisi pembiayaan. Dari sebelumnya 85 persen untuk koperasi simpan pinjam, kini menjadi 80-85 persen difokuskan pada koperasi sektor produksi."Ini adalah keberpihakan negara agar koperasi tumbuh setara dengan swasta dan BUMN. Ada 14 sektor ekonomi prioritas mulai dari pertanian, perikanan, perumahan, hingga sektor strategis lainnya yang kami dorong," kata Deva.Lihat Juga :Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Kucur Modal Rp20 MDalam konteks ekonomi syariah, Deva menyoroti ironi Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia namun pangsa pasar halal globalnya masih tertinggal dibandingkan negara seperti Malaysia.Padahal potensi pasar halal dunia terus tumbuh signifikan, mulai dari makanan-minuman, fashion muslim, farmasi, hingga industri halal berbasis teknologi.LPDB Koperasi sendiri dalam mendukung ekonomi syariah melalui koperasi memiliki dua skema pembiayaan, yakni konvensional dan syariah. Saat ini, porsi pembiayaan syariah baru berada di kisaran 30 persen. Ke depan, LPDB mendorong peningkatan pembiayaan berbasis syariah, terutama bagi koperasi yang bergerak di sektor produksi dan industri halal."Kita harus menjadikan koperasi sebagai kendaraan utama penguatan ekosistem halal nasional. Kemitraan strategis sangat penting, termasuk dengan ICMI dan berbagai lembaga sertifikasi halal," ujar Deva.Sejak berdiri pada 2008, total penyaluran dana bergulir LPDB Koperasi telah mencapai Rp21 triliun. Dengan prinsip tiga sukses sukses penyaluran, sukses pemanfaatan, dan sukses pengembalian LPDB menegaskan bahwa setiap pembiayaan harus prudent karena bersumber dari APBN dan memiliki konsekuensi hukum."Koperasi adalah soko guru ekonomi Indonesia. Namun untuk bangkit, koperasi harus modern, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan generasi muda. Jika kita ingin menguasai pasar halal global, maka koperasi harus menjadi pelaku utama, bukan sekadar pelengkap," kata Deva. (tim/sur)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260302171650-92-1333508/koperasi-dinilai-harus-bertransformasi-untuk-indonesia-emas-2045
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
09 Apr 2026
Prabowo Jamin Defisit APBN di Bawah 3 Persen hingga Akhir Tahun
09 Apr 2026
Bos Danantara soal PNM Dicaplok Purbaya: Kami Tidak Masalah
09 Apr 2026
Mentan Dengar Curhat Petani Gula Impor Banjiri Pasar: Ini Membahayakan
08 Apr 2026
Bahlil Pastikan Masa Krisis Energi RI Sudah Lewat
08 Apr 2026
Pemerintah Kucurkan Rp1,7 T Redam Dampak Kenaikan Avtur ke Biaya Haji
08 Apr 2026
Ara Buka-bukaan soal Rencana Bangun Rumah Rakyat di 10 Kota Baru