Bos Danantara Beber Alasan Pilih Luke Thomas Pimpin BUMN Ekspor
Jakarta, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Roeslani membeberkan alasan penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur PT Danantara Sumberdaya Indonesia...
Luke Thomas diketahui sebelumnya pernah menjabat Direktur sekaligus Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk pada 2024-2025. Ia juga sempat menduduki sejumlah posisi strategis di Vale Base Metals dan perusahaan tambang global BHP Billiton.Lihat Juga :JOGJA FINANCIAL FESTIVALPurbaya Buka-bukaan soal Alasan Prabowo Bentuk BUMN Ekspor
Menurut Rosan, pengalaman Luke memimpin perusahaan mineral menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penunjukan tersebut. Selain itu, Luke juga dinilai memiliki jaringan internasional yang kuat di sektor pertambangan dan perdagangan komoditas."Dia pun bisa Bahasa Indonesia juga, karena kebetulan emang istrinya orang Indonesia. Tapi yang paling penting justru kita lihat pengalaman trading-nya ada, minerals-nya ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral jadi dan network-nya juga baik," katanya.Selain pengalaman profesional, Rosan menilai Luke memiliki catatan kerja yang baik selama bergabung di Danantara. Sebelum ditunjuk memimpin PT DSI, Luke diketahui menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025."Paling penting juga kita lihat selama ini juga di Danantara track record-nya juga sangat-sangat baik," ujar Rosan.Lihat Juga :Bos Badan Gizi Ungkap Nasib MBG Usai Anggaran Dipangkas Jadi Rp268 TLuke merupakan warga negara Australia yang berdomisili di Jakarta. Berdasarkan profil LinkedIn miliknya, ia merupakan lulusan University of New South Wales (UNSW), Australia, dengan latar belakang pendidikan teknik pertambangan, keuangan, hingga geomechanics.PT DSI sendiri merupakan BUMN baru yang dibentuk pemerintah untuk menangani ekspor komoditas strategis seperti kelapa sawit, batu bara, dan ferroalloys atau paduan besi.Pembentukan PT DSI merupakan tindak lanjut dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mewajibkan ekspor sejumlah komoditas SDA strategis dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah.Pemerintah menyebut kebijakan tersebut bertujuan memperkuat pengawasan ekspor sekaligus menekan praktik under invoicing, transfer pricing, dan pelarian devisa hasil ekspor.
PT DSI nantinya tidak langsung menjadi eksportir tunggal secara penuh. Pemerintah menyiapkan dua tahap implementasi.Tahap pertama berlangsung pada 1 Juni hingga 31 Agustus 2026 sebagai masa transisi pengalihan ekspor. Pada fase ini, transaksi ekspor masih dilakukan perusahaan dengan pembeli, namun dokumentasi ekspor mulai dialihkan melalui PT DSI.Sementara itu, tahap kedua dimulai pada 1 September 2026, ketika proses ekspor komoditas strategis sepenuhnya dilakukan melalui PT DSI. (del/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260522151754-92-1361264/bos-danantara-beber-alasan-pilih-luke-thomas-pimpin-bumn-ekspor
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas ke Hongkong Senilai Rp45 M
27 May 2026
Bank Sentral Amerika Minta Dunia Pangkas Konsumsi Minyak dan Gas
27 May 2026
Menyalahi Aturan, Kemendag 'Take Down' 2.639 Iklan Digital
27 May 2026
Tebar Rasa Syukur, PNM Salurkan Hewan Kurban ke Warga di 18 Cabang
27 May 2026
Wamentan Sebut Stok Hewan Kurban 2026 Melimpah, Surplus 800 Ribu Ekor
27 May 2026
Aturan Upah Lembur Libur Nasional: Apa Masuk Kerja Wajib Dibayar Uang?