BGN Ungkap Alasan Masih Setop Sementara 1.152 Dapur MBG
Jakarta, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkap masih ada 1.152 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dihentikan se...
Dadan menyebut penghentian sementara operasional dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan pengetatan standar layanan program MBG di seluruh Indonesia.Lihat Juga :Harga Emas Antam Naik Rp30 Ribu ke Level Rp2,803 Juta Hari Ini
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan kualitas layanan dan keamanan program bagi masyarakat, khususnya peserta didik penerima manfaat MBG.Sejak awal 2025 hingga saat ini, total terdapat 4.581 SPPG yang sempat dihentikan sementara untuk menjalani proses peningkatan kualitas dan penyesuaian standar operasional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.429 SPPG telah menyelesaikan proses pembenahan dan kembali beroperasi. Sementara 1.152 lainnya masih menjalani proses perbaikan.Menurut Dadan, sejumlah SPPG menerima surat peringatan karena beberapa persoalan, mulai dari infrastruktur yang belum memenuhi standar, belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga belum didaftarkannya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)."SPPG yang telah melakukan pembenahan dan memenuhi seluruh standar akan diberikan kesempatan untuk kembali beroperasi. Kami ingin memastikan kualitas program terus meningkat dari waktu ke waktu," katanya.Lihat Juga :Bos Badan Gizi Ungkap Nasib MBG Usai Anggaran Dipangkas Jadi Rp268 TDadan mengatakan dapur MBG yang saat ini masih menjalani pembenahan merupakan mitra yang sebelumnya ikut berkontribusi pada tahap awal pelaksanaan program.Karena itu, pemerintah tetap memberi kesempatan bagi mereka untuk kembali beroperasi setelah menyelesaikan penyesuaian terhadap standar terbaru yang ditetapkan BGN."Kami menghargai kontribusi para mitra SPPG sejak awal program berjalan. Karena itu, proses pembinaan dan perbaikan dilakukan agar mereka dapat kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik dan sesuai standar nasional," ujarnya.
(del/ins)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260525104617-92-1362062/bgn-ungkap-alasan-masih-setop-sementara-1152-dapur-mbg
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
27 May 2026
Bank Sentral Amerika Minta Dunia Pangkas Konsumsi Minyak dan Gas
27 May 2026
Menyalahi Aturan, Kemendag 'Take Down' 2.639 Iklan Digital
27 May 2026
Tebar Rasa Syukur, PNM Salurkan Hewan Kurban ke Warga di 18 Cabang
27 May 2026
Wamentan Sebut Stok Hewan Kurban 2026 Melimpah, Surplus 800 Ribu Ekor
27 May 2026
Aturan Upah Lembur Libur Nasional: Apa Masuk Kerja Wajib Dibayar Uang?
27 May 2026
GAPKI Bersuara soal Purbaya Kantongi 10 Perusahaan Ekspor CPO Nipu