Selain Kredit, INDEF Ungkap Pendalaman Finansial jadi Tantangan Bank
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menyatakan bahwa sektor perbankan masih memiliki kontribusi dominan terhadap perek...
Dalam diskusi di Indonesia Economic Forum 2026 pada Senin (2/3), Esther menyoroti rendahnya inklusi keuangan di Indonesia. Data historis menunjukkan bahwa hanya sekitar 20 persen atau bahkan kurang dari masyarakat Indonesia yang tergolong *bankable*, dengan porsi kredit yang juga sekitar 20-an persen.
Menurut Esther, kondisi ini mengindikasikan perlunya ekspansi kredit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, ia pesimistis ekspansi kredit akan agresif dalam waktu dekat karena adanya tekanan global dan domestik yang masih berlanjut. Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi ketidakpastian, perbankan cenderung menghindari risiko (*risk averse*) dan lebih memilih menempatkan dana pada instrumen yang relatif aman seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Esther menambahkan bahwa SBN dan SRBI menawarkan imbal balik yang kompetitif, risiko lebih rendah, dan tidak ada risiko kredit macet (NPL). Ia menekankan bahwa tanpa dorongan kebijakan yang tepat, perbankan akan cenderung berhati-hati, sehingga fungsi intermediasi belum tentu tumbuh optimal di tengah tantangan ekonomi global.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260302172812-78-1333513/selain-kredit-indef-ungkap-pendalaman-finansial-jadi-tantangan-bank
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
09 Apr 2026
Mentan Dengar Curhat Petani Gula Impor Banjiri Pasar: Ini Membahayakan
08 Apr 2026
Bahlil Pastikan Masa Krisis Energi RI Sudah Lewat
08 Apr 2026
Pemerintah Kucurkan Rp1,7 T Redam Dampak Kenaikan Avtur ke Biaya Haji
08 Apr 2026
Ara Buka-bukaan soal Rencana Bangun Rumah Rakyat di 10 Kota Baru
08 Apr 2026
Bahlil Sebut Harga Pertamax Cs Masih Dikaji, Bakal Naik?
08 Apr 2026
BI: Ruang Penurunan Suku Bunga Makin Tertutup Imbas Perang AS-Iran