Perang Timur Tengah Memanas, Perebutan Pupuk Bakal Picu Krisis Pangan?
Judul: Perang Timur Tengah Memanas, Perebutan Pupuk Bakal Picu Krisis Pangan? Jakarta, Sejumlah negara berlomba mengamankan pasokan pupuk di tengah terganggunya distribusi global...
Jakarta, Sejumlah negara berlomba mengamankan pasokan pupuk di tengah terganggunya distribusi global akibat perang di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap potensi krisis pangan dunia.Gangguan utama terjadi setelah penutupan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan global, yang membuat pengiriman pupuk dari kawasan Timur Tengah tersendat. Kawasan ini selama ini menjadi salah satu pemasok utama bahan baku pupuk dunia.Akibatnya, harga pupuk seperti urea dan fosfat melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini berisiko meningkatkan biaya produksi pertanian dan mendorong kenaikan harga pangan secara global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang analis pasar komoditas menggambarkan situasi saat ini dengan menyebut bahwa seluruh negara kini berlomba mencari pasokan pupuk.Lihat Juga :Harga Minyak Jatuh 5 Persen ke US$98 Usai Trump Mau Damai dengan Iran
"Semua pihak saat ini sedang berburu pasokan," ujar analis senior pasar biji-bijian The Hightower Report, Randy Place, melansir Bloomberg.Pupuk memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas tanaman pangan seperti padi, jagung, dan gandum. Ketika pasokan terganggu, dampaknya dapat langsung terasa pada hasil panen dan ketersediaan pangan.Sejumlah negara mulai mengambil langkah cepat. India, sebagai salah satu importir terbesar pupuk urea, mulai mencari tambahan pasokan dan mempertimbangkan tender baru untuk menjaga ketersediaan dalam negeri.Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan pemerintah akan melindungi petani dari dampak krisis.
"Petani tidak seharusnya menanggung beban dari krisis apa pun," kata Modi.Di sisi lain, negara seperti China dan Rusia mulai membatasi ekspor pupuk untuk menjaga kebutuhan domestik. Amerika Serikat (AS) melonggarkan aturan pengiriman untuk memperlancar distribusi, sementara Brasil meningkatkan impor dari negara lain dan menjajaki kerja sama baru di sektor pupuk dan energi.Persaingan global dalam mendapatkan pupuk pun semakin ketat dengan sejumlah negara harus membayar lebih mahal demi mengamankan kebutuhan pertanian mereka.Situasi ini dinilai lebih berisiko dibanding gangguan rantai pasok saat perang Rusia-Ukraina pada 2022, karena kali ini melibatkan porsi perdagangan pupuk global yang lebih besar, terutama dari kawasan Teluk yang selama ini menjadi jalur utama distribusi.Lihat Juga :Negara Tetangga RI Umumkan Darurat BBM Nasional Gegara Perang Iran-ASJika kondisi berlanjut, tekanan terhadap harga pangan diperkirakan akan meningkat, terutama di negara berkembang yang bergantung pada impor pangan dan pupuk.Di Indonesia, dampak langsung sejauh ini masih relatif terbatas. PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman karena bahan baku sebagian besar berasal dari dalam negeri maupun negara di luar kawasan konflik.Namun, potensi kenaikan biaya logistik global akibat lonjakan harga energi tetap menjadi perhatian karena dapat berdampak tidak langsung pada sektor pertanian dalam negeri.[Gambas:Video CNN] (del/ins)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260325134301-92-1341150/perang-timur-tengah-memanas-perebutan-pupuk-bakal-picu-krisis-pangan
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Pemerintah Setuju Maskapai Naikkan Harga Tiket Pesawat Maksimal 13%
06 Apr 2026
Purbaya Sebut Inflasi Maret 2026 Bisa 2,51 Persen, Ini Penyebabnya
06 Apr 2026
OJK Blokir 33.252 Rekening Terindikasi Judi Online
06 Apr 2026
Amran Sebut Pengkritik MBG Tak Pernah Rasakan Miskin
06 Apr 2026
Bahlil Mulai Kumpulkan SPBU Swasta Bahas Selisih Harga Pertamax Cs
06 Apr 2026
Bahlil Buka Opsi Impor Minyak dari Negara Lain Imbas Gejolak Timteng